Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Tahun Baru 2026

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Malam Tahun Baru 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang pada malam Tahun Baru 2026. Peristiwa ini akan terjadi pada Rabu (31/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026). Beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang tidak biasa.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S yang berkembang menjadi Siklon Tropis Hayley. Selain itu, dinamika atmosfer skala regional hingga global juga berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Berdasarkan data BMKG, berikut adalah daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat dan dilanda angin kencang:

Rabu, 31 Desember 2025

  1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat
  2. Aceh
  3. Sumatera Barat
  4. Riau
  5. Kepulauan Riau
  6. Jambi
  7. Sumatera Selatan
  8. Kepulauan Bangka Belitung
  9. DKI Jakarta
  10. Daerah Istimewa Yogyakarta
  11. Jawa Timur
  12. Nusa Tenggara Barat
  13. Nusa Tenggara Timur
  14. Kalimantan Timur
  15. Kalimantan Utara
  16. Kalimantan Selatan
  17. Sulawesi Utara
  18. Sulawesi Tengah
  19. Sulawesi Barat
  20. Sulawesi Selatan
  21. Sulawesi Tenggara
  22. Maluku Utara
  23. Maluku
  24. Papua Barat Daya
  25. Papua Barat
  26. Papua Tengah
  27. Papua Pegunungan
  28. Papua Selatan

  29. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat

  30. Sumatera Utara
  31. Bengkulu
  32. Lampung
  33. Banten
  34. Jawa Barat
  35. Jawa Tengah
  36. Kalimantan Barat
  37. Kalimantan Tengah

  38. Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang

  39. Sumatera Barat
  40. Banten
  41. Bengkulu
  42. Jawa Barat
  43. Lampung

  44. Kabupaten/kota yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat

  45. Sumatera Utara: Langkat
  46. Bengkulu: Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur
  47. Lampung: Tanggamus, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Way Kanan
  48. Banten: Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang
  49. Jawa Barat: Kota Bekasi, Kab dan Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu
  50. Jawa Tengah: Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo
  51. Kalimantan Barat: Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sintang
  52. Kalimantan Tengah: Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Murung Raya, dan Barito Utara

Kamis, 1 Januari 2026

  1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat
  2. Riau
  3. Kepulauan Riau
  4. Jambi
  5. Sumatera Selatan
  6. Kepulauan Bangka Belitung
  7. DKI Jakarta
  8. Nusa Tenggara Timur
  9. Kalimantan Barat
  10. Kalimantan Tengah
  11. Kalimantan Timur
  12. Kalimantan Utara
  13. Gorontalo
  14. Sulawesi Tengah
  15. Sulawesi Selatan
  16. Sulawesi Tenggara
  17. Maluku Utara
  18. Maluku
  19. Papua Barat Daya
  20. Papua Barat
  21. Papua Tengah
  22. Papua Pegunungan
  23. Papua Selatan

  24. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat

  25. Aceh
  26. Sumatera Utara
  27. Sumatera Barat
  28. Bengkulu
  29. Lampung
  30. Banten
  31. Jawa Barat
  32. Jawa Tengah
  33. Daerah Istimewa Yogyakarta
  34. Jawa Timur
  35. Kalimantan Selatan
  36. Sulawesi Barat

  37. Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang

  38. Banten

  39. Kabupaten/kota yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat

  40. Aceh: Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Subulussalam, Simeulue, Nagan Rayah
  41. Sumatera Utara: Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal
  42. Sumatera Barat: Pariaman, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan
  43. Bengkulu: Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur
  44. Lampung: Tanggamus, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara
  45. Banten: Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang
  46. Jawa Barat: Kabupaten Cianjur
  47. Jawa Tengah: Cilacap, Kebumen, Boyolali, Banyumas, Brebes, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Surakarta
  48. Daerah Istimewa Yogyakarta: Sleman, Kulonprogo
  49. Jawa Timur: Pacitan, Magetan, Tuban
  50. Kalimantan Selatan: Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Balangan
  51. Sulawesi Barat: Kabupaten Mamasa

Faktor Penyebab Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG menjelaskan bahwa hujan lebat dan angin kencang disebabkan oleh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi mendukung peningkatan aktivitas konveksi dan pembentukan awan hujan.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat juga mendukung peningkatan suplai uap air di sejumlah perairan. Kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator turut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan.

Di sisi lain, BMKG juga mendeteksi adanya Siklon Tropis Hayley di Samudra Hindia selatan NTT dengan kecepatan angin maksimum 45 knot dan tekanan udara minimum 990 hPa. Begitu pula dengan Bibit Siklon 90S yang terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung, dengan kecepatan angin maksimum sebesar 15 knot, dan tekanan udara minimum 1009 hPa.

Kedua kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah siklon tropis, bibit siklon tropis, dan sirkulasi siklonik. Oleh karena itu, potensi peningkatan cuaca signifikan akibat dinamika atmosfer ini perlu diwaspadai dalam sepekan ke depan.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *