Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Inisiatif Beragam Bawa Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Syariah Global



JAKARTA — Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Berbagai inisiatif dan kerja sama antara berbagai pihak terus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.

Berdasarkan data Global Islamic Economy Indicator (GIEI) pada 2023-2024, Indonesia masih berada di posisi ketiga sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Di bawahnya adalah Arab Saudi yang menempati posisi kedua, sementara Malaysia berada di posisi pertama.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Imam Hartono menyatakan bahwa sesuai arah kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, ada upaya peningkatan posisi ekonomi syariah Indonesia di tingkat global. Targetnya, pada 2029 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia.

“Bank Indonesia menjalankan pengembangan ekonomi syariah melalui tiga strategi besar,” kata Imam dalam Training of Trainer (TOT) Ekonomi dan Keuangan Syariah beberapa waktu lalu (15/11/2025) di Jakarta.

Tiga strategi utama yang diterapkan BI adalah:

  • Penguatan ekosistem rantai nilai halal
  • Optimalisasi pembiayaan syariah
  • Perluasan literasi serta inklusi ekonomi syariah

BI juga menggencarkan berbagai inisiatif strategis dalam mendukung target Indonesia sebagai pemimpin ekonomi syariah dunia. Beberapa inisiatif yang telah dijalankan antara lain:

  • Gerakan Pengembangan Pesantren dan Rantai Nilai Halal atau Gerbang Santri – Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan pesantren sebagai pusat ekonomi umat melalui peningkatan produktivitas, digitalisasi bisnis, dan tata kelola keuangan yang lebih baik.
  • Jaringan Wirausaha Syariah Mendorong Ekspor atau Jawara Ekspor – Inisiatif ini membentuk jejaring pusat bisnis pesantren sebagai agregator produk halal Indonesia agar bisa menembus pasar global.
  • Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal alias Gema Halal – Tujuannya adalah memperluas pasar produk halal dengan meningkatkan produksi bahan baku halal, mempercepat sertifikasi halal dari hulu, memperkuat peran halal center di daerah, serta melindungi konsumen.
  • Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah menuju Indonesia Emas atau Lentera Emas – Program ini dijalankan melalui edukasi dan festival ekonomi syariah di tiga wilayah besar Indonesia untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat.
  • Kolaborasi Nasional Pengembangan ZISWAF atau Kanal ZISWAF – Fokus pada peningkatan inklusi dan literasi keuangan.
  • Sinergi Perdagangan dan Pembiayaan Syariah atau Sapa Syariah – Inisiatif ini dilakukan melalui integrasi pembiayaan perbankan dengan perdagangan dan sektor lain.

Sementara itu, Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Inza Putra menyampaikan bahwa upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia juga dilakukan dengan penguatan regulasi. Beberapa regulasi yang mengatur penyelenggaraan ekonomi syariah di Indonesia antara lain Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Dengan regulasi yang semakin kuat, kita bisa mengalahkan Malaysia segera, akhir 2029,” ujar Inza.

Selain itu, upaya juga dilakukan dengan memperkuat industri halal serta UMKM halal guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk halal di Tanah Air. KNEKS dan BI pun menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang memberikan peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk serta mencapai komitmen perdagangan ekspor.

Peluang Besar

Berbagai inisiatif ini digencarkan seiring dengan peluang besar Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 87,02% dari total populasi. Nilai konsumsi dari 241,7 juta penduduk muslim ini merupakan peluang besar yang dapat menjadi akseleran pertumbuhan ekonomi nasional.

Peluang lainnya juga terus muncul. Pangsa sektor unggulan halal value chain terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terus meningkat setiap tahun. Sektor unggulan halal value chain telah tumbuh 4% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2024, dengan pangsa terhadap PDB meningkat menjadi sebesar 25,45%.

Prospek ekonomi syariah nasional pada 2025 diprakirakan tumbuh 4,6%-5,4%, didukung oleh pertumbuhan sektor unggulan halal value chain seperti pertanian dan makanan-minuman halal hingga fesyen muslim.

Tingkat literasi dan inklusi ekonomi syariah di Indonesia kian meningkat. Pada 2024, tingkat literasi ekonomi syariah mencapai 42,84% dan inklusi ekonomi syariah mencapai 11,26%. Kinerja keuangan syariah yang tercermin dari pembiayaan perbankan syariah pada 2025 juga diperkirakan tumbuh di kisaran 8%-11%. Dari sisi keuangan sosial, instrumen cash waqf linked sukuk (CWLS) terus bergeliat, dengan volume mencapai Rp1,16 triliun.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *