Debut yang Mengesankan dan Kemenangan Pertama di Daihatsu Indonesia Masters 2026
Moh. Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, mencatatkan debut yang mengesankan dalam pertandingan resmi BWF di Istora Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pada babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2026, Ubed berhasil mengalahkan Kiran George dari India dengan skor 21-17 dan 21-14.
Pada awal pertandingan, Ubed sempat kesulitan dan tertinggal dalam perolehan skor. Namun, juara Asia Junior Championships 2025 ini mampu bangkit dan mengatasi tekanan lawan untuk berbalik unggul.
“Saya bersyukur bisa meraih kemenangan tanpa cedera. Meskipun di game pertama sempat ketinggalan, saya berusaha tetap tenang. Beban pasti ada, tapi Alhamdulillah saya bisa mengatasinya,” ujar Ubed usai pertandingan.
Meski menang dua game langsung, Ubed mengakui bahwa masih ada hal yang perlu diperbaiki. Apalagi pada babak kedua, ia akan menghadapi Juara Dunia 2021 dari Singapura, Loh Kean Yew. Dalam rekor pertemuan, Ubed sementara unggul 1-0 atas Loh setelah sebelumnya mengalahkannya dalam ajang SEA Games 2025 dengan skor 21-19, 21-10.
“Walaupun sebelumnya sudah pernah menang, saya tidak boleh lengah,” ujar Ubed yang kini berada di peringkat 46 dunia.
Ubed juga menyebutkan bahwa fokus utamanya adalah pemulihan tubuh. Ia berharap bisa melangkah jauh di turnamen level Super 500 ini dengan target minimal ke babak perempat final.
“Sudah diskusi sama pelatih, targetnya seperti ini. Semoga bisa tercapai, bahkan bisa melewati target,” tambah Ubed.
Tiga Wakil Tunggal Putra Indonesia Juga Berjuang
Selain Ubed, tiga wakil tunggal putra Indonesia lainnya juga akan bertarung memperebutkan tempat di babak kedua Daihatsu Indonesia Masters 2026. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan Muhamad Yusuf.
Di sisi lain, pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindita, juga berhasil melaju ke babak kedua. Mereka mengalahkan pasangan Malaysia Jimmy Wong/Lai Pei Jing dengan skor 21-10, 21-17.
Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi debut Dejan/Bernadine sebagai pasangan baru pada ajang Indonesia Masters. Meski baru dipasangkan sekitar lima bulan terakhir, keduanya mampu menunjukkan permainan solid dan percaya diri tinggi sejak awal pertandingan.
Performa Solid dan Kepercayaan Diri Tinggi
Pada gim pertama, Dejan/Bernadine tampil dominan dengan tempo cepat dan minim kesalahan. Dominasi mereka berujung pada kemenangan telak 21-10 dalam waktu relatif singkat. Perlawanan pasangan Malaysia mulai terasa pada gim kedua, namun ketenangan Dejan/Bernadine dalam mengontrol reli menjadi pembeda.
“Puji Tuhan kami bisa bermain dengan baik sejak awal. Dari poin pertama sudah in. Dukungan penonton luar biasa dan itu menambah semangat serta kepercayaan diri kami,” ujar Bernadine.
Dejan menambahkan bahwa persiapan dan analisis lawan menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut. Ia menyebut pertemuan sebelumnya dengan Wong/Lai memberi keuntungan tersendiri.
“Ini pertemuan kedua kami dengan mereka, jadi kami sudah punya gambaran. Sebelum bertanding, kami menganalisis permainan lawan dan menyusun rencana. Puji Tuhan semuanya berjalan sesuai rencana,” kata Dejan.
Sebelumnya, Dejan/Bernadine juga pernah menghadapi Wong/Lai pada turnamen Malaysia Super 100 Oktober 2025. Saat itu, pasangan Indonesia menang melalui laga tiga gim dengan skor 17-21, 21-17, 21-14.
Pengalaman Baru dan Progres yang Menjanjikan
Dejan menilai Indonesia Masters 2026 menjadi ajang penting untuk mengukur perkembangan mereka sebagai pasangan baru. Ia mengakui masih ada proses adaptasi yang harus dijalani, namun optimistis dengan progres yang ditunjukkan.
“Kami pasangan baru, jadi ini pengalaman baru. Posisi bermain juga berbeda sehingga perlu adaptasi. Tujuan kami ingin melihat sejauh mana kami bisa melangkah. Progresnya cukup bagus dan performa mulai meningkat,” ujarnya.
Dejan juga menekankan pentingnya menjaga fokus saat tampil di kandang sendiri. Menurutnya, atmosfer khas Istora bisa menjadi keuntungan sekaligus tantangan bagi pemain tuan rumah.
“Bermain di Istora itu spesial. Penonton banyak, tetapi kadang terlalu antusias. Itu harus dikontrol agar tidak mengganggu permainan. Komunikasi di lapangan sangat penting,” kata Dejan.
Selain pertandingan, Dejan dan Bernadine turut mengapresiasi penyelenggaraan Daihatsu Indonesia Masters yang dinilai selalu memberi kesan positif. Mereka menilai standar pelayanan turnamen berjalan baik dan ramah bagi penonton.
“Indonesia Masters tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perlakuan dari sponsor dan penyelenggara sangat bagus. Harga tiket juga terjangkau sehingga penonton bisa datang lebih banyak,” ujar Dejan.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











