Watusi Tiba di Taman Margasatwa Ragunan, Daya Tarik Baru Pengunjung
Taman Margasatwa Ragunan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kembali menjadi pusat perhatian setelah kedatangan sepasang watusi. Satwa asal Afrika yang dikenal dengan tanduk besar dan bentuk tubuhnya yang khas ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung selama libur Tahun Baru 2026.
Kehadiran Watusi sebagai Satwa Baru
Watusi yang terdiri dari betina bernama Jihan berusia lima tahun dan jantan bernama Yogi berusia enam tahun, kini telah menempati area kandang banteng di Taman Margasatwa Ragunan. Meskipun masih dalam masa adaptasi, mereka sudah mulai mendekati pengunjung dan menunjukkan sikap ramah. Pengunjung tampak antusias mengamati dan merekam tingkah laku watusi menggunakan gawai masing-masing.
Beberapa pengunjung bahkan mengira bahwa watusi mirip dengan kerbau atau banteng. Sari (40), warga Cakung, Jakarta Timur, mengaku baru pertama kali melihat satwa ini. “Saya baru tahu ada hewan bernama watusi. Awalnya saya pikir itu kerbau, tapi ternyata beda,” katanya.
Proses Adaptasi dan Perawatan
Watusi sebelumnya beradaptasi dengan lingkungan baru dan lebih banyak berada di area kandang yang terlindung pilar beton. Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menjelaskan bahwa perawatan watusi mengikuti standar kebun binatang sebelumnya, seperti Taman Safari Batang atau Batang Dolphin Center, Jawa Tengah.
“Perawatannya sama dengan di kebun binatang aslinya. Kami akan mengadopsi apa yang dilakukan di Taman Safari Batang,” ujarnya.
Pola makan watusi juga disesuaikan dengan lingkungan baru Taman Margasatwa Ragunan yang lebih dingin dibandingkan Batang. “Kami ikuti apa yang dilakukan di sana. Mudah-mudahan tidak asing dengan lingkungan baru di Ragunan karena cuaca di sini agak berbeda,” tambahnya.
Penukaran Satwa dengan Taman Safari Batang
Kehadiran watusi merupakan bagian dari penukaran satwa yang dilakukan dengan Taman Safari Batang. “Kami saling memonitor koleksi satwa dan melakukan pertukaran jika ada koleksi baru yang belum dimiliki. Untuk kali ini, kami menukar lima ekor kapibara dengan sepasang watusi dari Taman Safari Batang,” kata Wahyudi.
Sepasang watusi ini tiba di Taman Margasatwa Ragunan pada Jumat (26/12/2025) dan saat ini masih dalam masa adaptasi di kandang banteng. “Masih malu-malu keluar dari kandang, kadang-kadang keluar, terus masuk lagi. Mereka sedang mengidentifikasi tempat atau habitat yang baru,” ujarnya.
Pengenalan Resmi kepada Pengunjung
Pengenalan watusi secara resmi kepada pengunjung Taman Margasatwa Ragunan akan dilakukan pada 1 Januari 2026, bersamaan dengan perayaan Tahun Baru. “Kami insya Allah akan publish secara besar-besaran,” lanjutnya.
Sunarto (50), warga Cakung, Jakarta Timur, mengaku baru kali ini melihat satwa watusi. “Saya baru tahu ada hewan namanya watusi. Pas saya lihat-lihat, kaya sapi, tapi kaya banteng juga,” katanya.
Lonjakan Pengunjung Selama Libur Akhir Tahun
Taman Margasatwa Ragunan mencatat lonjakan jumlah pengunjung selama libur akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Total pengunjung yang datang sejak 23 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 mencapai 408.755 orang.
Puncak kunjungan terjadi pada 1 Januari 2026 dengan jumlah pengunjung mencapai 113.398 orang. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode libur akhir tahun.
Berdasarkan data pengelola, jumlah pengunjung mulai meningkat menjelang Hari Raya Natal. Pada 23 Desember 2025, Ragunan dikunjungi 13.772 orang, kemudian naik menjadi 14.707 orang pada 24 Desember. Lonjakan signifikan terjadi pada 25 Desember 2025 dengan 50.933 pengunjung.
Memasuki akhir tahun, kunjungan tercatat 15.311 orang pada 29 Desember, 31.622 orang pada 30 Desember, dan 14.217 orang pada 31 Desember 2025.
Tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Ragunan masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur akhir tahun dan pergantian tahun baru.











