Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kunjungi Rumah Virgoun, Inara Rusli Sedih soal Anak, Terlibat Perselisihan Insanul dan Wardatina Mawa

Perseteruan Hak Asuh Anak Inara Rusli dan Virgoun Kembali Memanas

Kontroversi yang melibatkan penyanyi Virgoun dan mantan istrinya, Inara Rusli, kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, fokusnya jatuh pada perseteruan terkait hak asuh anak mereka. Inara Rusli mengungkapkan rasa pilu setelah mengetahui fakta-fakta baru terkait kondisi anak-anaknya yang kini masih berada di bawah pengawasan Virgoun.

Konflik ini dimulai dari dugaan pengambilan paksa anak oleh pihak Virgoun. Sebelumnya, muncul isu bahwa Inara tidak dapat menjemput anak-anaknya karena adanya konflik antara dirinya dengan mantan suaminya. Namun, kini penjelasan lebih rinci telah disampaikan oleh kuasa hukum Inara, Daru Quthny.

Kronologi Penjemputan Anak

Menurut Daru Quthny, peristiwa penjemputan anak terjadi beberapa minggu lalu pada malam hari. Inara datang ke rumah Virgoun dengan maksud untuk menjemput anak-anaknya. Namun, ia dilarang membawa anak-anak tersebut pulang. Hal ini membuat Inara gagal membawa anak-anaknya kembali ke rumahnya.

“Ya informasi sih tidak ada percekcokan, tetapi adalah dilarang untuk dibawa, untuk dibawa serta oleh Inara. Artinya di situ anak itu dipertahankan untuk tidak ikut ibunya,” ujar Daru Quthny.

Peran Ayah dalam Merawat Anak

Daru kemudian menjelaskan bahwa merawat anak bukanlah kewajiban seorang ayah semata-mata karena ia lebih baik, melainkan kewajiban yang harus dijalani oleh kedua orang tua. Ia menegaskan bahwa kewajiban ayah dalam memberikan sandang, pangan, dan papan harus tetap dijalankan meskipun anak berada di bawah perlindungan ibu.

“Kalau dia merawat yang baik, itu adalah kewajiban. Kewajiban seorang ayah itu sudah pasti, mau anaknya itu di tangan dikuasai dia atau dikuasai oleh ibunya,” kata Daru.

Alasan Virgoun Menghalangi Hak Asuh

Beberapa pihak menyebut bahwa Virgoun belum menyerahkan anak-anak karena kasus hukum Inara yang belum selesai. Namun, Daru menilai alasan ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Menurutnya, status perkara yang sedang berlangsung tidak bisa digunakan sebagai alasan untuk menghalangi hak seorang ibu atas anak-anaknya.

“Alasannya adalah karena dia melihat bahwa Inara ini belum selesai kasusnya. Kasusnya harus selesai, ya kan, nah setelah selesai barulah itu diberikan. Itu kan alasan,” ujarnya.

Dasar Hukum Hak Asuh Anak

Daru merujuk pada Kompilasi Hukum Islam (KHI) serta Undang-Undang Perkawinan yang mengatur tentang hadhanah atau hak asuh anak. Menurut aturan hukum tersebut, hak hadhanah anak berada di tangan ibu, dan tidak bisa dirintangi hanya karena ibu memiliki perkara hukum yang belum selesai.

“Jadi tidak merintangi, tidak menjadi hambatan hak hadhanah itu di tangan ibunya walaupun ibunya saat ini punya perkara yang belum selesai,” tambahnya.

Awal Mula Perseteruan

Persoalan perebutan anak ini bermula pada pertengahan November 2025. Saat itu, Inara Rusli tengah menghadapi laporan dari selebgram Wardatina Mawa terkait dugaan perzinaan dan perselingkuhan dengan pengusaha Insanul Fahmi. Dalam situasi tersebut, Virgoun disebut berinisiatif menjemput dan membawa anak-anaknya dengan alasan menjaga kondisi mental mereka di tengah kasus yang menimpa sang ibu.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi Inara disebut telah membaik dan proses hukum yang dihadapinya mulai berkembang. Dalam situasi tersebut, Inara meminta agar anak-anaknya dikembalikan.

“Berjalannya waktu dari November ke Desember, Inara ini meminta anaknya untuk dikembalikan. Dasarnya apa? Karena Inara dan mantannya sudah bercerai,” jelas Daru.

Hak Asuh Anak Secara Hukum

Daru menegaskan bahwa secara hukum, Inara memiliki hak hadhanah atas anak-anaknya. Putusan hukum menyebutkan bahwa anak dapat tinggal bersama ibu hingga usia 12 tahun. Setelah itu, anak dapat memilih untuk tinggal dengan ibu atau ayahnya.

“Putusannya Inara punya hak hadhanah untuk memelihara anak sampai dengan 12 tahun. Baru setelah itu, anaknya bisa memilih untuk tinggal dengan ibu atau ayahnya,” tuturnya.

Meski demikian, hingga kini anak-anak tersebut belum juga dikembalikan kepada Inara.

“Sampai detik ini, V tidak kunjung mengembalikan anaknya kepada Inara.”

Tudingan Nafkah Anak

Terkait anggapan bahwa langkah Inara melapor dipicu oleh persoalan nafkah anak, Daru membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan laporan itu murni dilakukan demi kepentingan anak.

“Inara ini bukan berkunjung, tetapi mau mengambil anaknya. Ini kondisi yang lagi diputar, seolah Inara ini lagi berkasus, anaknya baik-baik saja, tidak dipersulit untuk kunjungan, dan dianggap Inara numpang hidup dari hak anak yang diberikan ayahnya,” tegas Daru.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *