Beritagowa.com JAKARTA – Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang kembali menjadi perhatian di dalam kalangan warganet. Hal ini terjadi usai dirinya secara terbuka mengumumkan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Pratiwi Noviyanthi alias Novi.
Keputusan mengejutkan itu diambil Ricky lantaran merasa kecewa dengan sikap Novi yang tersebut dirasa telah tidaklah berada sesuai prinsip hukum dirinya. Tak cuma menyangkut Novi, Ricky juga turut menyinggung beberapa nama lain yang mana diketahui terlibat mengalihkan uang donasi Agus Salim untuk korban bencana alam di area NTT.
Sebelum ini, Ricky memang sebenarnya terlibat mengomentari polemik uang donasi Agus Salim dan juga Pratiwi Noviyanthi yang dimaksud panas. Dia berada pada kubu Novi juga sempat menjadi kuasa hukum yayasan yang tersebut dikelola Novi juga.
Fakta Ricky Sitohang
1. Purnawirawan Polri
Ricky Herbert Parulian Sitohang merupakan salah individu purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) Polri. Pangkat terakhirnya sebelum pensiun dari Korps Bhayangkara adalah Irjen Polisi atau jenderal bintang dua.
Pada sepak terjangnya di area Polri, Ricky tercatat pernah menduduki sederet jabatan penting. Tempat terakhirnya sebelum pensiun adalah Sahlijemen Kapolri.
2. Jebolan Akpol 1983
Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang lahir dalam Medan, Sumatera Utara, 22 Mei 1959. Ia diketahui sebagai jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1983 kemudian berpengalaman pada bidang reserse.
Selain Akpol, Ricky juga memiliki riwayat lembaga pendidikan lain. Sebut semata seperti menjadi lulusan Asesmen Polri Pati (2011), Lembaga Ketahanan Nasional II (2008) hingga Akademi Pelaksana dan juga Staf Tinggi Kepolisian (2001).
3. Pernah Jadi Kapolda
Lulus dari Akpol 1983, Ricky memulai pembangunan kariernya secara perlahan. Seiring waktu, beliau mulai dipercaya untuk menduduki berbagai jabatan strategis pada Polri.
Pada 2011 misalnya, Ricky ditunjuk menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT). Waktu itu, ia menggantikan Brigjen Yorry Yance Worang.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











