Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Penutupan Lamsel Fest 2025 Jadi Malam Mencuri Perhatian, Silet Mengguncang Ribuan Warga Kalianda

Penutupan Lamsel Fest 2025 yang Penuh Energi dan Kebersamaan

Lampung Selatan Festival (Lamsel Fest) 2025 ditutup dengan malam yang penuh semangat dan antusiasme. Acara penutupan berlangsung di Lapangan Korpri Kalianda, yang dipenuhi oleh ribuan warga sejak sore hari. Mereka membawa keluarga, remaja, hingga orang tua yang ingin menyaksikan acara terbesar tahun ini. Suasana semakin memanas saat arus massa terus mengalir ke lokasi, menciptakan gelombang manusia yang membanjiri setiap sudut area festival.

Puncak acara terjadi ketika Silet Open Up, penyanyi asal Nusa Tenggara Timur yang sedang naik daun secara nasional, tampil dengan lagu viralnya, “Tabola Bale”. Saat intro lagu mengalun, ribuan penonton langsung meledak dalam sorak sorai panjang. Lampu ponsel menyala membentuk lautan cahaya, tangan terangkat, dan suara koor penonton berpadu menambah magis malam itu. Momen ini menegaskan posisi Silet Open Up sebagai salah satu ikon musik viral tanah air tahun ini. Kehadirannya bukan hanya memukau penonton, tetapi juga memperkuat identitas Lamsel Fest sebagai ajang budaya dan hiburan kelas nasional.

Kemeriahan bertambah ketika Silet Open Up tampil bersama Diva Aurel. Tepuk tangan bergemuruh, sorakan, dan yel-yel dari ribuan warga Kalianda terdengar hingga luar area festival. “Lampung Selatan Kelas! Terima kasih untuk Lampung Selatan!” seru Silet Open Up di atas panggung, disambut sorakan panjang yang menandai kegembiraan masyarakat.

Selain Silet dan Diva Aurel, panggung utama Lamsel Fest 2025 juga dimeriahkan oleh penampilan band nasional Drive dan band dangdut koplo lokal Hanaya asal Bandar Lampung. Setiap penampilan berhasil mempertahankan semangat warga yang terus bergoyang dan bernyanyi bersama, menjadikan malam itu sebagai pesta musik dan budaya terbesar di daerah tersebut.

Tak ketinggalan, kehadiran para pejabat daerah menambah prestise acara. Anggota DPR RI Dapil Lampung I Ruby Chairani Syiffadia dan Mukhlis Basri, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, serta Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan ikut meramaikan malam itu. Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta UKP Bidang Pariwisata Zita Anjani terlihat bernyanyi dan bergoyang bersama ribuan warga di panggung utama, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan menghibur.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan Lamsel Fest 2025. “Hari ini ulang tahun Lampung Selatan, acaranya untuk kalian semua, pesta rakyat untuk masyarakat. Tepuk tangan dulu buat kalian semua,” kata Egi, disambut riuh tepuk tangan dan sorakan warga.

Bagi banyak warga, malam itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Rismawati, warga Wai Lubuk, Kalianda, mengaku sangat menikmati setiap momen festival yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. “Seru banget acaranya, sumpah pecah! Terima kasih Pak Egi dan Pemkab Lampung Selatan sudah buat Lamsel Fest 2025 sekeren ini,” ujarnya antusias.

Selain menjadi pesta musik, penutupan festival juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam merayakan perjalanan panjang 69 tahun Kabupaten Lampung Selatan. Ribuan warga yang hadir merasakan sensasi hidup dalam satu ritme kebudayaan, hiburan, dan keceriaan. Tidak hanya menikmati musik, mereka juga menyaksikan berbagai pertunjukan budaya yang menonjolkan identitas lokal, menjadikan Lamsel Fest sebagai ajang yang mendekatkan warga dengan warisan budaya Lampung Selatan.

Momen penutupan mencapai klimaks ketika lagu “Tabola Bale” dimainkan untuk terakhir kali. Kembang api menghiasi langit Kalianda, menandai berakhirnya Lamsel Fest 2025 dengan kemegahan yang meninggalkan ingatan kolektif bagi ribuan warga. Malam itu bukan hanya sekadar pesta musik, tetapi juga refleksi kebersamaan, identitas budaya, dan kemajuan pariwisata Lampung Selatan yang kini semakin mendunia.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *