Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Doa Selamat Datang Ramadan 2026 dengan 3 Permohonan Mulia

Doa Menyambut Ramadan dan Persiapan yang Perlu Dilakukan

Menyambut bulan suci Ramadan menjadi momen penting bagi umat Islam. Tidak hanya dalam bentuk puasa, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta meraih ampunan dari Allah SWT. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri adalah dengan membaca doa menyambut Ramadan.

Doa ini merupakan bentuk harapan agar Allah memberikan kesehatan, umur panjang, serta kemampuan untuk menjalankan ibadah secara optimal selama bulan penuh berkah ini. Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Ammi Nurbaits menjelaskan bahwa doa menyambut Ramadan diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, seorang ulama tabi’in. Doa tersebut diyakini sebagai doa yang biasa dipanjatkan oleh orang-orang saleh di masa awal Islam, bahkan memiliki kemungkinan berasal dari praktik para sahabat Rasulullah SAW.

Doa tersebut berbunyi:
“Allahumma sallimni ila ramadhana wa sallim li ramadhana wa tasallamhu minni mutaqabbalan.”
Artinya:
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga bertemu Ramadan, antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.”

Doa ini mengandung tiga permohonan utama kepada Allah SWT. Pertama, Allahumma sallimni ila ramadhana, yaitu permintaan agar diberi kesehatan fisik, kekuatan mental, serta umur panjang hingga dapat bertemu Ramadan. Kedua, wa sallim li ramadhana, yakni memohon kemudahan dalam menjalankan seluruh ibadah Ramadan, mulai dari puasa hingga ibadah malam. Ketiga, wa tasallamhu minni mutaqabbalan, yaitu harapan agar semua amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.

Persiapan Fisik Menjelang Bulan Ramadan

Selain berdoa, persiapan menjelang Ramadan juga perlu dilakukan secara fisik dan batin. Ustaz Ammi menjelaskan bahwa aktivitas Ramadan menuntut kekuatan fisik karena melibatkan puasa di siang hari serta qiyamul lail, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah di malam hari. Karena itu, bulan Syaban dianjurkan sebagai masa pemanasan, termasuk membiasakan puasa sunnah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan ini.

Coba lakukan persiapan fisik, karena kegiatan di bulan Ramadan meliputi puasa, qiyamul lail, tadarus, dan sedekah. Dari keempat kegiatan ini, manusia akan menjalani jihad fisik siang malam. Di siang hari puasa, malam salat malam. Konsekuensinya berat beraktivitas siang hari. Maka pemanasan sebelum Ramadan sangat diperlukan.

Dari sisi ibadah, umat Islam juga dianjurkan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an sebelum Ramadan. Membentuk halaqah tadarus sederhana, bahkan hanya berdua, dinilai efektif untuk melatih konsistensi membaca Al-Qur’an. Tak heran jika para hafiz dan pencinta Al-Qur’an memperbanyak bacaan mereka sejak Syaban.

[DIGAMBAR-0]

Persiapan Batin

Persiapan batin pun tak kalah penting. Membersihkan hati dari dosa menjadi kunci agar ibadah Ramadan terasa ringan. Ustaz Ammi mengutip Surah Al-Insyirah yang menggambarkan dosa sebagai beban berat di punggung manusia. Ketika dosa berkurang, ketaatan pun terasa lebih ringan dan ibadah menjadi lebih khusyuk.

Jadi dosa itu digambar dalam Alquran seperti kita memikul sesuatu. Dengan dosa maka manusia jadi malas baca Alqura, tak mau taat.

Kesimpulan

Dengan doa, persiapan fisik, dan pembersihan batin, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin, sehingga setiap amal yang dilakukan bernilai ibadah dan mendapat ridha Allah SWT. Dengan persiapan yang matang, Ramadan akan menjadi momentum istimewa untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *