Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Selain Richa Novisha, Anak Kirim Pesan WA ke Gary Iskak Meski Tahu Tak Dibalas: Apakah Aku Cantik?

Kehilangan Gary Iskak yang Membawa Duka Mendalam

Pada 29 November 2025, dunia hiburan Tanah Air kembali berduka setelah kepergian salah satu tokoh ternama, yaitu Gary Iskak. Seorang aktor yang dikenal luas melalui berbagai perannya di layar kaca, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara menggunakan sepeda motor.

Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari di kawasan Jakarta Selatan. Gary, yang merupakan suami dari Richa Novisha, sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi masih hidup setelah kejadian. Meski ada harapan untuk kesembuhannya, akhirnya pria kelahiran 11 Juli 1974 itu menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 09.24 WIB di hari yang sama.

Kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kehilangan kendali saat mengendarai motornya. Motor yang ditungganginya menabrak sebuah pohon hingga membuatnya terpelanting. Benturan keras tersebut menyebabkan luka serius, terutama di bagian kepala, yang kemudian berujung pada kematian.

Kepergian Gary Iskak tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Bagi Richa Novisha, kehilangan suaminya menjadi tantangan besar dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perasaan Rindu yang Masih Terasa

Richa Novisha, istri dari almarhum Gary Iskak, membagikan kisah emosional yang menyentuh hati. Ia mengaku masih sering mengirim pesan kepada sang suami meski telah tiada. Kebiasaan ini bukan tanpa alasan. Menurut Richa, hal itu menjadi cara untuk meluapkan perasaan yang ia rasakan.

Di tengah kesibukan dan tekanan hidup, Richa kerap merasa kewalahan. Saat itulah ia memilih untuk menuliskan isi hatinya melalui pesan WhatsApp. “Aku kadang masih suka WhatsApp sih, kayak aku ngeluarin emosi. Tulis aja even I know enggak bakal mungkin dong, impossible banget tiba-tiba ada yang balas, kan enggak mungkin,” ujarnya.

Meski begitu, Richa tetap merasa lega setelah melakukan hal tersebut. Menurutnya, cara ini cukup membantu untuk meredakan beban pikiran. “Aku kayak ‘yah aku pusing, aku gini dan lain-lain’ aku curhat aja ya enggak apa-apa gitu,” katanya.

Richa pun tidak menampik bahwa kebiasaan tersebut terdengar tidak biasa. Namun baginya, hal itu justru menjadi bentuk pelepasan emosi yang ia butuhkan. “That’s the crazy thing ya kan? Cuma ya enggak apa-apa, rilis aja,” ucapnya.

Anak-anak Juga Merasa Rindu

Tidak hanya untuk dirinya sendiri, Richa juga mengajarkan hal serupa kepada anak-anaknya. Ia ingin mereka tetap bisa mengekspresikan rasa rindu kepada sang ayah. “Dan aku bilang sama anak-anak pun begitu ‘kalau kamu kangen saya ayah, WhatsApp aja‘. Emang enggak ada tapi enggak apa-apa kamu keluarin aja,” tuturnya.

Anak-anaknya pun mengikuti saran tersebut dengan cara yang menyentuh. Mereka menuliskan berbagai hal sederhana yang ingin disampaikan kepada sang ayah. “Dan itu sama anak yang perempuan dia bilang ‘ayah aku habis perform, aku cantik enggak?‘ ‚Ayah aku kangen ayah, ayah lagi apa? Kok ayah enggak datang sih ke mimpi aku?‘ hal-hal seperti itu aku yang suruh,” ungkapnya.

Bagi Richa, cara ini menjadi bentuk komunikasi yang tetap terasa hidup meski hanya satu arah. Ia merasa masih bisa “berbicara” dengan sosok yang sangat ia rindukan.

Banyak Hal yang Dilakukan untuk Tetap Kuat

Di saat-saat tertentu, terutama ketika merasa sangat lelah, Richa kembali melakukan hal yang sama. Ia menuliskan isi hatinya tanpa menahan emosi yang ada. “Kalau lagi mumet aku WhatsApp ‘Yah, i need you’ aku bilang gitu ‘aku butuh nih, aku lagi pusing‘ gitu-gitu sih,” tutupnya.

Kebiasaan ini menjadi salah satu cara Richa untuk tetap kuat menjalani hidup. Meski kehilangan orang yang dicintai, ia tetap mencari cara untuk tetap berkomunikasi dan melepaskan perasaan yang ia rasakan.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *