Babak Grup yang Penuh Tantangan
Putri Kusuma Wardani akan menghadapi babak grup di BWF World Tour Finals 2025, sebuah ajang bergengsi yang hanya diikuti oleh delapan pemain terbaik dunia dalam satu musim. Ini menjadi penampilan perdana Putri di turnamen tersebut, yang akan berlangsung pada Desember mendatang. Meskipun berada di posisi keenam dalam peringkat Race to Finals dan kelima dalam daftar kualifikasi, ia harus menghadapi lawan-lawan yang sangat tangguh.
Lawan yang Sulit Dikalahkan
Dari delapan peserta, tiga di antaranya adalah unggulan utama, yaitu An Se-young (Korea Selatan), Wang Zhi Yi (China), dan Akane Yamaguchi (Jepang). Putri belum pernah berhasil mengalahkan ketiga pemain ini dalam pertemuan sebelumnya. Berdasarkan data dari BWFBadminton.com, Putri telah menjalani total 23 pertandingan melawan mereka, tetapi tidak pernah mencatat kemenangan.
- An Se-young: 6 kekalahan
- Wang Zhi Yi: 6 kekalahan
- Akane Yamaguchi: 6 kekalahan
An Se-young menjadi mimpi buruk bagi Putri setelah kekalahan di final Australian Open 2025 dengan skor 16-21, 14-21. Sementara itu, Putri juga belum mampu mengalahkan Han Yue, yang sudah dihadapinya lima kali tanpa kemenangan.
Permutasi Grup yang Menguntungkan
Aturan undian babak penyisihan grup memungkinkan Putri untuk berada dalam satu grup dengan dua pemain top dan satu lawan non-unggulan. Empat kemungkinan permutasinya adalah:
- An Se-young dan Han Yue
- An Se-young dan Akane Yamaguchi
- Wang Zhi Yi dan Han Yue
- Wang Zhi Yi dan Akane Yamaguchi
Sementara itu, satu lawan lainnya adalah salah satu dari tiga pemain non-unggulan yang pernah dikalahkan Putri, yaitu Pornpawee Chochuwong (Thailand), Ratchanok Intanon (Thailand), dan Tomoka Miyazaki (Jepang).
Strategi Pelatih untuk Meningkatkan Performa
Kepala pelatih tunggal putri pelatnas, Imam Thohari, menekankan pentingnya kesempatan ini bagi Putri. Ia menyampaikan pesan kepada Putri bahwa ini adalah momen langka di mana ia bisa bertemu dengan delapan pemain terbaik dunia.
“Kapan lagi ada momen seperti ini yang bisa menjadi modal di tahun depan?” ujar Imam.
Ia juga menyoroti beberapa poin yang perlu diperbaiki dalam pertandingan terakhir Putri melawan An Se-young di final Australian Open 2025. Misalnya, Putri perlu meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi smes lawan dan memperkuat fokus saat reli-reli penting.
“Ada beberapa reli yang sudah bisa mengikuti dan itu bola harusnya tidak boleh mati, tetapi tahu-tahu mati. Nah ini kadang-kadang berpengaruh ke poin berikutnya,” tambah Imam.
Kesulitan Menghadapi Lima Teratas Dunia
Meskipun Putri telah masuk peringkat 10 besar dunia sejak awal tahun ini, ia masih kesulitan menghadapi lima pemain teratas. Selain empat nama yang disebutkan di atas, Chen Yu Fei (China) juga termasuk dalam daftar ini. Meski finis di atas Putri dalam peringkat Race to Finals, Chen Yu Fei tidak lolos karena batas kuota dua wakil senegara.
“Kalau selain mereka itu kan dia udah bisa mengalahkan. Mungkin masih banyak sering kalahnya, tetapi sudah bisa,” ujar Imam.
Namun, ia menegaskan bahwa lima pemain ini belum pernah dikalahkan Putri.
Kesimpulan
BWF World Tour Finals 2025 akan menjadi ujian berat bagi Putri Kusuma Wardani. Meski menghadapi tantangan besar, pelatihnya percaya bahwa ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan performa dan membuktikan diri di panggung internasional. Dengan persiapan yang matang dan evaluasi yang baik, Putri berpotensi memberikan penampilan yang lebih baik dan mengubah nasibnya di babak grup.











