Pemain Asal Brasil Rafinha Tinggalkan PSIM Yogyakarta
Rafael De Sa Rodrigues atau yang dikenal dengan nama Rafinha akhirnya harus meninggalkan klub PSIM Yogyakarta. Pemain asal Brasil tersebut resmi dilepas oleh manajemen klub untuk bergabung dengan PSIS Semarang, yang berlaga di kasta kedua Liga Indonesia.
Perpindahan ini terjadi setelah adanya diskusi intensif antara manajemen PSIM dan pemain. Dalam pernyataannya, Manajer PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna, menyampaikan bahwa keputusan tersebut dilakukan demi mencari solusi terbaik bersama. “Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa ke PSIS Semarang,” ujarnya.
Manajemen PSIM juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Rafinha selama bermain di klub. Menurut Razzi, sang pemain memiliki andil besar dalam prestasi tim. “Kami berterima kasih kepada Rafa atas kontribusinya selama ini, dari musim lalu sampai sekarang. Rafa sudah banyak membantu PSIM, termasuk menjadi bagian penting klub saat promosi ke Liga 1 Indonesia,” tutur Razzi.
PSIM Yogyakarta turut mendoakan kesuksesan karier Rafinha di PSIS Semarang. “PSIM berharap yang terbaik untuk Rafa ke depannya. Semoga karier sepak bolanya semakin bagus, serta selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan bersama keluarga,” jelas Razzi.
Tidak Tampil dalam Beberapa Laga
Sebelumnya, Rafinha tidak masuk dalam skuad PSIM Yogyakarta dalam laga melawan PSBS Biak di BRI Super League 2025/2026. Di laga tersebut, PSIM tampil dengan komposisi terbaiknya, namun Rafinha tidak masuk daftar pemain.
Rafinha diketahui telah absen dalam tujuh pertandingan terakhir. Perubahan nasibnya di PSIM Yogyakarta memang cukup signifikan dibandingkan musim lalu. Ia hanya tampil tiga kali dari 13 laga, dan semua itu dari bangku cadangan.
Dalam empat laga terakhir kontra Persik Kediri, Persis Solo, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta, namanya bahkan tidak masuk daftar susunan pemain. Hal ini menunjukkan bahwa posisinya di tim inti semakin sulit diperoleh.
Perubahan Performa dan Strategi Pelatih
Perubahan ini mulai terasa sejak moncernya performa pemain-pemain baru PSIM Yogyakarta. Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, beberapa waktu lalu menjawab pertanyaan terkait jarangnya Rafinha tampil di pertandingan. Namun, pelatih asal Belanda itu memilih tidak membeberkan alasan secara terbuka.
“Saya sudah menjelaskan ke dia. Jadi saya tak mau banyak bicara,” ujarnya.
Meskipun menghadapi periode sulit, Rafinha tetap menegaskan dirinya tetap profesional dan fokus pada PSIM untuk mendapat menit bermain. Ia menolak rumor kepindahan dan memastikan masih sepenuhnya bersama tim kebanggaan Kota Yogyakarta itu.
Antusias dengan Tim Baru
Rafinha juga mengaku antusias dengan banyaknya punggawa baru Laskar Mataram untuk mengarungi Liga 1 2025/2026. PSIM Yogyakarta memiliki tiga legiun asing anyar bertipe striker untuk mengarungi Liga 1 2025/2026. Selain Rafinha, ada juga Nermin Haljeta, Deri Corfe hingga Ze Valente yang bisa main di tengah dan depan.
Meski demikian, Rafinha mengaku antusias dan tak gentar untuk bersaing demi mendapat tempat di starting line up Laskar Mataram. Ia merasa bersemangat untuk memberikan hasil terbaik bagi tim kebanggaan warga Yogyakarta ini.
“Secara pribadi mereka pemain yang baik. Saya tidak pernah merasa gugup bersaing dengan mereka. Ini adalah tantangan tersendiri buat saya,” ulasnya.
Pemain yang mencetak 20 gol dari 22 laga di musim lalu itu tetap mempercayakan pada pelatih terkait pilihan di starting tim nantinya. “Tapi pelatih tahu yang terbaik siapa yang layak dimainkan. Jika nggak main, ya tidak apa-apa. Kita tunggu saja momen itu,” jelasnya.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











