Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Film Dokumenter KKN UGM di Papua Tayang di XXI Yogyakarta

Proses KKN Mahasiswa UGM di Biak Numfor Diangkat dalam Film Dokumenter

Film dokumenter berjudul After Movie Biak Elok 2024 yang menceritakan proses kuliah kerja nyata (KKN) kelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Biak Numfor, Papua, telah resmi diputar di bioskop XXI Yogyakarta. Film yang berdurasi sekitar 60 menit ini mengajak penonton untuk menyelami kehidupan masyarakat Biak Numfor melalui kisah budaya, hubungan sosial, hingga kondisi ekologis yang ditemui selama penugasan mahasiswa.

Kolaborasi Tim dalam Pembuatan Film

Film ini merupakan hasil kolaborasi dari tim yang mengerahkan energi, pemikiran, dan waktu untuk menampilkan wajah Biak secara lebih jujur dan membuka kesempatan bagi publik untuk melihat lebih dekat. Sutradara film, Fauzy Ash Siddiqiy, menjelaskan bahwa premis awal film ini adalah menghadirkan orang-orang (mahasiswa KKN) yang sebelumnya tidak pernah mengenal tanah Papua. Mereka berupaya agar bisa masuk ke Biak dan membangun hubungan dengan masyarakat setempat.

Yang menarik, film ini seluruhnya didokumentasikan secara konvensional tanpa melibatkan campur tangan teknologi kecerdasan buatan atau AI. “Seluruh bagian film ini diselesaikan dengan pendekatan murni tanpa dukungan AI,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa meskipun tidak mendukung industri AI di Indonesia, pihaknya ingin memberikan audiens pengalaman yang nyata dan autentik.

Medium untuk Menampilkan Kedekatan Budaya

Film ini bukan hanya sekadar dokumentasi kegiatan mahasiswa, tetapi juga menjadi medium untuk menampilkan kembali kedekatan, keberagaman budaya, serta dinamika sosial masyarakat Papua yang jarang tersampaikan melalui karya visual. Dalam setiap adegannya, film ini mencoba membingkai hubungan mahasiswa dengan warga lokal melalui berbagai kegiatan edukatif yang dikemas menarik. Mulai dari edukasi pengelolaan sampah, inisiatif pemberdayaan kawasan pesisir, hingga aktivitas pelestarian pariwisata berkelanjutan.

Keindahan lanskap laut Biak yang masih sangat alami dengan kehidupan pesisir dan tradisi masyarakatnya menjadi dasar penceritaan film ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga lingkungan dan budaya lokal dalam konteks pembangunan.

Proses Lahirnya Film Dokumenter

Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN Biak Elok 2024, Anugrah Amin Ignatius Julio yang akrab disapa Wejai dari Papua, menjelaskan proses lahirnya film tersebut. Proses masuknya kelompok KKN itu ke Biak tidak terjadi secara instan, tetapi ada hubungan batin yang lebih dulu dibangun. “Dulu karena ada plakat KKN UGM di kampung halaman saya, saya termotivasi untuk mendapat beasiswa dan akhirnya bisa kuliah di UGM. Saya berharap kesempatan serupa dapat dinikmati generasi muda di Biak,” kata Wejai.

Wejai menambahkan bahwa film dokumenter tersebut tumbuh dari pengalaman hidup mahasiswa selama tinggal bersama masyarakat Biak. Menurutnya, film ini menjadi wujud pendekatan yang penuh cerita dan suka cita sebagaimana nilai yang dijunjung universitas. “Saya berharap film ini menjadi prasasti bagi semangat kemajuan Papua,” katanya.

Kontribusi UGM di Berbagai Daerah

Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM Rustamaji melihat film ini sebagai penanda yang memperkuat kontribusi universitas di berbagai daerah. “Film ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua bagaimana kita melihat Indonesia dengan keberagamannya, terdiri dari banyak suku, bahasa, keindahan, hingga potensi,” ujarnya.

Film After Movie Biak Elok 2024 tidak hanya menjadi bentuk dokumentasi kegiatan KKN, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan keunikan dan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat luas. Dengan cara ini, masyarakat bisa lebih memahami dan merasakan kehidupan masyarakat Biak Numfor secara langsung.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *