Beritagowa.com – Direktur Mossad yang bernama David Barnea telah meminta militer Israel untuk segera melakukan serangan langsung terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal yang dilakukan oleh milisi Houthi dan menghantam Tel Aviv.
Mossad merupakan badan intelijen yang bertugas untuk melakukan operasi di luar negeri untuk kepentingan Israel.
Permintaan yang disampaikan oleh Barnea tersebut dilakukan dalam sebuah pertemuan konsultasi keamanan tingkat tinggi setelah rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman berhasil menembus pertahanan udara Iron Dome dan meledak di pusat kota Tel Aviv. Akibat serangan tersebut, 16 orang termasuk seorang anak perempuan berusia tiga tahun mengalami luka-luka.
“Kita harus menargetkan kepala, menyerang Houthi saja tidak cukup,” ujar Barnea dalam pertemuan tersebut seperti yang dilansir oleh sumber keamanan senior Israel melalui Channel13 pada Senin (23/12/2024).
Seruan Barnea tersebut didasarkan pada asumsi bahwa Iran, yang merupakan pendukung utama milisi Houthi, harus bertanggung jawab atas konsekuensi langsung dari serangan tersebut.
Meskipun telah dilakukan upaya intersepsi, namun serangan rudal Houthi masih berhasil dilakukan dan terjadi insiden dramatis dimana dua rudal pencegat Israel gagal menghentikan serangan tersebut.
Para korban yang mengalami luka-luka hanya mengalami luka ringan akibat pecahan kaca saat rudal Houthi menghantam target.
Kejadian ini menandakan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan milisi Houthi untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Israel dan telah memicu diskusi intensif di lembaga keamanan Israel mengenai respons yang tepat.
Para pejabat pertahanan senior Israel telah melakukan beberapa pertemuan darurat dalam 24 jam terakhir untuk membahas opsi respons yang tepat, dan salah satu rekomendasi yang paling agresif datang dari Barnea yang mewakili salah satu proposal terkuat dari para pemimpin keamanan Israel.





