Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Napoli dan Milan Tampil Mengesankan di Serie A, Conte Gandang Inter dan Juventus

Napoli Tersingkir dari Coppa Italia, Antonio Conte Sindir Inter Milan dan Juventus

Napoli harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dari perempatfinal Coppa Italia. Tim yang diarsiteki oleh Antonio Conte ini kalah dalam adu penalti dari Como di Stadio Diego Armando Maradona, Rabu (11/2/2026). Hasil tersebut membuat Napoli gagal memburu trofi tambahan musim ini, setelah sebelumnya juga terdepak dari Liga Champions.

Pertandingan berakhir imbang 1-1 di waktu normal, namun Napoli kalah dengan skor 6-7 dalam adu penalti. Kekalahan ini menambah daftar kegagalan tim asuhan Conte, yang sebelumnya juga gagal meraih gelar di Liga Champions. Meski begitu, Napoli masih memiliki kesempatan untuk mempertahankan Scudetto di Liga Italia Serie A.

Cedera Menjadi Penyebab Utama Kegagalan

Setelah laga, Antonio Conte memberikan penjelasan tentang alasan Napoli tidak bisa melanjutkan perjalanan di dua kompetisi. Ia mengungkapkan bahwa cedera menjadi faktor utama yang mengganggu performa timnya.

“Cedera musim ini sungguh luar biasa, dan dengan skuad seperti ini kami tidak bisa berbuat lebih banyak,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia. Ia menambahkan bahwa meskipun timnya bisa saja lolos, dalam satu setengah tahun terakhir mereka sudah meraih Scudetto dan Supercoppa. Dengan situasi cedera yang parah, ia merasa sulit untuk melakukan lebih banyak lagi.

“Kami bermain baik melawan Como yang juga tampil bagus, dan saya berterima kasih kepada para suporter. Kami hanya kurang satu langkah menuju kelolosan,” tambahnya.

Fokus pada Serie A

Setelah tersingkir dari Coppa Italia dan Liga Champions, Napoli kini fokus sepenuhnya pada Liga Italia Serie A. Klub berjulukan Il Partenopei ini menyusul AC Milan sebagai tim yang duduk manis di papan atas klasemen.

Bagi Napoli, ini bisa menjadi keuntungan karena jadwal pertandingan yang lebih ringan dibanding rival-rival lain. Bandingkan dengan Inter Milan yang masih harus bertarung di kualifikasi Liga Champions dan semifinal Coppa Italia.

Di Serie A, Napoli saat ini duduk di peringkat 3 dengan koleksi 49 poin. Mereka tertinggal 9 poin dari Inter Milan yang memimpin klasemen. Meski demikian, Conte tidak yakin dengan kemungkinan Napoli bisa memangkas ketertinggalan.

“Rimonta Scudetto? Bagaimana bisa dikatakan begitu? Kami mengalami cedera yang tidak terduga. Penjelasannya? Mungkin harus ke tempat suci, karena cederanya begitu parah dan berdampak panjang,” ujarnya.

Sindiran Terbuka ke Inter Milan dan Juventus

Tidak hanya itu, Antonio Conte juga menyampaikan sindiran terhadap rival-rivalnya di Serie A, termasuk Inter Milan dan Juventus. Meski tidak secara langsung menyebutkan nama klub tersebut, ia menggunakan kata-kata yang mengarah ke dua mantan klubnya.

Conte memakai jargon “Zero Tituli”, yang pernah dipopulerkan oleh Jose Mourinho. Jargon ini digunakan untuk menyindir tim-tim yang tidak meraih gelar apapun. “Dalam dua tahun ini, kami sudah meraih dua trofi: Scudetto dan Supercoppa. Jadi mulai sekarang saya akan selalu menunjukkan tanda dua jari di setiap konferensi pers,” ujarnya sembari menunjukkan gesture dua jari.

Sindiran ini jelas mengarah ke Inter Milan dan Juventus, yang dalam dua musim terakhir tidak berhasil meraih gelar apa pun. Musim lalu, AC Milan memenangkan Supercoppa sementara Napoli menutup musim dengan Scudetto dramatis. Sementara itu, Inter Milan tersingkir di akhir musim dan kalah di final Liga Champions, serta lebih dulu tersingkir dari Coppa Italia. Adapun Juventus hanya finish di peringkat 4 klasemen Serie A dan tersingkir di perempatfinal Coppa Italia serta playoff Liga Champions.

Musim ini, Juventus juga menjadi rival terdekat Napoli di papan klasemen, hanya berjarak 3 angka. Pernyataan Conte soal “Zero Tituli” jelas melemparkan psywar terbuka bagi para rival di tengah persaingan sengit Serie A.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *