Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
News  

Turki Minta Rusia dan Iran Tidak Mengintervensi Masalah Suriah!

"Turki Berharap Rusia dan Iran Tidak Campur Tangan dalam Krisis Suriah!"

beritagowa.com – Pemerintah Turki telah memperingatkan Rusia dan Iran untuk tidak melakukan campur tangan militer di Suriah demi mendukung pasukan rezim Bashar al-Assad yang sedang terpuruk. Menurut Ankara, permintaan ini telah disampaikan sejak awal ketika pemberontak yang dipimpin oleh kelompok “jihadis” Hayat Tahrir al-Shams (HTS) melancarkan serangan mendadak ke Damaskus yang berakhir dengan penggulingan Assad.

Kini, Turki menduga bahwa permintaan mereka telah membuat Rusia dan Iran membiarkan rezim Assad jatuh. “Hal yang paling penting saat ini adalah berkomunikasi dengan Rusia dan Iran untuk memastikan mereka tidak melakukan campur tangan militer. Kami telah bertemu dengan mereka dan mereka telah memahami situasi,” ungkap Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dalam wawancara dengan stasiun televisi swasta Turki, NTV.

Fidan juga menegaskan bahwa jika Moskow dan Teheran, yang merupakan sekutu utama Assad sejak awal perang saudara tahun 2011, tetap memberikan dukungan kepada Assad, para pemberontak masih memiliki kesempatan untuk menang, namun dengan konsekuensi yang lebih berat. “Jika Assad mendapatkan dukungan, para pemberontak masih bisa menang dengan tekad mereka, namun itu akan memakan waktu yang lama dan bisa berdarah,” jelasnya.

Tujuan utama Turki saat ini adalah untuk melakukan pembicaraan yang fokus dengan kedua pihak utama, yaitu Rusia dan Iran, untuk memastikan jumlah korban jiwa seminimal mungkin. “Kami ingin memastikan bahwa ini akan berakhir dengan jumlah korban yang sedikit,” tambah Fidan.

Dia juga menambahkan bahwa Rusia dan Iran akhirnya menyadari bahwa permainan sudah berakhir dan bahwa Assad tidak lagi bisa diinvestasikan. “Assad tidak lagi memiliki masa depan dan tidak ada gunanya lagi,” tegasnya.

Hingga saat ini, Rusia dan Iran masih enggan memberikan komentar mengapa mereka membiarkan rezim Assad jatuh. Namun, Moskow mengklaim bahwa Assad telah membuat kesepakatan dengan pemberontak atau oposisi sebelum rezimnya jatuh, dimana dia akan mundur dari jabatannya sebagai presiden Suriah dan meminta transisi kekuasaan yang damai.

Assad dan keluarganya telah melarikan diri ke Rusia dan diberikan suaka oleh pemerintah Kremlin atas dasar kemanusiaan.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *