Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

China Kembangkan Kereta, Jalur Zambia-Tanzania Dibiayai Rp 23 T

Kesepakatan Besar untuk Modernisasi Jalur Kereta TAZARA

Pada hari Kamis (20/11/2025), China menandatangani kesepakatan senilai 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 23 triliun bersama Zambia dan Tanzania. Kesepakatan ini bertujuan untuk memodernisasi jalur kereta TAZARA, yang menjadi salah satu jalur transportasi penting di Afrika.

Kesepakatan tersebut ditandatangani selama kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Zambia. Proyek ini akan mengubah jalur kereta sepanjang 1.860 kilometer yang menghubungkan Zambia dengan Samudra Hindia melalui Tanzania. Jalur ini dibangun pada tahun 1970-an dengan pendanaan dari China, bertujuan untuk mendukung ekspor tembaga dan impor bahan bakar Zambia.

Hingga saat ini, TAZARA tetap menjadi rute perdagangan penting dan sering kali dipandang sebagai penyeimbang koridor Lobito yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Dengan posisi Zambia sebagai negara produsen tembaga terbesar kedua di Afrika, pihaknya sedang berupaya bangkit dari krisis keuangan yang sedang dihadapi.

“Kami ingin bekerja sama dengan Zambia untuk memajukan agenda modernisasi,” ujar Li dalam pertemuan dengan Presiden Zambia Hakainde Hichilema sebelum penandatanganan kesepakatan. Perwakilan China Railway Corporation menjelaskan bahwa modernisasi TAZARA akan mencakup rehabilitasi stasiun, perbaikan jalur, terowongan, jembatan, serta pembangunan infrastruktur lain di sepanjang koridor tersebut.

Proyek ini ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas angkut barang dari 100.000 ton per tahun menjadi 2,4 juta ton. Kunjungan Li juga menegaskan dorongan Beijing untuk memperdalam kehadirannya di Zambia.

Di sisi lain, Eropa dan AS berupaya menawarkan alternatif dukungan setelah restrukturisasi utang luar negeri Zambia senilai 13,4 miliar dollar AS (Rp 233 triliun) memasuki jalur pembayaran yang lebih berkelanjutan. Hichilema menyampaikan apresiasi atas peran China dalam proses restrukturisasi utang tersebut.

China merupakan kreditur resmi terbesar Zambia dengan nilai pinjaman 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 95 triliun. Beijing memiliki kepentingan untuk menampilkan Zambia sebagai contoh negara yang mendukung inisiatif Belt and Road milik Presiden Xi Jinping.

Awal pekan ini, pemerintah Zambia menerbitkan izin untuk perusahaan patungan dengan Fujian Xiang Xin Corporation (FJXX) dari China guna membangun kilang minyak dan kompleks energi senilai 1,1 miliar dollar AS atau Rp 18 triliun. Langkah tersebut menunjukkan meningkatnya jejak ekonomi China di negara itu.

Menurut data American Enterprise Institute, perusahaan-perusahaan China telah menanamkan investasi sekitar 6 miliar dollar AS (Rp 100 triliun) di Zambia dalam dua dekade terakhir, hampir seluruhnya di sektor logam. Dalam pernyataan Xinhua, China menyatakan bahwa ketiga negara yakni China, Tanzania, dan Zambia akan memperkuat kerja sama terkait TAZARA dan mendorong perdagangan antarnegara Afrika.

China juga akan mendukung kebijakan tarif nol bagi negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing, mendorong produksi dan pengolahan lokal, serta memperluas ekspor produk berkualitas ke pasar China. Pengembangan kawasan industri yang sudah ada di sepanjang jalur kereta dan wilayah sekitarnya juga menjadi bagian dari rencana tersebut.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *