Persebaya Surabaya kembali menunjukkan performa yang menarik dalam pertandingan melawan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Meskipun laga berakhir imbang 2-2, momen penting terjadi setelah blunder fatal yang dilakukan oleh Leo Lelis, bek senior asal Brasil. Setelah kejadian tersebut, ia langsung memberikan pernyataan tegas bahwa tim tidak akan mengalami kesalahan serupa lagi.
Pertandingan ini berlangsung pada pekan ke-15 Super League 2025/2026, yang berlangsung pada hari Sabtu (20/12/2025). Persebaya Surabaya sebenarnya tampil dominan dan hampir memperoleh kemenangan penuh. Namun, hasil akhirnya hanya berupa hasil imbang, yang membuat banyak penggemar merasa kecewa.
Sejak babak kedua dimulai, Persebaya Surabaya langsung menunjukkan inisiatif serangan dengan tempo tinggi dan pressing agresif. Serangan dibangun dari kedua sisi sayap, tetapi efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama. Hingga menit ke-60, dominasi Green Force belum menghasilkan peluang matang yang benar-benar mengancam gawang Borneo FC.
Justru tim tamu yang lebih dulu menciptakan peluang berbahaya lewat tendangan keras Juan Villa pada menit ke-62. Beruntung bagi Persebaya Surabaya, Ernando Ari tampil sigap dan mampu menepis bola hasil sepakan jarak jauh tersebut. Aksi penyelamatan itu menjaga asa tuan rumah untuk tetap mengontrol jalannya pertandingan.
Peluang emas Persebaya Surabaya hadir pada menit ke-67 melalui skema apik Milos Raickovic dan Catur Pamungkas. Sayang, penyelesaian akhir Catur di dalam kotak penalti masih belum maksimal dan gagal mengubah skor. Asisten pelatih Shin Sang-Gyu kemudian melakukan rotasi dengan memasukkan M. Ichas, Randy May, dan Mihailo Perovic pada menit ke-69.
Pergantian ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas serangan dan variasi permainan Green Force. Namun petaka justru datang satu menit berselang ketika Borneo FC kembali unggul. Leo Lelis salah mengantisipasi bola silang dan si kulit bundar justru meluncur masuk ke gawang sendiri, menciptakan gol bunuh diri yang memukul mental tim.
Blunder fatal tersebut membuat suasana stadion sempat terdiam sebelum akhirnya Persebaya Surabaya kembali bangkit. Shin Sang-Gyu merespons cepat dengan memasukkan Rizky Dwi menggantikan Sadida Nugraha demi menambah daya gedor. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan Persebaya Surabaya pada sisa waktu pertandingan. Sundulan Randy May pada menit ke-79 sempat membuat publik GBT berdiri, namun bola masih melebar tipis dari gawang Nadeo Argawinata.
Kerja keras Green Force akhirnya terbayar pada menit ke-88 lewat aksi Malik Risaldi. Manfaatkan bola rebound di kotak penalti, Malik melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Nadeo dan mengubah skor menjadi 2-2. Gol penyeimbang tersebut memicu semangat Persebaya Surabaya untuk mengejar kemenangan di menit-menit akhir.
Malik kembali mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh tiga menit berselang, namun bola belum menemui sasaran. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor imbang 2-2 tetap bertahan dan membuat Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka.
Tambahan satu poin menempatkan Green Force di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 19 poin. Di balik hasil tersebut, perhatian besar tertuju pada sikap Leo Lelis yang menunjukkan jiwa kepemimpinan sebagai pemain senior. Ia secara terbuka menerima tanggung jawab atas gol bunuh diri yang terjadi di laga tersebut.
“Sebagai pemain senior, saya ingin menerima tanggung jawab dan memastikan hal itu tidak terulang,” ujar Leo Lelis. Pernyataan itu menjadi janji sekaligus komitmen kuat untuk menjaga lini pertahanan Persebaya Surabaya tetap solid.
Secara statistik, performa Leo Lelis sebenarnya cukup impresif sepanjang laga. Ia mencatatkan akurasi umpan 92 persen, lima intersep, lima sapuan, serta satu tekel sukses dari 90 menit bermain penuh. Dari total 46 umpan yang dilepaskan, 42 di antaranya tepat sasaran dan membantu Persebaya Surabaya membangun serangan dari belakang.
Catatan tersebut menunjukkan kontribusi signifikan meski tercoreng oleh satu kesalahan krusial. Janji Leo Lelis kini menjadi harapan baru bagi Bonek dan Bonita yang menginginkan Persebaya Surabaya tampil lebih konsisten. Dengan pengalaman dan mentalitasnya, bek senior itu diharapkan mampu menebus blunder dan membawa Green Force kembali ke jalur kemenangan.











