Peningkatan Performa AC Milan Berkat Fondasi Kerja di Milanello
Peningkatan performa signifikan yang ditunjukkan oleh AC Milan musim ini tidak lepas dari fondasi kerja yang dibangun setiap hari di pusat latihan klub, Milanello. Menurut laporan terbaru, pelatih Massimiliano Allegri sejak hari pertama menganggap Milanello sebagai pusat utama dari proyek olahraga klub.
Allegri kembali menerapkan sejumlah kebiasaan lama seperti ritiro atau pemusatan latihan sebelum pertandingan kandang, sesi latihan ganda, serta aturan kebersamaan, termasuk makan bersama para pemain. Semua aspek tersebut dipadukan oleh Allegri untuk mengubah Milanello menjadi semacam “laboratorium” yang membangun kembali DNA tim, rasa memiliki, nilai kolektif, serta pendekatan taktik yang jelas demi mencapai target utama klub: kembali ke Liga Champions.
Pendekatan Allegri Terhadap Tim
Pendekatan Allegri terhadap tim tidak banyak berubah dibanding periode pertamanya melatih AC Milan lebih dari satu dekade lalu. Ia tetap mempertahankan metode yang sama di lapangan serta gaya komunikasi yang menyeimbangkan kedekatan dengan disiplin. Sebagai mantan pemain sekaligus pelatih berpengalaman dengan banyak trofi, Allegri memiliki otoritas alami di mata para pemain.
Ia dikenal mampu menciptakan suasana santai di sela-sela latihan keras, baik yang berfokus pada kondisi fisik maupun disiplin taktik. Karakter khasnya sebagai orang Tuscany juga kerap terlihat. Ia bisa bercanda dengan pemain, tetapi juga tidak ragu menunjukkan kemarahan jika diperlukan. Meski begitu, orang-orang di Milanello menyebut Allegri jarang benar-benar marah. Jika pun terjadi, ledakan emosinya biasanya cepat mereda.
Salah satu kualitas yang paling dihargai dari Allegri adalah kemampuannya menghadapi masalah tanpa memperbesar tekanan bagi tim. Ia juga dikenal sangat terus terang dalam berkomunikasi dengan pemain, memilih menyampaikan sesuatu secara langsung sebagai cara paling efektif menyelesaikan persoalan.
Fondasi Pertahanan yang Kuat
Setelah derby terakhir, Allegri akhirnya mencapai target yang sejak awal musim ia tekankan: menjadikan AC Milan tim dengan pertahanan terbaik di kompetisi. Rossoneri kini hanya kebobolan 20 gol, catatan terbaik di lima liga top Eropa. Sejak diperkenalkan sebagai pelatih, Allegri memang berulang kali menekankan pentingnya pertahanan solid bagi tim yang ingin bersaing di papan atas atau merebut gelar Serie A.
Di Milanello, ia fokus memperbaiki konsentrasi individu dan organisasi tim. Musim lalu AC Milan kerap kebobolan karena situasi bola mati, kesalahan individu, hingga serangan balik cepat lawan. Menariknya, sebagian besar komposisi lini belakang sebenarnya tidak banyak berubah. Pemain seperti Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic tetap menjadi pilihan utama.
Perbedaan utama terletak pada fokus mental pemain dan detail latihan taktik sepanjang pekan. AC Milan kini juga lebih fleksibel secara taktik, terkadang menggunakan garis pertahanan tiga atau lima pemain yang kemudian berubah menjadi empat bek saat fase tertentu permainan. Perubahan tersebut juga memberikan kontribusi langsung dalam pertandingan. Pavlovic sempat mencetak gol kemenangan saat menghadapi AS Roma, sementara Tomori mencatat assist ketika melawan Lazio.
Di sisi lain, Pervis Estupinan juga tampil menonjol dalam laga derby. Namun Allegri selalu menegaskan bahwa pertahanan tidak hanya bergantung pada barisan bek. Fase bertahan dimulai dari lini depan, dengan tekanan dari para penyerang serta dukungan lini tengah yang diisi pemain seperti Luka Modric dan Adrien Rabiot.
Dalam sesi latihan mingguan, staf pelatih Allegri juga membagi tugas. Francesco Magnanelli biasanya fokus pada fase bertahan dan lini tengah, sementara Bernardo Corradi menangani pengembangan fase menyerang, tentu dengan pengawasan langsung dari Allegri.
Peran Maignan dan Pelatih Kiper
Performa solid AC Milan musim ini juga tak lepas dari kontribusi penjaga gawang Mike Maignan yang kembali ke performa terbaiknya. Kebangkitan Maignan tidak hanya terkait kontrak barunya, tetapi juga peran pelatih kiper Claudio Filippi. Filippi, yang sebelumnya bekerja bersama Allegri di Juventus, kini dianggap sebagai salah satu pelatih kiper paling berpengaruh di sepak bola Italia.
Maignan sendiri telah bekerja dengan beberapa pelatih kiper sejak bergabung dengan AC Milan, namun ia disebut menemukan kecocokan ideal dengan Filippi, baik dari sisi teknis maupun pendekatan mental dan persiapan pertandingan. Penampilan gemilang Maignan, termasuk sejumlah penyelamatan penting dan keberhasilannya menepis penalti, menjadi bagian penting dari solidnya lini pertahanan AC Milan musim ini.
Dengan fondasi tersebut, Milanello kini benar-benar berfungsi sebagai “laboratorium” yang membentuk kembali identitas dan kekuatan Rossoneri.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











