Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Cuitan Asghar Saleh Bikin Komdis PSSI Panik

Kritik Asghar Saleh Terhadap Komdis PSSI Berujung Sanksi

Pada pertandingan antara Persib Bandung melawan Malut United pada Jumat (6/2/2026), kemenangan 2-0 yang diraih oleh Persib berujung pada sanksi dari Komite Disiplin PSSI (Komdis) terhadap Asghar Saleh, Wakil Manager Malut United. Sanksi tersebut berupa larangan beraktivitas dalam sepakbola selama tiga bulan, sebagaimana tercantum dalam Salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026.

Asghar Saleh mengkritik keras kompetisi sepakbola Indonesia melalui akun Facebook pribadinya, yang membuat Komdis PSSI merasa terganggu. Dalam sidang beberapa hari lalu, ia dijatuhi hukuman tersebut. Namun, sanksi ini tidak membuatnya goyah. Ia membalas dengan cuitan yang penuh kritik dan kekesalan terhadap penyelenggara kompetisi.

Kritik yang Membuat Komdis PSSI Terbakar Jenggot

Asghar Saleh menyatakan bahwa dalam sidang Komdis, isi surat mereka berkaitan dengan pertandingan Persib vs Malut United. Sidang berlangsung kurang lebih 20 menit, dan ia sudah memahami arah sidang karena selama ini Komdis hanya pura-pura bersidang agar memiliki dasar menjatuhkan hukuman yang sudah disiapkan.

Ia juga menyebut bahwa apapun pembelaan yang disampaikan di sidang itu tidak akan didengar. Menurut Asghar, ini adalah pertama kalinya ia menghadiri sidang Komdis sejak mengurus sepakbola sejak tahun 2003. Ia mengaku tidak memiliki alasan cukup untuk memahami posisi Komdis karena banyak ketidakadilan yang justru terlewatkan.

Salah satu contoh ketidakadilan yang ia sebut adalah kasus Yakob Sayuri, yang dihukum tanpa banding oleh Komdis. Asghar menegaskan bahwa Yakob menjadi korban rasis oleh oknum yang menggunakan rompi media. Area itu seharusnya steril dari media, tetapi hanya Malut United yang dihukum.

Penolakan terhadap Tuduhan Penghinaan

Asghar Saleh menegaskan bahwa ia dinyatakan bersalah karena “menghina”. Ia bertanya siapa yang ia hina. Ia menulis bahwa ia hanya menyampaikan refleksi personal terhadap keburukan wasit dalam pertandingan itu yang disaksikan jutaan orang di televisi.

Menurutnya, dalam KUHP, pasal penghinaan adalah delik pengaduan. Ia bertanya apakah para mafia yang ia sebut dalam postingannya mengadukan dirinya ke Komdis atau apakah ada orang-orang yang terganggu kepentingannya karena ia mengkritik sesuatu untuk kebaikan.

Ia juga menegaskan bahwa ia bukan pemain atau pelatih yang terlibat secara langsung saat pertandingan berlangsung. Tidak ada prinsip FairPlay yang ia langgar selama pertandingan itu. Ia hanya menyampaikan kritik secara personal tanpa menyebut jabatan sebagai Wakil Manager Malut United.

Perasaan Diskriminasi dan Kekesalan terhadap Komdis

Asghar Saleh menyatakan bahwa ia bangga ketika dalam proses mengkritik kepemimpinan wasit dan menyebut ada mafia, Komdis langsung menjatuhkan hukuman. Ia mengatakan bahwa ia akan terus mengkritik segala sesuatu yang tidak benar dalam sepakbola Indonesia karena tujuannya adalah untuk perbaikan.

Ia juga menyatakan bahwa jika kritik dibungkam dengan hukuman dan denda, maka ia akan terus melawan dengan akal sehat. Ia menegaskan bahwa ia akan terus mendukung Malut United karena ini adalah kebanggaan bersama. Ini identitas dan alat perjuangan mereka untuk perbaikan sepakbola Indonesia.

Asghar Saleh secara resmi pamit dari urusan sepakbola yang dikelola oleh federasi karena dihukum larangan beraktivitas dalam sepakbola selama tiga bulan. Ia menilai dasar hukum dan bentuk hukumannya terlalu umum. Meskipun begitu, ia tetap akan terus mengkritik dan berjuang demi perbaikan sepakbola Indonesia.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *