Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kluivert Tantang Timnas Italia Usai Curacao Lolos ke Piala Dunia 2026



Pelatih timnas Curacao, Dick Advocaat, mengungkapkan keinginannya untuk berhadapan dengan lawan sekelas Italia dalam Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan Advocaat saat meninjau potensi perjalanan timnya di ajang besar tersebut.

Curacao memasuki Piala Dunia 2026 sebagai tim baru yang lolos dari kualifikasi Zona CONCACAF. Meski memiliki tradisi sepak bola yang terbatas dan skuad yang tidak terlalu kuat, The Blue Wave dianggap kurang diminati oleh banyak pihak. Advocaat sendiri tidak membantah hal ini.

Meskipun ia menyadari bahwa kualitas timnya jauh di bawah para pesaing besar, Advocaat tetap percaya bahwa Curacao tidak akan mudah menyerah. Ketika ditanya apakah timnya khawatir menghadapi kemenangan telak dari Brasil, ia menjawab, “Tidak, tidak sama sekali.”

“Kami adalah tim yang sangat menyebalkan untuk dihadapi, seperti Fortuna (Sittard) atau Go Ahead (Eagles) di Liga Belanda.”

“Kami tidak terlihat seperti tim kelas dunia, saya tahu, tapi kami benar-benar menyebalkan,” ucap Advocaat, yang juga pernah melatih Patrick Kluivert, mantan pelatih timnas Indonesia.

Advocaat sadar bahwa kualitas Curacao tidak bisa dibandingkan dengan Brasil. Namun, ia menyebut satu lawan berat yang ingin dihadapi jika bertemu di Piala Dunia nanti.

“Anda pasti akan kalah melawan Brasil,” katanya.

“Tapi saya juga ingin bermain melawan Italia, dengan semua pembicaraan itu. Dan terutama melawan Gattuso,” tambahnya.

Pembicaraan yang dimaksud Advocaat adalah komentar kontroversial dari Gennaro Gattuso beberapa waktu lalu. Gattuso menyatakan bahwa perjalanan timnas Italia lebih sulit daripada kontestan dari zona lain untuk mencapai Piala Dunia 2026.

Gli Azzurri harus melalui babak play-off zona Eropa meskipun tampil prima selama kualifikasi. Secara tidak langsung, komentarnya dianggap meremehkan perjuangan tim-tim seperti Curacao, yang sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia.

“Kami telah menang enam kali dan masih harus mengikuti babak playoff,” ujar Gattuso jelang pertandingan terakhir mereka melawan Norwegia.

“Pada masa saya, bahkan tim runner-up terbaik langsung lolos ke Piala Dunia. Sekarang aturannya berbeda.”

“Untuk mengubah itu, Anda harus menghubungi penyelenggara kualifikasi.”

“Pada 1990 dan 1994, ada dua tim Afrika di Piala Dunia, sekarang ada sembilan. Itu bukan masalah, tapi memang menimbulkan masalah.”

“Semua orang tahu itu. Di Amerika Selatan, enam dari sepuluh tim lolos ke Piala Dunia. Tim ketujuh harus bermain play-off melawan negara dari Oseania.”

“Dalam hal ini, saya merasa situasi kami mengecewakan. Sistem di Eropa perlu diubah,” kata Gattuso.

Dick Advocaat tampaknya terdorong untuk membuktikan bahwa opini Gattuso yang meremehkan perjuangan tim di zona lain itu salah.

“Kami bisa membangun organisasi dengan orang-orang yang tidak menyerah,” ujarnya.

“Kami memiliki semangat juang, dan itulah keindahannya.”

“Anda harus ingat bahwa kami memulai dengan tujuh pemain yang kami yakini memiliki itu, dan tim harus merekrut sisanya belakangan,” kata pelatih yang pernah melatih timnas Belanda di Piala Dunia 1994.

Di saat timnas Curacao bisa bersantai menanti gong Piala Dunia 2026 dipukul, Italia masih harus berjuang mati-matian dalam dua partai penentu.

Pada play-off zona Eropa Maret tahun depan, Gli Azzurri akan menghadapi Irlandia Utara di semifinal. Jika lolos, timnas Italia akan menghadapi pemenang laga Wales vs Bosnia-Herzegovina di final. Semua itu lawan yang tidak bisa diremehkan kualitasnya.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *