Dampak Konflik AS-Israel vs Iran pada Pariwisata Timur Tengah
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah mulai berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata di kawasan Timur Tengah. Potensi kerugian yang terjadi mencapai sedikitnya 600 juta dolar AS per hari akibat gangguan perjalanan udara dan penurunan kepercayaan wisatawan. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat dalam konflik, tetapi juga secara luas memengaruhi industri perjalanan global.
Perkembangan Terkini
Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut telah menyebabkan pembatalan penerbangan dalam jumlah besar, yang memperburuk konektivitas kawasan. World Travel & Tourism Council (WTTC) mengungkapkan bahwa eskalasi konflik di Iran telah memberikan dampak nyata pada perjalanan dan pariwisata regional. Menurut laporan WTTC, konflik tersebut telah mengurangi belanja wisatawan internasional sebesar 600 juta dolar AS per hari.
Timur Tengah merupakan salah satu kawasan penting dalam industri pariwisata dunia. Wilayah ini menyumbang sekitar 5% dari kedatangan wisatawan internasional global dan 14% dari lalu lintas transit penerbangan dunia. Oleh karena itu, bahkan gangguan kecil sekalipun di kawasan ini dapat berdampak luas terhadap permintaan perjalanan global.
Pengaruh pada Industri Penerbangan
Selain menekan sektor pariwisata, konflik juga memicu gangguan besar pada jaringan penerbangan regional. Data dari perusahaan konsultan penerbangan Cirium menunjukkan bahwa lebih dari 92.000 penerbangan dijadwalkan berangkat atau tiba di Timur Tengah pada periode 28 Februari hingga 12 Maret, namun lebih dari 49.000 penerbangan telah dibatalkan. Gangguan paling parah terjadi di sejumlah hub penerbangan di Teluk.
Gulf News melaporkan bahwa Doha membatalkan 288 dari 308 penerbangan, sedangkan Bahrain membatalkan 92 dari 93 penerbangan yang dijadwalkan. Hal ini menunjukkan hampir seluruh aktivitas keberangkatan dihentikan sementara. Meski demikian, beberapa bandara utama masih beroperasi dengan jadwal terbatas.
Bandara Utama Masih Beroperasi
Di Bandara Internasional Dubai (DXB), tercatat 387 penerbangan terdaftar dengan 87 pembatalan, sementara sekitar 153 penerbangan telah mendarat atau lepas landas. Aktivitas bandara masih berlangsung meskipun terganggu. Bandara Internasional Abu Dhabi juga mencatat gangguan yang relatif lebih kecil dengan 23 pembatalan dari 101 penerbangan yang dijadwalkan, sehingga sebagian besar penerbangan masih dapat beroperasi.
Ketahanan Sektor Pariwisata
Meski menghadapi tekanan akibat konflik, WTTC menilai sektor pariwisata memiliki ketahanan tinggi. Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, mengatakan bahwa industri pariwisata memiliki kemampuan pulih relatif cepat jika pemerintah dan industri bekerja sama memulihkan kepercayaan wisatawan.
“Sejarah menunjukkan sektor ini dapat pulih dengan cepat, terutama ketika pemerintah mendukung wisatawan melalui bantuan hotel atau repatriasi. Dalam beberapa kasus, pemulihan pariwisata dapat terjadi hanya dalam dua bulan,” kata Gloria.
Pentingnya Komunikasi dan Koordinasi
Dia menambahkan bahwa komunikasi yang jelas, serta koordinasi kuat antara sektor publik dan swasta menjadi kunci memulihkan sektor pariwisata setelah krisis keamanan. “Komunikasi yang jelas, koordinasi kuat antara sektor publik dan swasta, serta langkah yang memperkuat keamanan dan stabilitas sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan dan mendukung pemulihan sektor ini,” ujar Gloria.
Kinerja Pariwisata Sebelum Konflik
Sebelum konflik terjadi, Dubai mencatat kinerja pariwisata yang sangat kuat. Gulf News melaporkan bahwa kota tersebut berhasil menarik 19,59 juta wisatawan internasional sepanjang 2025, naik sekitar 5% secara tahunan, dengan tingkat hunian hotel mencapai lebih dari 80%. Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran kini berpotensi menekan momentum tersebut. Gangguan transportasi udara dan penurunan kepercayaan wisatawan dapat memengaruhi arus perjalanan internasional ke kawasan Timur Tengah.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











