Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pesawat Tempur Canggih J-20S Tampilkan Kursi Ganda, Fitur yang Tak Dimiliki F-35

Pengembangan Teknologi Militer China dengan Jet Tempur J-20S

China kembali menunjukkan kemajuan teknologisnya dalam bidang militer dengan memperkenalkan jet tempur siluman J-20S dua kursi. Pesawat ini dianggap sebagai pesawat generasi kelima pertama di dunia yang memiliki fitur unik, yaitu kursi kedua yang tidak hanya digunakan untuk pelatihan tetapi juga meningkatkan kemampuan tempur secara signifikan.

Fitur Kursi Kedua yang Unik

Kursi kedua pada J-20S bukan sekadar tambahan awak, melainkan dirancang untuk meningkatkan kemampuan operasional pesawat. Menurut pakar militer Zhang Xuefeng, kehadiran pilot kedua memberikan manfaat strategis, seperti kemampuan koordinasi dengan drone dan pengambilan keputusan cepat selama pertempuran. Ia menjelaskan bahwa peran pilot kedua mirip dengan pemain nomor sepuluh dalam sepak bola, yang mampu mencetak poin sendiri sekaligus memimpin formasi dalam pertandingan.

Selain itu, peran pilot kedua berbeda dari pesawat tempur dua-kursi pada umumnya. Pada masa lalu, kursi belakang biasanya digunakan untuk pelatihan atau bantuan pengoperasian senjata agar pilot depan dapat fokus mengendalikan pesawat. Namun, pada J-20S, peran tersebut jauh lebih kompleks dan terintegrasi dengan sistem komando dan kontrol modern.

Desain dan Teknologi Canggih

J-20S dilengkapi dengan radar canggih dan desain baru yang menunjukkan kemajuan teknologi militer China. Pesawat ini dikategorikan sebagai pesawat tempur generasi 5,5, yang menempatkan China di garis depan pengembangan operasi udara terintegrasi antara pesawat berawak dan nirawak. Selain itu, J-20S memiliki kemampuan operasi jarak jauh dan multifungsi, serta didukung oleh mesin turbofan buatan dalam negeri.

Bagian hidung pesawat J-20S juga didesain ulang untuk mengakomodasi awak kedua, sementara sirip ekornya diperbesar. Hal ini menunjukkan peningkatan pada desain aerodinamis dan kemampuan navigasi.

Penampilan dalam Parade Militer dan Pameran Udara

Pada parade militer Hari Kemenangan yang digelar awal September lalu, China menampilkan berbagai persenjataan baru, termasuk J-20S dua kursi. Pesawat ini juga tampil dalam Pameran Dirgantara Internasional China di Zhuhai. Kementerian Pertahanan Nasional China mengumumkan bahwa AVIC telah “mendeklasifikasi” J-20S, sehingga informasi tentang pesawat ini menjadi tersedia bagi publik.

Menurut laporan, J-20S dirancang oleh Institut Riset dan Desain Pesawat Chengdu di Provinsi Sichuan, berdasarkan platform J-20, pesawat tempur siluman pertama China. J-20 melakukan penerbangan perdananya pada Januari 2011 dan secara resmi diperkenalkan ke publik pada November 2016.

Peran dalam Operasi Militer

J-20S disebut sebagai satu-satunya jet tempur siluman dua kursi yang saat ini beroperasi. Pesawat ini juga dapat difungsikan sebagai pesawat latih karena mampu diterbangkan dari kursi belakang. Rekaman video J-20S yang tampil dalam parade turut beredar luas di media sosial.

The War Zone melaporkan bahwa J-20S diperkirakan akan segera memasuki tahap operasional penuh. Foto-foto baru yang menunjukkan varian dua kursi dari J-20 juga beredar di media sosial, menunjukkan skema cat baru dan perkembangan pada program pesawat tempur lain, termasuk keluarga J-35 berbasis kapal induk dan darat.

Persaingan Teknologi AS-China

Amerika Serikat dan China saat ini sedang bersaing dalam pengembangan teknologi jet tempur generasi keenam. Namun, tidak ada jaminan bahwa AS akan mencapai garis finis lebih dulu. Andrew Hunter, eksekutif akuisisi Angkatan Udara AS, mengakui bahwa kecepatan China dalam pengembangan teknologi militer sangat luar biasa.

Meski begitu, Hunter tetap yakin bahwa pesawat generasi keenam AS nantinya akan mengungguli apa pun yang sedang dikembangkan oleh China. Namun, ia juga menyatakan bahwa AS mungkin tidak akan menjadi negara pertama yang mencapai kemampuan operasional awal (Initial Operational Capability/IOC).

Masa Depan Teknologi Militer

Dengan pengembangan J-20S, China semakin memperkuat posisinya dalam industri pertahanan global. Pesawat ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi, tetapi juga menegaskan komitmen China dalam pengembangan alutsista modern yang mampu bersaing dengan negara-negara besar lainnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *