Persebaya Surabaya Siap Evaluasi Pemain Asing
Kabar mengenai perubahan pemain asing Persebaya Surabaya mulai menyebar dan langsung menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Enam legiun asing yang dimiliki oleh Green Force kini berada di bawah pengawasan ketat dan harus membuktikan kemampuan mereka jika ingin bertahan hingga akhir musim.
Isu ini muncul menjelang paruh musim Super League 2025/2026, saat performa Persebaya Surabaya dinilai belum stabil. Manajemen klub disebut sedang melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait kuota pemain asing. Sinyal perubahan ini muncul dari unggahan akun Instagram @liga_dagelann yang sering membahas dinamika sepak bola Indonesia.
Dalam unggahan singkatnya, akun tersebut mengisyaratkan bahwa akan ada pergantian pemain asing di tubuh Persebaya Surabaya. “Ada, bakal ada pergantian pemain asing,” tulis akun tersebut pada Rabu (17/12/2025). Unggahan ini langsung memicu spekulasi luas di kalangan Bonek dan pengamat Liga Indonesia.
Enam nama pemain asing disebut berada di zona merah karena performa yang dinilai tidak sesuai ekspektasi. Berikut adalah beberapa pemain yang menjadi sorotan:
-
Mihailo Perovic dan Diego Mauricio: Keduanya diplot sebagai mesin gol, namun kontribusi di lapangan dinilai belum optimal. Mihailo Perovic hanya mencatatkan dua gol bersama Persebaya Surabaya, sementara Diego Mauricio bahkan belum mendapat menit bermain yang konsisten.
-
Dime Dimov: Bek asal Makedonia ini dinilai belum mampu memberi rasa aman di lini belakang. Performanya sempat mendapat reaksi keras dari Bonek saat melawan Bali United, dan ia juga melakukan gol bunuh diri saat melawan Arema FC.
-
Leo Lelis: Bek ini sempat mencatatkan rapor merah saat menghadapi PSBS Biak. Insiden tersebut membuat fans menilai ia kerap bermain emosional dan berisiko bagi stabilitas tim.
-
Milos Raickovic: Gelandang asal Montenegro ini sempat menjadi sorotan karena sikap emosional di lapangan. Insiden dengan Akbar Tanjung saat laga melawan PSM Makassar menjadi titik balik penilaian publik.
-
Dejan Tumbas: Meski sudah mencatatkan 27 penampilan, kontribusinya di papan skor masih nol. Ia juga sempat menerima kartu merah saat menghadapi Dewa United, yang membuatnya harus absen saat melawan Persija Jakarta.
Tekanan di Tangan Legiun Impor
Dengan munculnya bocoran pergantian pemain asing Persebaya Surabaya, tekanan kini sepenuhnya berada di tangan para legiun impor. Setiap laga ke depan menjadi ajang pembuktian bagi mereka. Laga melawan Borneo FC pada pekan ke-15 Super League 2025/2026 menjadi momentum krusial. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Enam pemain asing itu dituntut tampil maksimal jika ingin mengamankan masa depan mereka di Surabaya. Paruh musim kini menjadi batas waktu penentuan bagi karier mereka bersama Green Force. Mereka harus membuktikan bahwa mereka layak tetap menjadi bagian dari skuad Persebaya Surabaya untuk musim mendatang.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











