Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak, Indonesia Terancam

Penutupan Selat Hormuz dan Dampaknya pada Pasar Energi Global

Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, resmi ditutup pada hari Sabtu (28/2/2026), menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penutupan ini langsung memicu kenaikan harga minyak mentah di pasar Asia, yang mencapai kisaran 80–81,5 dolar AS per barel (sekitar Rp 1,35–1,37 juta, kurs Rp 16.700). Hal ini menunjukkan betapa strategisnya posisi selat ini dalam menjaga kelancaran pasokan energi global.

Informasi Umum tentang Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Secara geografis, selat ini berada di antara Iran di utara dan Oman di selatan. Lebar terkecil dari selat ini hanya sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran efektif dua arah masing-masing sekitar 3 kilometer. Karena lokasinya yang sangat strategis, selat ini menjadi penghubung utama bagi negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Qatar untuk mengirimkan minyak dan gas alam cair (LNG) ke Asia dan Eropa.

Secara kuantitatif, sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia, atau sekitar 20 juta barrel per hari, serta hampir 20 persen LNG global melewati jalur ini. Dengan demikian, penutupan selat ini akan memiliki dampak besar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Dampak Penutupan Selat Hormuz pada Harga Minyak Dunia

Penutupan selat ini dilakukan oleh Iran setelah serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Banyak kapal niaga di kawasan Teluk menerima peringatan agar tidak melintasi wilayah tersebut, sementara operator pelayaran besar menunda operasionalnya untuk menjaga keselamatan awak dan kargo.

Dampak langsung dari penutupan ini adalah lonjakan tajam harga minyak mentah Brent. Menurut Joseph Capurso, Kepala Ekonomi Global Commonwealth Bank of Australia, situasi ini akan memburuk sebelum mereda, dan niat serta kemampuan Iran untuk memblokir selat ini akan secara signifikan meningkatkan harga minyak dan gas.

Harga minyak Brent mencapai 81,57 dolar AS per barel atau sekitar Rp 1,375 juta (kurs Rp 16.700). Analis memperkirakan bahwa jika konflik antara Israel dan Iran terus berlanjut, harga minyak dunia bisa mencapai 100 dolar AS per barel atau sekitar Rp 1,686 juta.

Dampak pada Negara-Negara Pengimpor Energi

Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Hong Kong yang mengimpor sekitar 80 persen energi dari luar negeri akan terdampak langsung. Richard Yetsenga, Kepala Ekonom ANZ, menyatakan bahwa situasi ini merupakan guncangan yang lebih luas bagi kawasan, karena kenaikan harga minyak dapat mengurangi pendapatan nasional negara-negara tersebut.

Selain itu, gangguan pengiriman LNG dan minyak semakin diperparah dengan penghentian produksi di beberapa fasilitas di Timur Tengah. QatarEnergy, Ras Tanura Aramco Arab Saudi, dan kilang di wilayah Kurdistan Irak menunda produksi sebagai langkah mitigasi terhadap risiko konflik, meskipun tidak ada kerusakan langsung yang dilaporkan.

Proyeksi Harga LNG dan Gas di Pasar Global

Goldman Sachs memperkirakan bahwa jika gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz berlangsung selama satu bulan, harga LNG di Eropa bisa naik hingga 130 persen. Ketegangan antara AS dan Iran juga meningkatkan risiko gangguan pelayaran, yang berdampak pada volatilitas harga LNG di pasar global.

Jika gangguan berlangsung lebih dari dua bulan, harga gas Eropa berpotensi melampaui 100 euro per megawatt hour, sementara LNG spot Asia dapat mencapai sekitar 25 dolar AS per MMBtu. Dengan demikian, penutupan Selat Hormuz tidak hanya memengaruhi harga minyak, tetapi juga memberikan tekanan signifikan pada ekonomi global.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *