Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Lima Dewa yang Mampu Kalahkan Qin Shi Huang di Record of Ragnarok

Qin Shi Huang dalam Record of Ragnarok

Qin Shi Huang adalah salah satu tokoh utama yang mewakili umat manusia dalam serial animasi Record of Ragnarok. Dalam sejarah, ia dikenal sebagai kaisar pertama yang berhasil menyatukan Tiongkok dan mendirikan Dinasti Qin. Selain menjadi raja yang hebat, dalam versi animenya, ia juga dianggap sebagai salah satu petarung terkuat dari kalangan manusia.

Sejak pertandingannya pada musim ketiga Record of Ragnarok, Qin Shi Huang telah mencuri perhatian dengan kemampuannya menghadapi Hades menggunakan teknik bela diri dan kekuatan mata yang luar biasa. Ia bahkan berhasil mengalahkan Raja Helheim. Namun, apakah ada dewa yang bisa mengalahkannya? Tentu saja ada! Berikut lima dewa yang mungkin bisa mengalahkan Qin Shi Huang dalam pertarungan.

1. Zeus, Dewa Terkuat yang Tak Bisa Dihancurkan

Zeus sering dianggap sebagai dewa terkuat dalam mitos Yunani. Ia berhasil mengalahkan Adam, petarung terkuat manusia. Jika Qin Shi Huang harus berhadapan dengan Zeus, hasilnya pasti akan sangat memprihatinkan.

Zeus memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Hades. Pukulannya mampu mencapai kecepatan cahaya, sehingga teknik Heavenly Hand of Defense yang dimiliki Qin tidak akan cukup untuk menahan serangan tersebut. Bahkan, tembakan bola angin pun tidak akan efektif karena Zeus bisa beralih ke mode Adamas dan menjadi tahan terhadap semua jenis serangan.

2. Poseidon, Petarung Tercepat dalam Dunia Mitos

Poseidon merupakan alasan mengapa Hades turun ke arena. Jika situasinya dibalik, bagaimana jika Poseidon yang melawan Qin Shi Huang?

Poseidon adalah salah satu petarung tercepat dalam Record of Ragnarok. Ia tidak akan bertele-tele dan langsung mencoba membunuh Qin saat pertandingan dimulai. Teknik 40 Day Flood miliknya sangat cepat, kuat, dan datang dari segala arah. Qin tidak akan bisa menghentikannya dengan Chiyou miliknya. Hanya Kojiro Sasaki yang mungkin bisa selamat dari teknik ini karena memiliki Manju Muso.

3. Beelzebub, Lawan Terberat Qin Shi Huang

Beelzebub adalah lawan terburuk Qin Shi Huang karena semua serangannya berbasis getaran. Teknik Heavenly Hand of Defense yang digunakan Qin tidak bisa menangkal serangan ini. Semua serangan fisik Qin juga mudah ditangkis oleh Sorath Samekh.

Sat-satunya alasan Nikola Tesla bisa membuat Beelzebub kewalahan adalah karena teknik Gematria Zone yang membuatnya sangat cepat. Qin tidak memiliki kecepatan atau teknik destruktif yang cukup untuk menghadapi Beelzebub. Jika ingin, Beelzebub bisa langsung mengakhiri pertandingan dengan teknik Original Sin of the Netherworld – No.0: Chaos.

4. Apollo, Petarung dengan Panah Cahaya yang Mematikan

Apollo memiliki kemampuan bela diri yang setara dengan Qin Shi Huang. Keduanya sama-sama arogan dan percaya diri, tetapi memiliki sifat rendah hati. Jika mereka bertemu di arena, pasti akan terjadi interaksi menarik. Namun, dalam pertarungan, Apollo akan unggul.

Apollo sangat lincah dan bisa menghindari tembakan bola angin Qin dengan bantuan Thread of Artemis. Qin sulit dikalahkan karena teknik Chiyou yang defensif, tetapi Apollo bisa mengalahkannya dengan panah cahaya yang sangat akurat dan cepat.

5. Susano’o no Mikoto, Petarung dengan Pedang Imajinasi

Susano’o no Mikoto memiliki teknik yang jauh lebih baik daripada Qin Shi Huang. Ia ahli dalam bela diri, lebih cepat, dan memiliki serangan nonfisik yang mematikan.

Teknik Shinra Yaoyorozu milik Susano’o lebih fleksibel dibandingkan Chiyou. Jika Qin menggunakan Chiyou: Sword Style, Susano’o bisa menggunakan Musouken, pedang tak berwujud yang bisa memotong tanpa menyentuh maupun mendekat. Teknik ini tidak bisa dihentikan oleh Heavenly Hand of Defense atau tembakan bola udara Qin.

Melihat potensi kekalahan telak yang bisa terjadi, sepertinya Brunhilde sudah mempersiapkan Qin Shi Huang untuk melawan Hades. Bagaimana pendapatmu? Apakah kamu setuju dengan analisis ini?

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *