Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Meski UMK Solo Naik, Buruh Masih Kesulitan Beli Rumah di Kota Bengawan

Upah Buruh di Solo Masih Jauh dari Standar Hidup Layak

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Solo, Wahyu Rahadi, menyampaikan bahwa upah buruh di kota ini masih jauh dari standar hidup layak. Menurutnya, UMK (Upah Minimum Kota) yang berlaku saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan dasar pekerja. Ia menilai bahwa untuk bisa hidup layak di Solo, upah minimum harus mencapai kisaran Rp3 juta per bulan.

Wahyu menjelaskan bahwa biaya hidup di Solo tidak jauh berbeda dengan Semarang. Karena itu, ia mengatakan bahwa upah sebesar Rp3 juta akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para buruh. Namun, hingga saat ini, upah yang diterima oleh buruh masih di bawah angka tersebut.

Biaya Hidup yang Terus Meningkat

Biaya hidup di Solo terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membuat para buruh kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, dan penginapan. Menurut Wahyu, upah yang ada saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak. Ia juga membandingkan biaya hidup di Solo dengan Semarang, yang kini sudah melebihi Rp3 juta per bulan.

“Jika kita bicara tentang kebutuhan hidup layak di kota besar seperti Solo, maka minimal upah harus mencapai Rp3 juta,” ujarnya.

Kesulitan dalam Memiliki Hunian Pribadi

Selain itu, Wahyu juga menyebutkan bahwa buruh di Solo kesulitan membeli rumah. Harga hunian yang terjangkau cenderung berada di luar kota, seperti Boyolali, Karanganyar, Sragen, atau Sukoharjo. Dengan upah saat ini, para buruh hanya mampu menyewa rumah, bukan membelinya.

Ia menambahkan bahwa jika buruh ingin membeli rumah, cicilan yang harus dibayarkan akan sangat memberatkan. Misalnya, cicilan rumah sebesar Rp1 juta per bulan akan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari seperti transportasi dan makanan.

“Jika mereka membeli rumah sendiri, maka jarak antara tempat tinggal dan tempat kerja akan semakin jauh. Ini akan memengaruhi pengeluaran transportasi,” katanya.

Prediksi Kenaikan UMK 2026

Meski saat ini upah buruh di Solo masih rendah, pemerintah kota telah memastikan bahwa UMK 2026 akan naik. Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan bahwa kenaikan upah minimum akan berlaku mulai awal tahun depan. Namun, besaran kenaikan masih menunggu keputusan dari tingkat provinsi.

“Usulan belum ada. Nunggu provinsi dulu. Regional menentukan dari atas,” kata Respati.

Meskipun belum dapat memastikan persentase kenaikan, ia menegaskan bahwa upah minimum pasti akan naik.

“Nanti dulu. Sabar. Mundak, mundak (naik, naik),” tambahnya sambil tersenyum.

Data UMK Solo dalam Lima Tahun Terakhir

Berdasarkan data dari BPS Provinsi Jawa Tengah, UMK Solo dalam lima tahun terakhir mengalami kenaikan setiap tahun:

  • 2025: Rp2.416.560
  • 2024: Rp2.269.070
  • 2023: Rp2.174.169
  • 2022: Rp2.035.720
  • 2021: Rp2.013.810

Dari data tersebut, terlihat bahwa UMK Solo terus meningkat setiap tahun.

Perbandingan UMK di Wilayah Solo Raya

UMK 2025 di wilayah Solo Raya mengalami kenaikan rata-rata sekitar 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut adalah perbandingannya:

  • Kabupaten Karanganyar: Rp2.430.780
  • Kota Surakarta (Solo): Rp2.416.560
  • Kabupaten Boyolali: Rp2.295.000
  • Kabupaten Sukoharjo: Rp2.277.000
  • Kabupaten Klaten dan Sragen: Rp2.292.000
  • Kabupaten Wonogiri: Rp2.183.600

Kabupaten Wonogiri menjadi daerah dengan UMK terendah di Solo Raya.

Perbandingan UMK dengan Daerah Lain

UMK 2025 di Kota Yogyakarta mencapai Rp2.655.041,81, lebih tinggi daripada Solo dan Karanganyar. Sementara itu, daerah terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Kulon Progo dan Gunungkidul berada di angka Rp2.264.080,95.

Di sisi lain, Kota Semarang sebagai pusat ekonomi Jawa Tengah menetapkan UMK 2025 sebesar Rp3.454.827, jauh melampaui Solo Raya maupun Jogja.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *