Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Menemui Maestro yang Humble

Pengertian Maestro dalam Konteks Kompasiana

Maestro, menurut Wikipedia, berasal dari Bahasa Italia yang berarti master atau guru. Umumnya, gelar ini digunakan dalam konteks musik klasik dan opera. Diberikan kepada seorang komposer, konduktor, atau guru musik terkemuka. Di Kompasiana, istilah maestro diadopsi sebagai pangkat kehormatan untuk para penulis yang mencapai poin tertentu.

Pencapaian pangkat maestro melalui beberapa tingkatan, yaitu Debutan, Junior, Taruna, Penjelajah, Fanatik, dan Senior. Setiap tingkatan diberikan berdasarkan jumlah poin yang dikumpulkan oleh penulis. Poin tersebut merupakan indikator keaktifan dan reputasi penulis di platform Kompasiana. Poin bisa diperoleh dari:

  • Kegiatan menulis artikel di Kompasiana.
  • Verifikasi akun.
  • Rating yang diberikan oleh pembaca.

Sistem poin dan pangkat diperkenalkan sejak tanggal 18 Oktober 2017. Sebelumnya, fitur ini masih dalam tahap uji coba dan belum melalui perhitungan sebenarnya.

Kompasianer dengan Aktivitas Tinggi

Salah satu contoh penulis yang sangat aktif adalah ayahanda Tjiptadinata Effendi. Ia telah aktif sejak 14 Oktober 2014 dan sering menayangkan artikel setiap hari. Banyak artikel yang ditulisnya mengandung pelajaran hidup yang bermakna dan inspiratif. Beliau juga sangat rendah hati dalam perilaku dan tulisan-tulisannya.

Ayahanda Tjiptadinata Effendi dan bunda Roselina Tjiptadinata memiliki pengalaman hidup yang luar biasa. Mereka membagikan pengalaman tersebut dalam bentuk tulisan yang sarat makna. Ketika bertemu dengan mereka, saya merasakan adab dan kerendahan hati yang sangat tulus.

Terakhir kali bertemu dengan beliau di Mediterania Boulevard Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/1), kami diterima dengan hangat. Sikap tidak sombong dan tidak merasa lebih pintar dibanding orang lain memancarkan ketenangan dan rasa hormat.

Kompasianer Lain yang Mendapat Pangkat Maestro

Selain ayahanda Tjiptadinata Effendi, ada juga Kompasianer lain yang mendapatkan pangkat maestro. Salah satunya adalah Irwan Rinaldi Sikumbang dengan 251.668 poin. Selain itu, Fera Nuraini juga menjadi maestro dengan 304.117 poin. Fera Nuraini adalah pekerja migran Indonesia di Hongkong yang aktif sejak tahun 2011. Saat itu, banyak pekerja migran Indonesia saling mengunjungi artikel di Kompasiana.

Namun, saat ini Fera Nuraini tidak lagi aktif menulis. Angka poinnya tidak bergerak, meskipun ia pernah kembali aktif di Agustus 2019. Saya belum melihat aktivitas terbarunya di Kompasiana.

Perubahan Nama Akun Ayahanda Tjiptadinata Effendi

Beberapa waktu lalu, ayahanda Tjiptadinata Effendi menghapus sebutan “The First Maestro in ” dari profil akunnya. Beliau melakukannya demi menjaga kedamaian dan persaudaraan sesama penulis. Beliau percaya bahwa kedamaian lebih penting daripada pengakuan atau sebutan.

Kebesaran hati dan kerendahan hati beliau berasal dari pengalaman panjang menghadapi tantangan hidup. Beliau ingin memastikan bahwa Kompasiana tetap menjadi ruang saling menguatkan dan tidak menjadi tempat perdebatan atau luka.

Kesimpulan

Ayahanda Tjiptadinata Effendi adalah maestro seni kehidupan. Beliau adalah maestro pertama dalam hidup saya. Meski sebutan maestro dihilangkan, saya tetap menghargai jasa dan dedikasinya. Beliau mengajarkan bahwa kerendahan hati dan kesabaran adalah nilai-nilai yang paling berharga dalam kehidupan.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *