Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Ramadan
Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat memiliki berbagai tradisi yang dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan penuh berkah ini. Salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah ziarah kubur. Bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, ziarah kubur memiliki landasan syariat dalam Islam. Dalam perayaan Ramadhan 1447 Hijriah yang akan dimulai pada Februari 2026, tradisi ini menjadi momen penting bagi umat Muslim.
PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 2026 bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, Pemerintah akan menentukan awal puasa melalui sidang isbat yang akan dilaksanakan Selasa, 17 Februari 2026. Dengan demikian, masyarakat mulai mempersiapkan diri menjelang bulan suci ini.
Mengapa Ziarah Kubur Dilakukan Menjelang Ramadan?
Dalam Islam, ziarah kubur bukanlah ritual musiman. Ia dianjurkan kapan saja sebagai pengingat akan kehidupan akhirat. Namun, menjelang Ramadan, ziarah terasa lebih bermakna karena bulan suci identik dengan ampunan, doa, dan perenungan. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka kini ziarahilah kuburan (karena yang demikian dapat mengingatkan kalian pada akhirat) (dan dengan menziarahi kubur adalah menambah kebaikan.) Barang siapa yang berkehendak untuk menziarahinya, maka ziarahilah dan jangan kalian mengucapkan kata-kata yang batil.” (HR Muslim, Abu Dawud, Baihaqi, an-Nasa’i, dan Ahmad)
Hadis ini menjadi dasar utama hukum ziarah kubur. Awalnya dilarang karena kekhawatiran praktik syirik pada masa awal Islam, kemudian diperbolehkan setelah akidah umat menguat.
Hukum Ziarah Kubur dalam Islam
Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali sepakat bahwa hukum ziarah kubur adalah sunnah bagi laki-laki. Untuk perempuan, terdapat perbedaan pendapat, namun jumhur ulama membolehkan selama tidak menimbulkan kemungkaran. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa ziarah kubur dianjurkan karena mengandung pelajaran tentang kefanaan dunia dan mendorong zuhud terhadap kehidupan sementara.
Keutamaan Ziarah Kubur
Ziarah kubur bukan hanya amalan simbolik. Ia mengandung keutamaan spiritual. Dalam buku 3 Golongan Musuh Allah pada Hari Kiamat karya Rizem Aizid disebutkan bahwa orang yang rutin berziarah dengan niat yang benar akan memperoleh pahala dan kelembutan hati. Tradisi ini juga mempererat hubungan doa antara yang hidup dan yang telah wafat.
Syekh Abbas al-Qummi dalam Mafatih al-Jinan menjelaskan bahwa membaca doa dan ayat Al-Qur’an di makam menjadi bentuk sedekah spiritual yang pahalanya sampai kepada mayit, menurut sebagian riwayat. Momentum menjelang Ramadan membuat ziarah kubur semakin terasa sebagai pengingat: apakah kita sudah cukup bekal sebelum memasuki bulan penuh ampunan?
Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah
Berikut bacaan doa yang dianjurkan ketika berziarah:
-
Salam kepada Penghuni Kubur
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.
Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukmin. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.” -
Membaca Istighfar
Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.” -
Membaca Surah Al Fatihah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ…
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam…” -
Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد…
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” -
Membaca Kalimat Tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Laailaaha Illallah
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.” -
Membaca Doa Ziarah Kubur
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ…
Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya…”
Perhatikan Adab Ziarah Kubur
Agar ziarah tetap dalam koridor syariat, ada sejumlah adab yang perlu dijaga. Pertama, disunnahkan dalam keadaan suci atau berwudhu. Kedua, mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman. Ketiga, menghadap kiblat ketika berdoa. Keempat, tidak duduk, menginjak, atau bersandar di atas kuburan. Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian duduk di atas kuburan.” (HR Muslim)
Kelima, menghindari sikap berlebihan seperti meminta kepada penghuni kubur atau menjadikan makam sebagai tempat ritual yang tidak dicontohkan. Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa inti ziarah adalah doa dan pengingat kematian, bukan praktik-praktik yang menjurus pada pengkultusan.
Ziarah Kubur dan Spirit Ramadan
Menjelang Ramadan, ziarah kubur sering kali menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan keluarga yang telah wafat sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah. Rasulullah SAW pernah menziarahi makam ibunya dan menangis, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Tangisan itu bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kasih sayang dan kesadaran bahwa hidup memiliki batas.
Ramadan adalah bulan ampunan. Ziarah kubur mengingatkan bahwa suatu hari, orang lainlah yang akan berdiri di sisi makam kita, mendoakan hal yang sama. Pertanyaannya, jika Ramadan tahun ini menjadi yang terakhir bagi kita, sudahkah hati benar-benar siap? Ziarah kubur menjelang Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan undangan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan yang penuh rahmat.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











