Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Aspermigas: Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Minyak di Atas 100 Dolar



JAKARTA — Elan Biantoro, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas), menyampaikan perhatiannya terhadap lonjakan harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Di sana, terjadi aksi saling serang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Harga minyak mentah yang sebelumnya berada pada kisaran 65 hingga 67 dolar AS per barel sekitar dua pekan lalu kini melonjak tajam. Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah dilaporkan telah mencapai kisaran 83 dolar AS hingga ke level 90 dolar AS per barel.

“Ya, seperti yang kita amati beberapa hari terakhir memang gejolak ini sudah memberikan dampak yang sangat signifikan terkait dengan harga,” ujar Elan saat berbicara di Jakarta, dikutip Ahad (8/3/2026).

Ia memandang tren kenaikan harga sebagai sesuatu yang berpotensi berlanjut. Menurut dia, harga minyak bahkan dapat menembus 100 dolar AS per barel apabila eskalasi konflik terus meningkat, seperti yang pernah terjadi saat pecahnya perang Rusia dan Ukraina.

Konflik di Timur Tengah juga menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok energi global. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalur pelayaran energi di Selat Hormuz, karena pergerakan kapal tanker minyak mentah dilaporkan mulai terganggu.

“Tidak mustahil juga untuk mencapai lebih dari 100 dolar. Itu pernah terjadi saat shock perang Rusia dan Ukraina di awal, yang juga mendorong harga minyak hingga di atas 100 dolar per barel,” tambah Elan.

Ia menjelaskan bahwa dampak konflik tidak hanya berasal dari sisi pasokan minyak mentah. Ancaman pemblokiran Selat Hormuz juga berpotensi mengganggu distribusi gas alam cair (LNG) global yang sebagian besar berasal dari Qatar dan dipasok ke pasar Asia maupun Eropa.

Gangguan tersebut dinilai dapat memicu reaksi pasar energi dunia dan berimbas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Lonjakan harga energi global berpotensi meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor industri.

“Kalau konfliknya hanya jangka pendek, kurang dari tiga bulan, saya kira dampaknya tidak terlalu besar karena rantai suplai dan stok energi biasanya masih cukup untuk beberapa bulan ke depan,” kata Elan.

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga bahan bakar tetap akan meningkatkan biaya operasional industri. Kondisi tersebut berpotensi menekan struktur biaya produksi perusahaan energi maupun sektor industri yang bergantung pada energi.

Dampak lebih besar akan muncul jika konflik berlangsung lebih lama. Eskalasi berkepanjangan dapat memicu efek berantai terhadap perekonomian nasional.

“Namun kalau ini berkepanjangan, inilah yang bisa memicu efek domino yang berujung pada krisis. Dampaknya bisa merembet ke berbagai aspek ekonomi di Indonesia,” jelas Elan.

Ketua Umum Aspermigas juga menyoroti langkah pemerintah melalui Dewan Energi Nasional (DEN) yang mulai melakukan diversifikasi sumber pasokan energi. Upaya mencari sumber impor alternatif di luar kawasan konflik dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut Elan, kebijakan tersebut memberi ruang bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Namun dampak kenaikan harga tetap perlu diantisipasi oleh pelaku industri.

Kenaikan harga minyak, kata dia, membawa konsekuensi berbeda bagi pelaku industri migas. Di sektor hulu, kenaikan harga minyak berpotensi memberikan keuntungan tambahan bagi investor.

Di sisi lain, perusahaan jasa dan pendukung industri migas menghadapi tekanan biaya operasional yang lebih tinggi. Kondisi tersebut juga berdampak pada kontrak proyek yang sudah berjalan maupun yang akan dimulai.

“Kalau dari sisi investor hulu itu bisa menjadi windfall profit. Namun bagi sektor lainnya kondisi ini cukup memberatkan karena biaya operasional dan harga berbagai kebutuhan ikut naik,” ujar Elan.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong pelaku usaha membuka ruang negosiasi dengan pemberi pekerjaan. Penyesuaian harga kontrak menjadi langkah yang dipertimbangkan agar proyek tetap berjalan dengan skema yang lebih seimbang bagi kedua pihak.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *