Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pemerintah Sisihkan Rp 28,1 Triliun untuk KUR Perumahan 2026 dengan Target 65.627 Debitur

Pemerintah Menetapkan Alokasi Rp28,1 Triliun untuk Program KUR Perumahan 2026

Pemerintah menetapkan alokasi sebesar Rp28,1 triliun untuk Program KUR Perumahan 2026 dengan target sebanyak 65.627 debitur. Dari target tersebut, telah terealisasi sebesar Rp3,54 triliun per Januari 2026 dan nyaris separuhnya disalurkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menjelaskan bahwa dari total Rp3,54 triliun tersebut sebanyak 49 persen di salurkan oleh BRI. “Dari total tersebut, BRI berkontribusi sebesar Rp1,78 triliun atau setara 49 persen dari total penyaluran KUR Perumahan nasional,” katanya dalam keterangan resmi.

BRI sendiri menargetkan KUR Perumahan 2026 sebesar Rp8 Triliun. Direktur Utama BRI, Harry Gunardi, mengatakan target tersebut bisa tercapai karena BRI memiliki nasabah besar dan jaringan perkantoran serta nasabah hingga ke pelosok negeri.

Target KUR 2026 Naik

Pemerintah menaikkan Target KUR 2026 menjadi Rp308,41 triliun dari target KUR 2025 sebesar Rp270,08 triliun. Bersamaan dengan itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan bunga 6 persen KUR 2026 flat hingga Rp500 juta tanpa batas frekuensi pinjaman.

Kebijakan tersebut berbeda dengan kebijakan bunga KUR 2025 yang menerapkan bunga progresif dengan kenaikan 1 persen untuk pinjaman kedua dan seterusnya. KUR 2026 tersedia di bank pemerintah yang terhimpun di bawah Himbara dan lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk pemerintah.

Salah satu bank pemerintah dengan plafon penyaluran terbesar yakni BRI. Syarat dan cara mengajukan KUR 2026 melalui BRI tersaji dalam artikel ini.

Tujuan pemerintah menaikkan plafon KUR 2026 adalah mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudahan KUR 2026

Dalam mendorong peningkatan akses KUR 2026, pemerintah telah menerbitkan kebijakan bunga 6 persen flat hingga Rp500 juta tanpa batas frekuensi pinjaman. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ferry Irawan, mengungkapkan adanya sejumlah pembaruan skema KUR tahun ini.

Salah satu perubahan paling signifikan adalah penghapusan pembatasan frekuensi akses KUR. Jika sebelumnya pelaku usaha sektor produksi dan perdagangan hanya dapat mengajukan pinjaman maksimal empat kali, kini pembatasan tersebut dihapus. “Sepanjang dia punya usaha yang produktif dan berkembang, maka kami berikan kesempatan untuk terus mengakses KUR,” ujar Ferry dalam acara Mastercard Small Business Barometer Report di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Artinya, selama usaha masih berjalan dan dinilai layak, pelaku UMKM dapat terus memperoleh pembiayaan KUR untuk ekspansi bisnis.

Suku Bunga KUR Kini Flat 6 Persen per Tahun

Pemerintah juga menetapkan suku bunga KUR menjadi flat 6 persen per tahun. Berbeda dengan skema sebelumnya yang berjenjang — 6 persen untuk pengajuan pertama dan naik 1% untuk pengajuan berikutnya — kini tidak ada lagi kenaikan bunga meski debitur mengakses KUR lebih dari sekali.

Kebijakan ini memberikan kepastian biaya pinjaman bagi pelaku UMKM dan diharapkan mendorong keberlanjutan usaha.

KUR Berbasis HAKI, Agunan Tak Lagi Hanya Aset Fisik

Inovasi lainnya adalah hadirnya skema KUR berbasis Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Dalam skema ini, aset kekayaan intelektual dapat dijadikan dasar penilaian kelayakan kredit dan/atau agunan tambahan. Artinya, pelaku usaha tidak lagi terbatas pada agunan fisik seperti kendaraan atau properti. Hak paten, merek, maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya dapat menjadi pertimbangan pembiayaan.

Rincian Alokasi KUR 2026

Total plafon Rp308,41 triliun terbagi dalam beberapa jenis penyaluran:

  • KUR Reguler: Rp279,53 triliun

    Target: 1,37 juta debitur baru dan 1,10 juta debitur graduasi
  • Kredit Alsintan: Rp233,10 miliar

    Target: 344 debitur
  • Kredit Industri Padat Karya: Rp549,51 miliar

    Target: 234 debitur
  • Kredit Program Perumahan (KPP): Rp28,1 triliun

    Target: 65.627 debitur

Pemerintah berharap peningkatan plafon dan fleksibilitas skema ini mampu memperluas akses pembiayaan UMKM hingga ke sektor produktif dan berorientasi ekspor. Dengan kebijakan bunga flat, akses tanpa batas, serta pengakuan aset kekayaan intelektual, KUR 2026 diproyeksikan menjadi instrumen pembiayaan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

Syarat KUR BRI 2026

Untuk mengajukan KUR BRI 2026, calon debitur harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang sah dalam KTP
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah pada saat pengajuan
  • Usaha yang diajukan sudah berjalan selama minimal 6 bulan
  • Tidak sedang dalam proses pengambilan pinjaman lainnya
  • Dokumen administratif yang diperlukan meliputi KTP, Kartu Keluarga, SKU atau NIB, foto dari lokasi usaha serta kegiatan operasional, dan beberapa cabang masih memerlukan pas foto ukuran 4×6
  • Tercatat di OJK memiliki saldo kredit bersih

Cara Mengajukan KUR BRI 2026

BRI adalah salah satu bank pemerintah yang menyalurkan banyak KUR. BRI memiliki berbagai jenis KUR pada tahun 2025 ini, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI. Penyaluran KUR tertuju kepada nasabah yang selama ini belum pernah mendapatkan pinjaman dari bank.

Ketiga KUR tersebut sama-sama menetapkan bunga sebesar 6% per tahun. Namun setiap KUR memiliki batas plafon pinjaman yang berbeda-beda.

Tidak sulit untuk mengajukan KUR BRI. Nasabah bisa mengajukan KUR BRI dengan dua cara, yakni datang langsung ke kantor bank atau secara online.

“Ke bank bawa KTP, NIB (nomor induk berusaha), serta pernyataan bahwa usaha yang dijalankan telah berlangsung kurang lebih 6 bulan,” ungkap salah satu pegawai BRI.

Jika ingin mengajukan KUR BRI secara online, ikuti cara berikut:

Berikut Cara Mengajukan KUR BRI 2026 Secara Online

  1. Akses laman kur.bri.co.id untuk mengajukan pinjaman KUR BRI online.
  2. Pilih “Ajukan Pinjaman”.
  3. Login menggunakan alamat email dan masukkan kata sandi jika sudah memiliki akun.
  4. Jika Anda tidak memiliki akun di halaman tersebut, pilih “Daftar”. Bisa juga dengan mendaftar melalui akun Google.
  5. Tunggu verifikasi yang dikirim pihak BRI melalui e-mail yang telah didaftarkan.
  6. Setelah akun sudah jadi, masuk (login) kembali di laman https://kur.bri.co.id/ menggunakan email dan password.
  7. Klik “Ajukan Pinjaman KUR”. Baca dengan teliti halaman syarat dan ketentuan, kemudian klik “Saya adalah nasabah BRI” serta “Setuju dan Ajukan Pinjaman”.
  8. Klik “I’m not a Robot”, Isi informasi data diri secara lengkap (nama lengkap, NIK, alamat, nama ibu kandung, dan lainnya).
  9. Isi data usaha dengan lengkap (jenis usaha, penghasilan, biaya usaha, nomor rekening BRI, dan lainnya).
  10. Unggah beberapa dokumen seperti KTP, surat keterangan usaha, pas foto, serta foto usaha.
  11. Klik “Selanjutnya” untuk masuk ke halaman pengajuan pinjaman. Isi data pengajuan (nominal pengajuan dan tenor).
  12. Klik “Hitung angsuran” untuk melihat jumlah angsuran yang akan dibayar.
  13. Klik “Ajukan pinjaman”. Setelah itu akan muncul halaman pengajuan informasi mengenai pinjaman disetujui atau tidak.

Setelah pengajuan ini, nasabah akan menjalani survei secara fisik. Kemudian, nasabah tetap harus datang ke kantor BRI terdekat untuk proses selanjutnya, salah satunya untuk tanda tangan dokumen.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *