Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Tok! Upah Minimum Naik Jadi Rp53 Juta, Tapi Bukan di Indonesia

Kenaikan Upah Minimum di Inggris Tahun 2026

Pemerintah Inggris telah mengumumkan kenaikan upah minimum nasional yang akan berlaku mulai April 2026. Kenaikan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pendapatan bagi jutaan pekerja, terutama kelompok usia dewasa muda. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran baru dari kalangan pelaku usaha terkait meningkatnya biaya operasional.

Dalam kebijakan terbaru, upah minimum untuk pekerja berusia di atas 21 tahun naik sebesar 4,1 persen menjadi £12,71 per jam atau sekitar Rp279.000 per jam (dengan kurs ± Rp22.000 per poundsterling). Kenaikan nominal mencapai 50 pence per jam dibandingkan periode sebelumnya. Jika disetarakan dengan kondisi Indonesia, seorang pekerja yang bekerja 8 jam per hari selama 24 hari kerja dalam sebulan akan memperoleh sekitar Rp53,5 juta per bulan.

Untuk kelompok usia 18–20 tahun, kenaikan lebih besar yaitu 8,5 persen sehingga upah mereka naik menjadi 10,85 poundsterling per jam atau setara sekitar Rp238.000 per jam. Sementara itu, pekerja berusia 16–17 tahun menerima kenaikan sebesar 6 persen, menjadikan upah minimum mereka £8,00 per jam atau sekitar Rp176.000 per jam.

Kebijakan ini mengikuti rekomendasi Komisi Upah Rendah (Low Pay Commission) dan diumumkan oleh Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, menjelang pemaparan Anggaran Negara. Pemerintah menyatakan bahwa kenaikan upah minimum akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Meski demikian, sejumlah analis menilai beban biaya tambahan bagi bisnis kecil dan menengah tidak dapat diabaikan.

“Agar mereka yang berpenghasilan rendah mendapatkan imbalan yang layak atas kerja keras mereka,” ujar Reeves.

Perluasan Pajak Gula di Inggris

Selain soal upah, pemerintah Inggris juga mengumumkan perluasan pajak gula yang akan mencakup minuman berbasis susu mulai 2028. Ambang batas kadar gula yang lebih rendah akan membuat lebih banyak produk dikenakan tarif pajak.

Kenaikan Upah Minimum Inggris yang Terbesar Kedua di Eropa

Upah minimum Inggris merupakan yang tertinggi kedua di Eropa. Kenaikan ini tetap dilakukan pemerintah meskipun ada keluhan dari sejumlah pengusaha bahwa langkah tersebut akan mendorong naiknya harga barang dan jasa.

Inggris telah menaikan rata-rata upah hingga lebih dari 60 persen sejak 2019. Pemerintah terus menaikkannya menjadi dua pertiga dari median pendapatan per jam. Reeves menegaskan kenaikan baru yang mengikuti kenaikan 6,7 persen awal tahun ini diperlukan.

“Biaya hidup masih menjadi isu nomor satu bagi para pekerja, dan perekonomian belum bekerja dengan cukup baik bagi mereka yang berpendapatan paling rendah,” kata Reeves dalam sebuah pesan video.

Kritik dari Industri Hospitality

Kenaikan ini menuai kritik dari industri hospitality Inggris, yang menyatakan bahwa hal ini akan menyebabkan lonjakan harga. Bisnis hospitality telah mencapai batas kemampuan dalam menyerap biaya tambahan yang tampaknya tidak ada habisnya. Semua biaya tersebut pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen, yang pada akhirnya memicu inflasi.

Kate Nicholls, ketua asosiasi usaha UKHospitality, menambahkan bahwa kenaikan upah yang lebih besar untuk pekerja kurang berpengalaman akan mempersulit anak muda mendapatkan pekerjaan.

Tingkat Inflasi dan Pertumbuhan Upah

Inggris mencatat tingkat inflasi tertinggi di antara negara ekonomi maju pada Oktober, yaitu 3,6 persen, didorong sebagian oleh pertumbuhan upah yang lebih cepat sejak pandemi COVID-19. Bank of England memperkirakan inflasi akan kembali ke target 2 persen pada pertengahan 2027. Namun, banyak pembuat kebijakan menilai bahwa pertumbuhan upah yang lebih cepat dari 3 persen akan membuat target tersebut sulit dicapai karena lemahnya pertumbuhan produktivitas yang berlangsung lama.

Pengusaha juga menyebutkan bahwa meningkatnya biaya tenaga kerja turut berkontribusi pada penurunan perekrutan tahun ini. Tingkat pengangguran telah naik ke level tertinggi sejak 2021, yaitu 5,0 persen.

Pandangan dari Komisi Upah Rendah

Menurut Komisi Upah Rendah, kenaikan upah minimum sebelumnya untuk kelompok usia di atas 21 tahun “tidak memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap lapangan kerja.” Ketua komisi yang juga anggota parlemen Partai Konservatif Philippa Stroud mengatakan bahwa lembaganya telah mempertimbangkan tekanan yang dihadapi pekerja berupah rendah akibat meningkatnya biaya hidup serta tekanan yang dihadapi pengusaha akibat kenaikan pajak pada April.

“Dalam diskusi kami tahun ini dengan para pekerja dan pengusaha, jelas bahwa tidak ada satu pun pihak yang berada dalam situasi mudah,” ujarnya.

Kenaikan tersebut sesuai dengan rekomendasi sementara yang diajukan pada Agustus oleh komisi, yang terdiri atas perwakilan dunia usaha, serikat pekerja, dan akademisi.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *