Josh Groban Akan Gelar Tur Dunia Pertamanya dalam 10 Tahun
Jakarta – Penyanyi asal Amerika Serikat, Josh Groban, mengumumkan tur dunia pertamanya dalam 10 tahun terakhir bertajuk GEMS World Tour 2026. Tur yang akan menyambangi 21 kota ini akan dimulai di Honolulu dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Taipei, Singapura, Jakarta, Manila, Tokyo, Auckland, Sydney, Melbourne, Brisbane, Adelaide, Perth, Bahrain, Dubai, Dublin, London, Paris, Berlin, Frankfurt, dan Dusseldorf, sebelum ditutup di Amsterdam.
Rangkaian konser spesial ini akan menampilkan produksi lintas karier yang menghadirkan lagu-lagu ikonis dari album Gems, semuanya dibawakan dengan vokal kuat dan ungkapan intim yang menjadi ciri khas penampilan live Josh Groban.
Untuk pertunjukan di Jakarta, Indonesia, Josh Groban – Gems World Tour 2026 yang dipromotori oleh Color Asia Live akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Ballroom. Konser tersebut juga menghadirkan bintang tamu spesial Raisa.
David Ananda, Managing Director Color Asia Live mengatakan mendatangkan Josh Groban ke Jakarta untuk Gems World Tour 2026 bersamaan dengan perayaan Valentine adalah impian istimewa bagi pihaknya.
“Suaranya, karya seninya, dan kedekatan emosional yang dia bangun dengan penonton di seluruh dunia menjadikannya sosok artis yang sempurna untuk momen istimewa seperti ini. Kami sangat antusias dapat menghadirkan sebuah malam yang indah dan elegan, yang akan dikenang oleh para penggemar di Indonesia dengan penuh kesan,” ungkap David Ananda.
Tiket untuk konser Josh Groban – Gems World Tour 2026 akan dijual dalam tiga tahap.
Artist Presale dibuka pada Rabu, 19 November 2025 pukul 10.00 WIB melalui situs resmi Josh Groban, memberikan akses awal bagi para penggemar untuk mengamankan kursi sebelum penjualan umum. Kemudian dilanjutkan dengan penawaran spesial eksklusif pada Kamis dan Jumat, 20-21 November 2025. Selanjutnya Penjualan untuk Umum (Public On-Sale) akan dimulai pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 10.00 WIB.
Album Baru Josh Groban: Hidden Gems
Belum lama ini, Josh Groban merilis album Hidden Gems di bawah label Reprise Records. Hidden Gems merupakan koleksi spesial berisi sejumlah lagu langka dan paling dicintai para penggemar Josh Groban, beberapa lagu di antaranya belum pernah dirilis sebelumnya di platform streaming hingga saat ini.
Pada Oktober 2025, Josh Groban merilis lagu pertama dari album, lagu tersebut berjudul The Constant. Kolaborasi istimewa itu ditulis oleh Josh Groban bersama duo penulis lagu ternama Pasek dan Paul (The Greatest Showman, La La Land), dan diproduseri oleh Dan Romer (A Great Big World, Christina Aguilera, Shawn Mendes).
Selain The Constant, album Hidden Gems juga berisi lagu-lagu deep cut favorit para penggemar seperti Signs, yang ditulis bersama Toby Gad dan Bernie Herms, serta Everything You Needed, sebuah balada menyentuh yang diberikan kepada Josh Groban oleh Sia.
Materi lainnya termasuk Smile, interpretasi Josh Groban atas lagu klasik Charlie Chaplin yang telah dibawakan di berbagai panggung di seluruh dunia, dan Konosaki No Michi, lagu penutup untuk sebuah film drama Jepang tahun 2012. Lagu itu memiliki makna personal karena Josh Groban bernyanyi dalam bahasa Jepang, bahasa yang dipelajari saat masih sekolah menengah.
Album tersebut juga menampilkan With You dan My Heart Was Home Again, yang direkam untuk CD Valentine’s Day edisi terbatas dari Hallmark, serta Remember dari film TROY, dan versi duet Broken Vow dalam bahasa Spanyol bersama Arturo Sandoval.
Pada album itu ditutup dengan lagu Empty Sky, rekaman lagu di studio larut malam yang masih mentah bersama Steve Jordan, Isaiah Sharkey, dan Pino Palladino, sebuah lagu awal Elton John, dan momen langka yang menampilkan Josh Groban bernyanyi live sambil bermain piano upright.
Sebuah Hadiah Tulus untuk Penggemar
Hidden Gems merupakan sebuah hadiah tulus dari Josh Groban untuk para penggemar, berisi kumpulan lagu-lagu pilihan spesial yang kini akhirnya bisa didengarkan oleh penikmat musik di seluruh dunia.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











