Budaya Ngopi di Pontianak: Ruang Sosialisasi dan Tempat Kerja yang Menarik
Budaya ngopi di Kota Pontianak semakin berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama kalangan anak muda. Banyaknya coffee shop dan warung kopi dengan konsep beragam membuat aktivitas ngopi tidak hanya sekadar menikmati minuman, tetapi juga menjadi ruang bersosialisasi hingga bekerja.
Salah satu penggemar ngopi di Pontianak adalah Jelssy Nelsia (24), yang mengaku hampir setiap hari mengunjungi coffee shop dalam sepekan. Menurutnya, Pontianak memiliki banyak pilihan tempat ngopi dengan karakter unik dan cita rasa kopi yang autentik.
“Kalau dibilang dalam seminggu itu, mungkin hampir setiap hari saya ke coffee shop. Di Kota Pontianak ini banyak sekali coffee shop yang lucu-lucu, bukan cuma coffee shop, tapi warung kopi juga, dan kopinya udah pasti autentik,” ujar Jelssy saat diwawancarai.
Ia menilai, selain praktis karena tidak perlu membuat kopi sendiri, kualitas rasa kopi di Pontianak menjadi daya tarik utama. “Apalagi di Pontianak ini, waduh kopi-kopinya enak-enak semua.”
Pontianak yang dikenal sebagai Kota Seribu Warung Kopi dinilai Jelssy memang layak dengan julukan tersebut. Menurutnya, coffee shop dan warung kopi mudah ditemui di berbagai sudut kota, bahkan banyak yang beroperasi 24 jam.
“Hampir semuanya kayaknya sudah saya datangin. Karena wow, banyak banget coffee shop, apalagi setiap hari ada aja yang baru buka,” ungkapnya.
Dalam memilih tempat ngopi, Jelssy menegaskan rasa kopi tetap menjadi prioritas utama. “Kalau tempatnya bagus tapi kopinya kurang, itu saya kurang suka. Kuncinya kan kita ke warung kopi otomatis kopi dulu yang kita cari,” jelasnya.
Ia juga menilai harga kopi di Pontianak masih tergolong terjangkau. Dengan kisaran harga Rp18.000 hingga Rp20.000, menurutnya sudah sepadan dengan fasilitas dan suasana yang ditawarkan. “Worth it sih, sekelas kopi susu dengan tempat yang bagus, vibes-nya enak.”
Selain untuk bersantai dan berkumpul bersama teman, coffee shop juga dimanfaatkan sebagai tempat bekerja atau mengerjakan tugas. “Biasanya saya ke coffee shop untuk me time, nongkrong bareng teman, atau WFC, work from coffee shop,” ujarnya.
Fasilitas seperti WiFi dan stop kontak disebut sangat berpengaruh. “WiFi itu penting banget, apalagi kalau lagi ngerjain tugas atau ngedit. Kalau enggak ada kuota atau jaringan lelet, fasilitas itu sangat membantu,” tambahnya.
Terkait menu favorit, Jelssy mengaku menyukai cafe latte dan kini mulai menggemari americano dengan berbagai varian. “Americano enak banget ternyata, apalagi kalau ditambah sirup, kayak peach americano atau lemon americano,” katanya.
Menurut Jelssy, desain interior coffee shop yang estetik dan Instagramable juga menjadi faktor penting, terutama bagi kaum perempuan. “Aku pilih coffee shop yang lucu-lucu, gemes-gemes. Apalagi cewek-cewek suka OOTD dan foto-foto estetik,” tuturnya.
Ia menilai keberagaman konsep coffee shop di Pontianak menjadi nilai tambah tersendiri. “Setiap coffee shop punya konsep masing-masing, ada yang estetik, retro, atau fokus ke kopi saja. Itu udah worth banget,” jelasnya.
Di akhir, Jelssy berharap coffee shop yang sudah lama berdiri dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Bukan FOMO, tapi ngikutin zaman aja biar enggak ketinggalan. Soalnya sekarang semua kalangan di Pontianak ngopi, dari anak muda sampai orang tua,” pungkasnya.











