beritagowa.com – CEO Tesla, Elon Musk, menuduh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mencurangi pemilihan umum melalui mesin pemungutan suara.
Meskipun banyak yang membantah klaim tersebut, Musk menegaskan bahwa ia tidak akan mempercayai program komputer karena mudah untuk diretas.
Ia secara khusus menyebut Dominion Voting Systems sebagai alat yang digunakan untuk mencurangi pemilu, meskipun perusahaan tersebut telah menyelesaikan gugatan pencemaran nama baik terhadap Fox News.
Musk juga menghubungkan Dominion dengan kekalahan elektoral Partai Republik di beberapa daerah, dengan menyatakan bahwa hal ini sangat mencurigakan.
Untuk menghindari kecurangan, ia menganjurkan untuk beralih ke penggunaan kertas suara secara eksklusif.
Komentar Musk ini menimbulkan kontroversi karena sebelumnya ia menunjukkan dukungan kuat terhadap Trump dan memberikan kontribusi keuangan yang besar kepada komite aksi politiknya.
Namun, Dominion dengan cepat membantah pernyataan Musk dan menegaskan bahwa mesin mereka tidak digunakan di Philadelphia dan sebagian besar wilayah hukum sudah menggunakan surat suara kertas.
Pejabat Maricopa County juga membenarkan keakuratan mesin pemungutan suara mereka, yang terbukti tidak ada perbedaan antara hasil penghitungan manual dan peralatan tabulasi Dominion.











