Penangkapan Belasan Remaja dalam Aksi Perang Sarung di Pringsewu
Polres Pringsewu dan Polsek Pringsewu Kota melakukan operasi patroli yang berlangsung dari pukul 01.00 WIB hingga 06.30 WIB pada Minggu (22/2/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan belasan remaja serta seorang pria dewasa karena diduga terlibat dalam aksi yang melanggar hukum dan mengganggu ketertiban umum.
Patroli Awal dan Pengamanan di Lokasi Khusus
Operasi dimulai dengan pembubaran aksi perang sarung di kawasan Jalan Kejaksaan, Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu. Sebanyak 12 remaja diamankan di lokasi tersebut. Selain itu, polisi juga menyita 11 unit sepeda motor serta tiga sarung yang telah dimodifikasi dengan simpul dan pemberat, yang diduga akan digunakan sebagai alat dalam aksi perang sarung berbahaya.
Pengamanan Lanjutan dan Penyitaan Obat Keras
Setelah operasi awal, petugas melanjutkan razia dan mengamankan seorang pria berinisial A yang kedapatan membawa 51 butir pil tramadol tanpa izin resmi. Tramadol merupakan obat keras yang peredarannya harus melalui pengawasan dan resep dokter. Pria tersebut langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Patroli dilanjutkan dengan penyisiran di sejumlah titik rawan lainnya yang kerap dijadikan lokasi perang petasan. Dalam kegiatan itu, polisi kembali mengamankan seorang remaja yang membawa kembang api berukuran besar di Lapangan Mars, Kelurahan Pringsewu Selatan. Remaja tersebut diduga hendak mengikuti aksi perang petasan.
Selain itu, tim patroli lain juga mengamankan seorang remaja di jalan perbatasan antara Pekon Podomoro dan Kelurahan Pringsewu Utara. Remaja tersebut kedapatan membawa kembang api berukuran besar yang diduga akan digunakan dalam aksi perang petasan.
Proses Pembinaan dan Pengembalian kepada Keluarga
Seluruh remaja yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek Pringsewu Kota untuk didata dan diberikan pembinaan. Polisi juga memanggil orang tua serta aparatur pekon setempat untuk turut hadir dalam proses tersebut. Setelah dilakukan pembinaan, sebanyak 14 remaja diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing.
Namun, barang bukti berupa kendaraan bermotor dan sarung modifikasi masih diamankan sebagai efek jera. Sementara itu, pria berinisial A (22) warga Kecamatan Banyumas yang kedapatan membawa pil tramadol diserahkan ke Satresnarkoba Polres Pringsewu untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Imbauan dari Kapolsek Pringsewu Kota
Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora, menjelaskan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja yang kerap meningkat selama Ramadan, seperti perang sarung, perang petasan, hingga penyalahgunaan obat-obatan.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Perang sarung dan petasan bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban luka dan konsekuensi hukum.
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mengawasi Anak
Ramon juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari. Menurutnya, pengawasan dan komunikasi yang baik dari keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah remaja terjerumus dalam perilaku negatif.
“Kami berharap para orang tua lebih peduli dan memastikan anak-anaknya berada di rumah pada jam-jam rawan. Peran keluarga sangat penting untuk mencegah anak terlibat dalam kenakalan remaja maupun perbuatan melanggar hukum,” tegasnya.
Komitmen Polisi dalam Mencegah Kenakalan Remaja
Ramon menambahkan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan preemtif dan preventif melalui patroli rutin, khususnya selama Ramadan. Ia juga menegaskan polisi tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Jika masih ditemukan pelanggaran serupa, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











