Al Nassr Tidak Pernah Menang di Awal Tahun 2026
Awal tahun 2026 menjadi masa yang berat bagi Al Nassr dalam menghadapi kompetisi Liga Arab Saudi. Tim yang dipimpin oleh pelatih Jorge Jesus ini gagal meraih kemenangan dalam dua laga terakhir mereka, sehingga memengaruhi performa Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya.
Dari dua pertandingan yang dijalani, Al Nassr kalah dari Al Ahli dengan skor 3-2 dan kemudian dikalahkan oleh Al Qadisiyah dengan skor 1-2. Kekalahan ini membuat Al Nassr turun ke posisi kedua klasemen sementara, tertinggal satu poin dari Al Hilal.
Pada pertandingan melawan Al Ahli, Al Nassr sempat mencoba membalas dengan dua gol yang dicetak oleh Abdulelah Al Amri. Namun, dua gol dari Ivan Toney dan Merih Demiral membuat Al Ahli unggul 3-2. Kekalahan ini menandai pertama kalinya Al Nassr kalah sejak awal musim 2025/2026.
Kemudian pada pertandingan melawan Al Qadisiyah, Al Nassr kembali menderita kekalahan. Meskipun tampil di depan pendukung sendiri, Al Nassr justru kalah 1-2. Gol pembuka dari Julian Quinones (menit 51) dan gol tambahan dari Nahitan Nandez (menit 66) membuat Al Qadisiyah unggul. Ronaldo berhasil membawa Al Nassr menyamakan skor melalui eksekusi penalti di menit 81.
Kini, Al Nassr tertinggal empat poin dari Al Hilal, yang memuncaki klasemen dengan 35 poin. Al Taawon dan Al Nassr sama-sama memiliki 31 poin, sedangkan Al Qadisiyah juga mendekati posisi tersebut.
Tips Mempermalukan Cristiano Ronaldo Diungkap Brendan Rodgers
Setelah pertandingan melawan Al Qadisiyah, pelatih Al Qadisiyah, Brendan Rodgers, memberikan wawancara tentang strategi sukses timnya dalam mengalahkan Al Nassr. Mantan pelatih Liverpool ini mengatakan bahwa fokus utama adalah memaksa pemain Al Nassr untuk melakukan umpan panjang.
“Kami menganalisis kelemahan Al-Nassr, khususnya organisasi pertahanan dan tekanan mereka,” ujar Rodgers. “Kami mencoba memaksa mereka untuk memainkan bola-bola panjang, dan ketika mereka menemukan waktu untuk mengoper, mereka memiliki pemain-pemain berbakat yang mampu melakukannya.”
Rodgers juga menyebut bahwa Al Qadisiyah layak menang lebih dari 2-0. Ia menilai bahwa gol Ronaldo melalui penalti tidak layak mengoyak gawang Al Qadisiyah. “Filosofi saya didasarkan pada intensitas menyerang, dan saya ingin tim saya menyerang dengan seimbang. Kami seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol, dan kami kurang beruntung dengan penalti tersebut.”
Persaingan Semakin Sengit
Kemenangan Al Qadisiyah membuat persaingan di papan atas semakin ketat. Al Taawon, Al Qadisiyah, dan Al Ittihad berada di bawah Al Nassr, namun jarak antara mereka dan Al Hilal masih relatif kecil.
Kekalahan Al Nassr berlanjut menjadi teka-teki besar. Dalam pertandingan terdekat, Al Nassr akan menghadapi Al Hilal di Kingdom Arena. Jika kalah, Al Nassr bisa saja terguling dari posisi kedua, sekaligus memperlebar jarak poin dari Al Hilal.
Untuk mengikis ketertinggalan empat poin, Al Nassr harus meraih kemenangan mutlak dalam laga ini. Performa Ronaldo dan rekan-rekannya akan menjadi kunci dalam upaya mereka mengembalikan momentum di Liga Arab Saudi.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











