Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Dinas Perpustakaan Aceh Hadirkan Wisata Arsip di Pusat Kota Banda Aceh

Fasilitas Khusus untuk Pecinta Sejarah Aceh

Bagi para penggemar sejarah Aceh dan arsipnya, pemerintah Aceh menyediakan fasilitas khusus yang dapat diakses sebagai objek kunjungan wisata. Lokasi ini sangat mudah dijangkau karena berada di jalan protokol Kota Banda Aceh, tepatnya di Jalan Teuku Nyak Arief Nomor 130 Kuta Baru (Lampinueng) atau bersebelahan dengan UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh.

Di lokasi ini terdapat Kantor Kearsipan Aceh yang merupakan bagian dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA). Menurut Zulfadli SE, MM, Kepala Bidang Pemanfaatan dan Layanan Arsip DPKA, layanan di kantor ini terbuka untuk umum. “Silakan datang setiap hari kerja, Senin hingga Jumat,” ujarnya.

Awalnya, di kantor yang ia tempati itu bergabung bidang layanan kearsipan (depo arsip) dan urusan administrasi DPKA. Namun, setelah gedung baru Perpustakaan Aceh—disebut juga Mal Baca—rampung pembangunannya, maka layanan perpustakaan pindah pada tahun 2022 ke gedung baru yang terletak di kawasan Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

“Sejak itu, gedung lama yang di Lampinueng ini difokuskan untuk arsip yang disebut juga Kantor Kearsipan Aceh,” ujar Zulfadli, didampingi Abdul Azis, Arsiparis DPKA.

Empat Layanan yang Tersedia di Kantor Kearsipan Aceh

Ada empat layanan yang tersedia di Kantor Kearsipan Aceh, antara lain:

1. Layanan Arsip Digital melalui Portal Simpul JIKN Aceh

Simpul JIKN (Jaringan Informasi Kearsipan Nasional) Aceh merupakan sistem dan jaringan yang dikelola oleh DPKA yang aplikasinya dikembangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Layanan ini mempermudah akses masyarakat terhadap informasi arsip statis Pemerintah Aceh yang terintegrasi dengan simpul JIKN seluruh Indonesia.

Fungsi dan tujuan Portal Simpul JIKN Aceh adalah:
– Mempermudah akses informasi kearsipan
– Menyatukan arsip nasional
– Mendukung e-government
– Mendukung akuntabilitas
– Melayani berbagai kebutuhan publik

2. Layanan Diorama

Layanan ini didesain untuk menampilkan secara visual kearsipan terkait sejarah perjuangan rakyat Aceh sebagai bagian dari NKRI. Diorama ini didukung dengan film-film dokumenter terkait sejarah Aceh seperti Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Abuya Muda Waly, dan film tentang peristiwa tsunami 2004.

Di instalasi diorama ini terdapat pula replika kapal di atas atap rumah (sebagai situs tsunami 2004), sejarah jalur rempah Aceh, termasuk ‘langai’ (alat tradisional untuk membajak sawah), dan lain-lain.

Diorama Aceh ini dibagi tiga, mencakup: 1) Aceh Jameun, 2) Aceh Jinoe, dan 3) Aceh Ukue. Dengan demikian, pengunjung dapat melihat sekaligus Aceh dari tiga perspektif waktu: dulu, sekarang, dan masa mendatang.

3. Layanan Arsip

Layanan arsip di kantor ini terdiri atas layanan konvensional dan digital. Di antara arsip penting yang disimpan rapi di tempat ini adalah naskah Ikrar Lamteh, arsip Keresidenan dan Sekwilda Aceh, termasuk peta batas Aceh-Sumatera Utara yang ditandatangani Gubernur Ibrahim Hasan dan Gubernur Raja Inal Siregar tahun 1990, disaksikan Mendagri Rudini.

4. Layanan Srikandi

Zulfadli juga menerangkan tentang Srikandi, yakni Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi. Ini merupakan aplikasi yang diluncurkan oleh pemerintah untuk mengelola arsip dan tata kelola pemerintahan secara elektronik.

Aplikasi ini dikembangkan oleh ANRI bersama kementerian dan lembaga lainnya. Tujuannya, untuk membantu instansi pemerintah dalam mengelola arsip dinamis secara elektronik, mulai dari pembuatan, penandatanganan digital, pengiriman, hingga penyimpanan dan pemusnahan arsip.

Manfaatnya adalah meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi dalam pengelolaan arsip pemerintah melalui sistem berbasis elektronik.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *