Pengertian Arti Kata Forbidden Fruits dan Penggunaannya dalam Berbagai Bahasa
Kata “forbidden fruits” sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam bahasa formal maupun dalam pergaulan sehari-hari. Di kalangan masyarakat Riau, khususnya di Pekanbaru, istilah ini sudah cukup populer, terutama dalam percakapan informal. Artikel ini akan menjelaskan arti kata forbidden fruits secara umum, dalam bahasa gaul, serta dalam Bahasa Melayu Riau.
A. Arti Kata Forbidden Fruits atau Forbidden Fruits Artinya
Secara harfiah, arti dari kata “forbidden fruits” adalah buah terlarang. Dalam konteks makna yang lebih mendalam, istilah ini merujuk pada sesuatu yang dilarang atau tidak diizinkan, tetapi justru menarik perhatian karena larangan tersebut.
Berikut penjelasan lebih rinci:
- Asal Usul: Istilah ini berasal dari kisah Adam dan Hawa dalam Kitab Kejadian, di mana mereka dilarang memakan buah dari pohon pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan. Meskipun dilarang, mereka akhirnya memakannya, yang mengakibatkan pengusiran mereka dari Taman Eden.
- Psikologi: Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai Efek Buah Terlarang (The Forbidden Fruit Effect), yang menyatakan bahwa sesuatu yang dilarang cenderung menjadi lebih diinginkan.
- Penggunaan Umum: Istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada hal-hal yang dianggap tabu, tidak pantas, atau berbahaya, tetapi tetap menarik perhatian dan keinginan. Contohnya, forbidden fruit dapat merujuk pada hubungan terlarang, pengetahuan yang dilarang, atau kesenangan yang dianggap berdosa.
B. Arti Forbidden Fruits dalam Bahasa Gaul
Dalam bahasa gaul, arti forbidden fruits biasanya merujuk pada sesuatu yang dilarang tapi bikin penasaran; atau hubungan yang tidak direstui; atau godaan yang sulit ditolak.
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
- Sesuatu yang dilarang tapi bikin penasaran: Ini bisa diungkapkan dengan istilah seperti yang nggak boleh tapi pengen, yang haram tapi bikin nagih, atau yang dilarang tapi bikin penasaran.
- Hubungan yang tidak direstui: Jika merujuk pada hubungan asmara, bisa menggunakan istilah seperti cinta belakang layar, pacaran diem-diem, atau hubungan gelap.
- Godaan yang sulit ditolak: Dalam konteks godaan atau sesuatu yang sangat menarik meskipun tahu ada konsekuensinya, bisa diungkapkan dengan nggak kuat iman, khilaf, atau tergoda.
Contoh kalimat:
– “Dia itu emang forbidden fruit banget, sih. Nggak boleh dideketin, tapi malah bikin penasaran.”
– “Udah tahu itu hubungan gelap, tapi tetep aja dikejar. Emang dasar forbidden fruit!”
Secara kiasan, arti forbidden fruits dalam bahasa gaul sering dikaitkan dengan “buah dada”. Istilah ini bisa digunakan secara metaforis untuk merujuk pada bagian tubuh yang dianggap sensual atau tabu. Interpretasi ini sangat bergantung pada konteks percakapan, nada bicara, dan hubungan antara pembicara.
C. Arti Forbidden Fruits dalam Bahasa Melayu Riau
Dalam Bahasa Melayu Riau, arti forbidden fruits secara harfiah adalah “buah terlarang”. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
- Makna Harfiah: Sama seperti dalam Bahasa Indonesia, buah terlarang secara harfiah merujuk kepada buah yang dilarang untuk dimakan atau disentuh.
- Makna Kiasan: Secara kiasan, buah terlarang merujuk kepada sesuatu yang dilarang, tidak diizinkan, atau dianggap tabu, tetapi justru menjadi sangat menarik atau menggoda. Ini bisa berupa hubungan terlarang, kesenangan yang dianggap berdosa, atau pengetahuan yang seharusnya tidak diakses.
Contoh kalimat:
– “Janganlah kau kejar buah terlarang itu, hanya akan membawa masalah.”
– “Buah terlarang memang selalu nampak lebih manis.”











