Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Laga Melawan Persiku Uji Kekuatan Skuat PSS Sleman



jogja.

YOGYAKARTA – PSS Sleman akan menghadapi pertandingan yang sangat berat saat menjamu Persiku Kudus dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 pada Senin siang (17/11) di Stadion Maguwoharjo.

Tim yang dikenal dengan julukan Super Elja ini datang ke pertandingan dengan kondisi yang tidak ideal, karena beberapa pemain utama absen. Misalnya, Gustavo Tocantins tidak bisa tampil karena mendapatkan kartu merah pada laga sebelumnya. Sementara itu, Riko Simanjuntak juga diragukan tampil akibat cedera.

Namun, pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis justru melihat situasi ini sebagai kesempatan emas untuk menguji kedalaman skuat dan kapasitas kolektif tim. Ia tidak memandang absennya pilar utama sebagai penghalang, tetapi justru sebagai pemicu untuk memaksimalkan potensi seluruh pemain yang tersedia.

“Saya kira hal ini tidak menjadi masalah. Bagi para pemain yang selama ini belum mendapat menit bermain, inilah kesempatan bagi mereka untuk membuktikan diri,” ujar Ansyari Lubis seusai memimpin latihan di Lapangan Pakembinangun pada Jum’at sore (14/11).

Harapan dari tim pelatih tertuju pada para pemain pengganti agar mampu menampilkan permainan terbaik dan memberikan perbedaan signifikan di lapangan.

Tantangan yang dihadapi PSS semakin berat mengingat lawan mereka adalah Persiku Kudus yang datang ke Sleman dalam situasi ideal. Tim yang dikenal dengan julukan Macan Muria tersebut baru saja meraih kemenangan besar atas PSIS Semarang pada pekan sebelumnya, hasil yang tentu meningkatkan moral mereka.

Meski demikian, Ansyari Lubis memberikan respons positif dengan menanamkan kepercayaan diri kepada anak asuhnya. Ia mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi di awal putaran pertama dan PSS mampu mengatasinya dengan hasil memuaskan.

Ia merujuk pada catatan pertandingan ketika Persiku meraih kemenangan besar dari PSIS di laga tandang, kemudian menjamu PSS di pekan berikutnya, yang justru berakhir dengan kemenangan Super Elja.

“Hal seperti itu yang harus kami tanamkan kepada pemain, tim mana pun yang bermain di kandang kami, walaupun dia baru saja memenangkan pertandingan di kandang mereka. Kami wajib mengalahkan mereka di pertandingan kandang,” tegasnya.

Fokus dan Mental Juara Jadi Penekanan

Dengan segala dinamika yang ada, laga kandang ini bukan hanya sekadar memburu tiga poin, tetapi juga bertujuan membangun fondasi mental tim yang lebih kuat.

Ansyari Lubis berulang kali menekankan pentingnya menghindari rasa cepat puas, terutama karena tim sedang berada di puncak klasemen.

“Artinya ketika berada di puncak klasemen setiap tim pasti ingin mengejar bahkan ingin mengalahkan. Jadi, jangan sampai lengah, jaga fokus-konsentrasi, pasalnya siapa pun lawan pasti mereka akan lebih termotivasi,” sebut Ansyari Lubis.

PSS wajib menunjukkan motivasi dan performa yang lebih tinggi dari lawan untuk menjaga posisi mereka di puncak klasemen.

Pertandingan ini akan menjadi penentuan, apakah PSS mampu mengubah tantangan badai cedera menjadi kekuatan kolektif yang tak terkalahkan.

PSS Sleman saat ini berada di puncak klasemen sementara Championship dengan raihan 23 poin dari sepuluh pertandingan. Di bawah PSS Sleman ada Barito Putera yang menempel dengan 22 poin.

Sedangkan Persiku Kudus berada di peringkat delapan dengan tujuh poin dari sepuluh laga.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *