Penghargaan Medali Kehormatan Pro Ecclesia et Pontifice untuk Tokoh-Tokoh Indonesia
Pada hari Selasa (11/11/2025), sebuah upacara khidmat di Apostolic Nunciature, Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta, menjadi momen penting dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia. Dalam acara tersebut, Paus Leo XIV melalui Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo, memberikan penghargaan medali kehormatan Pro Ecclesia et Pontifice kepada sejumlah tokoh Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa yang telah dilakukan oleh para penerima terhadap Gereja Katolik dan Paus.
Siapa Saja yang Menerima Penghargaan?
Beberapa tokoh yang menerima penghargaan ini antara lain:
- Muliawan Margadan, Wakil Ketua Pelaksana Kunjungan Apostolik Paus sekaligus penanggung jawab kegiatan misa kudus umat Katolik di GBK pada 4 September 2024.
- Lilik Oetama, CEO Kompas Gramedia.
- Irjen Pol (Purn) Widyo Sunaryo.
- Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana.
- Brigjen TNI (Purn) Gunung Sarasmoro.
- Bambang Thjahyono.
- Aristotle.
- Beberapa imam dan suster yang terlibat dalam penyelenggaraan kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia.
Selain itu, hadir juga Menteri Agama RI, Prof KH Nasaruddin Umar, serta Kardinal Ignatius Suharyo dan Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC, bersama para Uskup dari seluruh Indonesia, para imam, religius, dan tamu undangan.
Peran Muliawan Margadan dalam Penyelenggaraan Misa Kudus
Muliawan Margadan, yang juga merupakan Ketua Panitia Misa Kudus di GBK saat kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia pada tahun lalu, menyampaikan rasa syukur atas penerimaan penghargaan ini. Ia mengatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya tanda kehormatan pribadi, tetapi juga pengakuan atas semangat umat Katolik Indonesia yang bekerja dalam kesatuan dan cinta terhadap Gereja serta Bapa Suci.
“Saya menerima penghargaan ini dengan penuh syukur. Bagi saya, semua yang kami lakukan adalah ungkapan kasih kepada Gereja dan bangsa,” ujarnya. “Ini bukan hasil kerja saya sendiri, tetapi kerja bersama banyak orang khususnya dalam rangka mempersiapkan kedatangan Paus Fransiskus yang kehadirannya menghadirkan sukacita Injil di Indonesia.”
Deskripsi Medali Pro Ecclesia et Pontifice
Medali Pro Ecclesia et Pontifice, yang berarti “Untuk Gereja dan Paus”, adalah salah satu penghargaan tertinggi dari Takhta Suci yang diberikan kepada kaum awam maupun klerus atas jasa luar biasa bagi Gereja. Medali ini memiliki bentuk salib berlapis emas, dengan figur Santo Petrus dan Santo Paulus terpahat di sisi depan. Di bagian lengan kiri salib bertuliskan Pro Ecclesia (untuk Gereja), sedangkan lengan kanan bertuliskan Et Pontifice (dan Paus). Medali emas ini dipasangkan pada pita berwarna kuning-putih khas Vatikan.
Sejarah Penghargaan Pro Ecclesia et Pontifice
Penghargaan ini pertama kali ditetapkan oleh Paus Leo XIII pada 17 Juli 1888 untuk memperingati Yubileum Emas Imamatnya, dan sejak tahun 1898 menjadi penghargaan kepausan permanen. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai memberikan pelayanan luar biasa kepada Gereja Katolik dan Paus.
Penerima medali Pro Ecclesia et Pontifice pertama dari Indonesia adalah Barnabas Sarikromo, yang diberikan oleh Paus Pius XI pada tahun 1928. Saat itu, Sarikromo menjadi katekis pertama di Jawa mendampingi Romo Frans Van Lith, SJ.
Momen Penting dalam Sejarah Gereja Katolik Indonesia
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024 menjadi momen penting dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia. Selama kunjungan pastoralnya pada 3-6 September 2024, Paus Fransiskus menghadiri sejumlah agenda seperti pertemuan lintas agama di Masjid Istiqal, misa akbar di stadion GBK dihadiri puluhan ribu umat Katolik, hingga dialog dengan tokoh agama dan pemerintahan Indonesia untuk memperkuat semangat toleransi dan perdamaian.











