Daftar Negara yang Memulai Puasa Ramadhan pada 18 Februari 2026
Pada hari Rabu, 18 Februari 2026, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya memulai ibadah puasa Ramadhan. Negara-negara tersebut mencakup Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), sementara Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut. Penetapan awal Ramadhan dilakukan setelah otoritas keagamaan setempat menyatakan bahwa hilal awal Ramadhan telah terlihat, sesuai metode rukyatul hilal yang umum digunakan di kawasan tersebut.
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah dan merupakan bulan paling suci bagi umat Islam. Pada bulan ini, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang puncaknya diperingati melalui malam Lailatul Qadr, diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Durasi bulan Ramadhan biasanya berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada penampakan hilal di akhir bulan. Untuk tahun 2026, berdasarkan perhitungan astronomi di Dubai, Ramadhan diperkirakan berlangsung selama 29 hari. Namun, keputusan resmi tetap akan ditetapkan setelah dilakukan rukyatul hilal menjelang akhir Ramadhan.
Negara-Negara yang Menetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026
Beberapa negara mayoritas telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026. Daftar negara tersebut antara lain:
- Arab Saudi
- Uni Emirat Arab (UEA)
- Qatar
- Kuwait
- Irak
- Yaman
- Lebanon
- Palestina
- Bahrain
Keputusan ini didasarkan pada laporan kalender hilal dan pengumuman resmi dari otoritas agama di masing-masing negara. Di Arab Saudi, misalnya, pemerintah melalui Supreme Court mengumumkan bahwa hilal telah terlihat pada malam Selasa (17/2/2026). Sehingga, Rabu (18/2/2026) ditetapkan sebagai hari pertama Ramadan 1447 H. Pengamatan hilal dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Hawtat Sudair dan Tumair di wilayah Al-Majma’ah. Abdulaziz Al-Muainaa dari Observatorium Al Hareeq menjelaskan bahwa matahari terbenam tepat pukul 17.52 waktu setempat, dengan kondisi cuaca yang mendukung sehingga hilal dapat terlihat jelas.
Di Uni Emirat Arab (UEA), Komite Pengamatan Bulan secara resmi mengumumkan bahwa hilal terlihat dan menetapkan 18 Februari 2026 sebagai awal puasa Ramadan. Sementara itu, Qatar, Kuwait, Irak, Yaman, Lebanon, Palestina, dan Bahrain juga mengumumkan tanggal yang sama sebagai awal Ramadan setelah pengamatan hilal.
Mengapa Beberapa Negara Memulai Ramadan pada 18 Februari?
Banyak negara di wilayah Timur Tengah dan Gulf mengikuti metode ru’yah (penglihatan hilal) tradisional. Jika hilal terlihat pada malam 29 Sha’ban, maka hari berikutnya langsung menjadi 1 Ramadan. Arab Saudi memiliki peran penting karena pengumuman awal dari Supreme Court biasanya diikuti oleh negara-negara lain yang mengikuti kalender dan keputusan Saudi.
Perbedaan tanggal di antara negara terjadi karena variasi geografis dalam visibilitas hilal. Di beberapa wilayah, hilal mungkin terlihat, sementara di wilayah Asia Tenggara atau lainnya tidak terlihat, sehingga mereka menunda hingga 19 Februari. Beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei menetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari 2026 karena hilal tidak terlihat pada malam 17 Februari atau mengikuti hisab/astronomis lokal.
Indonesia Mulai Puasa pada Kamis 19 Februari 2026
Sementara itu, Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Menag menyampaikan bahwa hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal menjadi dasar penetapan tanggal tersebut. Sidang isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Kriteria visibilitas hilal yang digunakan Indonesia adalah imkanur rukyat yang disepakati bersama negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kriteria tersebut mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











