Fenomena Gerhana Bulan Total yang Akan Terjadi di Indonesia
Pada Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia akan menyaksikan fenomena alam yang sangat menarik, yaitu Gerhana Bulan Total (GBT). Peristiwa ini jatuh pada tanggal 14 Ramadan 1447 Hijriah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa GBT dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.
Gerhana Bulan Total akan dimulai pada pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT. Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase awal hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Fase parsialitas akan berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas—di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Gerhana Bulan Total?
Dalam konteks keagamaan, terutama bagi umat Islam, gerhana bulan atau matahari memiliki makna penting. Hadits Shahih menjelaskan bahwa peristiwa gerhana bukanlah akibat kematian seseorang. Oleh karena itu, ketika melihat gerhana, sebaiknya kita melakukan shalat sunnah kusuf atau sholat gerhana, lalu memanjatkan doa kepada Allah.
Berikut adalah lafal doa yang bisa dibaca saat melihat gerhana:
Tulisan Arab:
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin Arab:
Rabbana ma khalaqta hadzabaṭila, subhanaka fa qina ‘azabannar
Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ni dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran: 191)
Selain doa tersebut, kita juga dapat membaca dzikir seperti takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid. Contohnya:
-
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullaahal ‘azhiim
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.” -
اللهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar
Artinya: “Allah Maha Besar.” -
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar
Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.”
Selain itu, kita juga bisa membaca dzikir berikut:
- سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ.
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adzim
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah , Allah Maha Besar, tidak ada daya dan tidak pula kekuatan kecuali karena Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”
Selain itu, kita juga bisa membaca doa memuji Allah SWT sebagaimana tertuang dalam Al Quran Surat Al-Hasyr ayat 24:
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Artinya: “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
Amalan Saat Gerhana Bulan Total
Beberapa amalan yang bisa dilakukan saat gerhana bulan total antara lain melaksanakan salat sunnah atau membaca doa. Berdasarkan riwayat dari kemenag.go.id, Nabi Muhammad SAW mengajarkan tuntunan syariat saat terjadi gerhana, baik matahari maupun bulan, yaitu:
- Menghadirkan rasa takut kepada Allah, karena gerhana mengingatkan kita akan tanda-tanda hari kiamat.
- Mengingat apa yang pernah disaksikan Nabi Muhammad SAW dalam salat Kusuf, termasuk melihat surga dan neraka.
- Menyeru dengan panggilan “Asshalaatu Jaami’ah” untuk melakukan salat secara berjamaah.
- Mengeraskan bacaan surat saat salat gerhana.
Sebagai bentuk percaya pada keajaiban Allah, doa-doa di atas bisa dibaca saat melihat gerhana bulan total.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











