Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sektor Unggulan Baru di Solo

Solo Investment Forum 2025: Menegaskan Kekuatan Investasi Kota Solo

Solo Investment Forum (SIF) 2025 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Solo, pada Jumat (12/12/2025), menjadi ajang penting untuk menunjukkan posisi Kota Solo sebagai salah satu kota dengan iklim investasi paling menarik di Jawa Tengah. Dalam forum yang disajikan sebagai festival aset Solo, Pemerintah Kota menghadirkan diskusi menarik tentang investasi melalui talkshow yang dihadiri oleh tokoh-tokoh ternama.

Narasumber Berpengalaman dan Diskusi Mendalam

Talkshow Investasi Solo menghadirkan Wali Kota Solo Respati Ardi, Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi–Hilirisasi Dedi Latip, serta Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Muhammad Rifqi, Ph.D., CFA. Diskusi dipandu oleh CEO Solopos Media Group (SMG), Arief Budisusilo. Topik yang dibahas mencakup arah investasi, potensi ekonomi, dan strategi pengembangan kota.

Fokus pada Infrastruktur Pendidikan dan Kesehatan

Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan bahwa arah investasi kota tidak lagi bertumpu pada proyek fisik semata, tetapi lebih kepada infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang menjadi pendorong ekonomi jangka panjang. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat, terutama generasi milenial, menjadi indikator penting dalam menentukan prioritas investasi.

Masyarakat saat ini lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk wellness (kebugaran), pendidikan, dan kesehatan, termasuk layanan psikologi, klinik kecantikan, klinik gigi, hingga fasilitas kebugaran seperti yoga dan spa. “Kami ingin menuju Surakarta sebagai center of education and cultural development. Investasi yang masuk tidak lagi berbasis fisik, tetapi berbasis peningkatan kualitas manusia,” ujar Respati.

Potensi Ekonomi yang Menguntungkan

Respati menyebutkan bahwa Solo memiliki modal lengkap berupa perguruan tinggi nasional, lembaga pendidikan formal dan nonformal, 40 rumah sakit, serta puluhan fasilitas kesehatan pendukung lainnya. Eksosistem ini membentuk peluang bisnis baru di sektor jasa kesehatan dan kebugaran.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Solo yang mencapai 84,41% dan tergolong sangat tinggi menjadi daya tarik bagi investor. Pertumbuhan ekonomi Solo tetap terjaga di kisaran 5%–6%, bahkan setelah masa pandemi Covid-19 dan pengalihan sejumlah proyek strategis nasional.

Sektor Perdagangan dan Pariwisata Dominasi Struktur Ekonomi

Sementara itu, sektor perdagangan dan pariwisata masih mendominasi struktur ekonomi Solo. Sepanjang 2025, terdapat 4.865 pelaku usaha perdagangan, 4.330 usaha pariwisata, termasuk 174 izin usaha baru. Selain itu, perkembangan pesat sektor coffee shop menjadi bagian dari gaya hidup warga Solo.

Kawasan Distribusi Logistik sebagai Proyek Unggulan

Respati mengungkapkan bahwa Pemkot Solo sedang menyiapkan kawasan pusat distribusi logistik sebagai salah satu proyek investasi unggulan. Proyek tersebut menyasar kebutuhan pergudangan dan manajemen logistik, sekaligus merapikan arus distribusi komoditas di wilayah Soloraya.

“Kami akan menawarkan sekitar 10 hektare lahan di Pedaringan untuk warehousing, manajemen logistik, dan kompleks pergudangan modern. Ini akan kita umumkan dan lelang sebagai peluang investasi baru,” kata Respati. Sebagian aktivitas bongkar muat besar di Pasar Legi akan direlokasi ke kawasan tersebut untuk memperlancar lalu lintas komoditas dan meningkatkan efisiensi pasar.

Keamanan dan Stabilitas Sosial sebagai Modal Utama

Respati juga menegaskan bahwa stabilitas sosial dan keamanan Solo menjadi modal utama dalam menggaet investor. “Solo adalah kota paling sehat, paling nyaman, dan dengan biaya hidup rendah. Ini momentum bekerja dari Solo, work from Solo,” ujarnya.

Evaluasi dan Tantangan Investasi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Dedi Latip, mengapresiasi geliat investasi di Solo. Namun, ia menilai Kota Bengawan masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusi secara nasional. Realisasi investasi nasional hingga Triwulan III/2025 telah mencapai Rp1.434 triliun, mendekati target tahunan Rp1.905 triliun. Jawa Tengah berkontribusi Rp66 triliun dari jumlah itu, sementara kontribusi Kota Solo baru mencapai Rp675,9 miliar.

“Ini tantangan. Tahun ini masih ada peluang untuk menaikkan capaian. Solo harus menampilkan peta peluang investasi agar dapat ditawarkan lebih jelas ke investor,” ujar Dedi. Ia menyebut tiga syarat utama investasi, yaitu regulasi dan perizinan yang pasti serta cepat, daya saing produk, dan ketersediaan SDM produktif. Perusahaan yang melakukan riset dan pengembangan dapat memperoleh insentif hingga 300%.

Indikator Ekonomi Nasional yang Positif

Ekonom LPS, Muhammad Rifqi, menyampaikan bahwa tren ekonomi nasional secara umum menunjukkan positif, terutama konsumsi rumah tangga dan PMI manufaktur yang kembali meningkat. Pada tingkat kota, Solo mencatat kinerja lebih baik dibanding rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Solo konsisten lebih tinggi dibanding PDB nasional dan Jawa Tengah.

Pengangguran Solo berada di angka 4,8%, lebih rendah dari Jawa Tengah maupun nasional. Inflasi juga terkendali di bawah 3 persen. Dari sisi keuangan, Rifqi menyoroti fenomena menarik bahwa perbankan Solo kelebihan dana. “Simpanan masyarakat mencapai Rp63 triliun, sementara penyaluran kredit sekitar Rp60 triliun. Artinya ada surplus dana yang besar dan potensial untuk disalurkan ke sektor produktif di Solo.”

Lebih menarik lagi, komposisi dana perbankan Solo didominasi dana murah (tabungan dan giro), bukan deposito. Hal itu menciptakan ruang bagi bank untuk menyalurkan kredit dengan efisien dan tepat sasaran.

Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *