Kabar Terbaru tentang Transfer Joshua Zirkzee dan Kepindahan Donyell Malen ke AS Roma
AS Roma kini menghadapi situasi yang cukup mengecewakan terkait transfer Joshua Zirkzee dari Manchester United. Pada jendawa transfer Januari, klub Italia ini terus-menerus menunjukkan ketertarikan terhadap pemain asal Belanda tersebut. Meskipun ada keyakinan bahwa Zirkzee tertarik untuk pindah ke Giallorossi, upaya mereka tidak berhasil karena harga yang ditawarkan oleh Setan Merah terlalu tinggi.
Pemain berusia 24 tahun itu sebenarnya tidak pernah benar-benar mendesak untuk meninggalkan Manchester United. Selain itu, ia juga sedang mengalami cedera selama beberapa minggu menjelang akhir Januari. Hal ini membuatnya tidak menjadi starter di bawah asuhan Michael Carrick. Bahkan, Zirkzee jarang dimainkan oleh pelatih baru Ruben Amorim, yang lebih sering menggunakan Matheus Cunha sebagai striker utama.
Seiring waktu, penyesalan mulai muncul di AS Roma. Zirkzee kemungkinan akan segera kembali ke Italia pada musim panas. Manchester United menginginkan kesepakatan senilai 30 juta euro. Laporan terbaru menyebutkan bahwa awalnya, Zirkzee sangat ingin membuktikan dirinya kepada Carrick. Namun, hal itu belum sepenuhnya terjadi dan sebagai akibatnya, ia kemungkinan akan kembali ke Italia.
Saat ini, Juventus memimpin persaingan untuk mendapatkan Zirkzee. Meskipun ada minat dari beberapa klub lain, Juve kemungkinan besar akan kehilangan Dusan Vlahovic di musim panas. Kontrak pemain Serbia itu akan berakhir pada saat itu dan tidak ada tanda-tanda perpanjangan. Jonathan David belum menunjukkan performa yang konsisten, sementara perekrutan Lois Openda berakhir sebagai kegagalan total. Hal ini membuat Juventus mempertimbangkan untuk merekrut Zirkzee.
Kesepakatan kini bisa lebih murah daripada sebelumnya, dengan Manchester United menuntut 30 juta euro. Pada bulan Januari, harga yang diminta mendekati 40 juta euro, yang memastikan Roma gagal dalam upaya mereka. Keluarnya pemain dari Manchester United dapat membantu Zirkzee. Dalam beberapa minggu terakhir, jelas terlihat bahwa masa bakti pemain berusia 24 tahun itu di Old Trafford sudah hampir berakhir.
Carrick lebih sering menggunakan Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko di lini depan. Bahkan jika Zirkzee tersedia di bangku cadangan, ia hanya mendapatkan menit bermain yang sangat terbatas. Situasi masih bisa berubah, tetapi tampaknya sang striker tidak memiliki masa depan jangka panjang di Manchester United.
Peran Luciano Spalletti dalam Pengembangan Striker
Sistem Luciano Spalletti selalu membuat striker yang piawai dalam membangun serangan berkembang, seperti yang terlihat dari penggunaan Victor Osimhen di Napoli. Bahkan David pun menunjukkan sekilas kemampuan itu, ketika ia bermain bagus. Itulah mengapa kepindahan Zirkzee ke Juve bisa menjadi langkah yang baik bagi mantan pemain Bologna itu.
Ia masih memiliki banyak pengagum di Italia dan inilah saatnya baginya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. AS Roma dan Napoli pada saat ini sedang memperebutkan pemain milik Manchester United. Pergantian pelatih Manchester United di tengah jendela transfer Januari secara signifikan memengaruhi rencana AS Roma dan Napoli, yang sedang memantau Joshua Zirkzee dan Kobbie Mainoo.
Menurut Fabrizio Romano, Partenopei hampir saja mengamankan gelandang tersebut. Kebangkitan Scott McTominay dan Rasmus Hojlund setelah meninggalkan Old Trafford dan pindah ke Campania turut meyakinkan sang pemain bahwa itu adalah jalan yang tepat untuk ditempuh. Azzurri mencapai kesepakatan dengan agennya untuk peminjaman tanpa opsi pembelian pada bulan Desember. Namun, Setan Merah tidak pernah memberikan lampu hijau.
Kobbie Mainoo tetap di Manchester United dan dia lebih sering bermain di bawah asuhan Michael Carrick. Yang kemungkinan besar mengakhiri rumor kepindahannya ke Napoli untuk selamanya, sementara Joshua Zirkzee akan tetap menjadi pilihan bagi Roma dan klub Serie A lainnya di musim panas.
Kepindahan Donyell Malen ke AS Roma
Meski gagal mendapatkan Zirkzee, AS Roma kini fokus pada Donyell Malen. Pemain internasional Belanda ini telah memberikan dampak luar biasa di Serie A dengan lima gol dalam lima pertandingan pertamanya. Malen mencetak dua gol lagi malam ini dalam pertandingan imbang 2-2 yang mendebarkan melawan Napoli.
Namun, ia tidak senang dengan hasilnya, setelah dua kali melihat keunggulan mereka lepas akibat tendangan Leonardo Spinazzola yang membentur pemain lawan dan gol telat Alisson Santos. Malen memberikan dampak yang luar biasa bagi komunitas Roma.
“Sejujurnya, saya cukup kecewa. Saya pikir kami pantas menang dan sudah melakukan yang terbaik,” kata Donyell Malen.
“Saya memiliki firasat baik ketika menandatangani kontrak dengan klub ini. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan saya tahu kualitas saya.”
“Dalam sepak bola, Anda juga membutuhkan sedikit keberuntungan dan momentum, jadi saya sangat senang berada di sini.”
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengatakan bahwa Malen adalah penyerang ideal untuk gaya sepak bolanya. Jadi peran apa yang dimainkan oleh mantan ahli taktik Atalanta itu dalam meyakinkannya untuk memilih Stadio Olimpico.
“Gasperini memainkan peran besar, dia memberi tahu saya tentang posisi tersebut dan apa yang dia inginkan dari saya, apa yang menurutnya dapat saya berikan kepada tim,” jawab Malen.
“Saya percaya Roma adalah klub yang sangat besar, dengan ambisi besar, dan tempat yang tepat bagi saya untuk bermain sepak bola.”
“Itulah mengapa saya memilih Roma.”
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











