Inspirasi dan Keunikan Ayam Bubur Mabor
Di Bogor, Ayam Bubur Mabor telah mengubah pandangan masyarakat bahwa bubur hanya cocok untuk orang sakit. Dengan porsi ayam yang melimpah hingga buburnya nyaris tidak terlihat, bubur ini menawarkan pengalaman makan yang nikmat, mengenyangkan, dan membuat ketagihan.
Inspirasi dari Ayam Bubur Mabor berasal dari Angga Candra, sosok kreatif di balik brand “Mabor”. Ia merasa sering kurang puas dengan bubur ayam yang topping-nya sedikit. Suatu hari, saat ia sakit, sang istri membuat bubur dengan ayam melimpah. Dari pengalaman itu muncul ide untuk membuat bubur ayam dengan topping yang melimpah. Dari ide sederhana itu lahirlah Ayam Bubur Mabor yang berhasil membuat siapa pun, termasuk yang biasanya tidak suka bubur, jadi jatuh cinta.
Kiki Firda Jayanegara, pengelola sekaligus manajer operasional Ayam Bubur Mabor, menjelaskan bahwa rahasia kelezatan Ayam Bubur Mabor ada pada bumbu kaldu hati khas yang memberi rasa gurih dan aroma wangi.
“Tekstur bubur yang lembut dan kental dipadukan dengan topping ayam melimpah membuat pengalaman makan bukan sekadar sarapan biasa, tapi benar-benar memuaskan,” ujar Kiki. Menurutnya, banyak pelanggan yang bahkan terkejut dengan porsinya. “Ada yang bilang, baru kali ini makan bubur tapi kenyangnya kayak habis makan nasi padang,” tuturnya sambil tertawa.
Proses Masak dan Topping yang Lengkap
Proses masak bubur Mabor memang mirip dengan bubur ayam biasa, tapi detailnya berbeda. Bubur dimasak lembut dan kental, lalu disajikan dengan topping kaldu hati ayam yang memberi rasa khas. Untuk menjaga kecepatan produksi tanpa mengurangi cita rasa, mereka menggunakan mesin suwir ayam agar hasilnya tetap rapi dan cepat.
“Kadang kalau lihat porsi ayamnya sendiri, kita suka bercanda, ini mah kayaknya kita sedekah ayam,” ucapnya. Selain suwiran ayam yang melimpah, satu porsi Ayam Bubur Mabor sudah lengkap berisikan kacang, seledri, bawang goreng, dan kerupuk. Serta menawarkan berbagai topping pelengkap, mulai dari sate hati, ampela, usus, telur puyuh, ceker tanpa tulang, bahkan sate kulit yang hanya tersedia di akhir pekan.
“Dari semua topping itu, yang paling cepat habis dan paling diminati pelanggan adalah sate hati, karena rasanya gurih dan empuk, cocok disantap bareng bubur panas,” jelas Kiki.
Harga dan Variasi Sambal
Meski porsi besar dengan ayam yang melimpah, pengunjung cukup mengeluarkan Rp15.000 per porsi bubur, dan Rp3.000 per tusuk sate yang bisa dipilih sesuai selera. Kamu bisa makan Ayam Bubur Mabor sampai kenyang, dengan 3 varian sambal yang disediakan. Mulai dari sambal cabai merah, sambal cabai hijau, dan chili oil yang menjadi favorit banyak pelanggan.
“Ayam Bubur Mabor ini rasanya universal, cocok buat semua kalangan. Buat yang gak suka bubur pun bisa suka, karena bumbu dan kaldu hatinya nikmat di lidah,” ungkap Kiki.
Lokasi dan Jam Operasional
Saat ini Ayam Bubur Mabor telah membuka 2 cabang, pertama di Taman Heulang depan SMKN 1 Bogor, cabang kedua ada di depan Puskesmas Pasir Mulya.

Ayam Bubur Mabor buka setiap hari pukul 05.00–10.00 WIB, biasanya mulai ramai sejak pukul 05.30. Friska Aurelia, pelanggan asal Bogor mengatakan, Ayam Bubur Mabor sudah jadi bubur langganannya sejak pertama kali viral. Ia mengaku pertama kali mengenal bubur ini dari media sosial.
“Awalnya lihat di media sosial, rame banget yang review karena ayamnya banyak banget. Pas coba sendiri, ternyata emang worth it dan enak banget,” katanya. Friska menceritakan pengalamannya menyantap bubur dengan topping ayam yang melimpah hingga menutupi bubur. Ia juga memuji tekstur dan rasa buburnya.
“Buburnya lembut, bumbunya gurih, dan kuahnya juga berasa banget rempahnya, bikin rasanya makin enak dan legit,” tambah Friska. Bagi Friska, sambal favoritnya adalah chili oil, sambal yang aromanya wangi dan pedasnya pas. Menurutnya, harga yang ditawarkan juga sangat sepadan.
“Dengan porsi segitu dan rasa seenak ini, Rp15.000 tuh murah banget,” ujarnya.
Jadi, kalau kamu lagi cari sarapan enak dan mengenyangkan, kamu wajib banget cobain Ayam Bubur Mabor yang ayamnya melimpah dan bumbunya gurih banget. Disarankan datangnya pagi ya, soalnya sekitar jam 7 buburnya udah mulai habis karena ramai diserbu pembeli.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











