Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
News  

“Keputusan Veto AS di DK PBB, Rusia Merasa DK PBB Tidak Efektif”

"Rusia Menilai DK PBB Tidak Efektif Setelah AS Mengambil Keputusan Veto"

beritagowa.com – MOSKOW – Pemerintah Rusia menegaskan bahwa fungsi Dewan Keamanan (DK) PBB masih lumpuh, terutama dalam mempertahankan perdamaian di Timur Tengah. Menurut Moskow, hal ini disebabkan oleh Amerika Serikat (AS) yang kerap menyalahgunakan hak veto-nya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia setelah Majelis Umum PBB mengadopsi dua resolusi terkait perang di Gaza, termasuk resolusi yang meminta gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Resolusi tersebut mirip dengan dokumen yang sebelumnya diblokir oleh AS di DK PBB.

Namun, berbeda dengan resolusi yang disahkan oleh DK PBB, resolusi yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Salah satu resolusi yang disahkan pada hari Rabu menyerukan gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen, serta pembebasan segera dan tanpa syarat untuk semua sandera yang ditahan. Sementara itu, resolusi kedua menegaskan dukungan penuh untuk badan PBB yang bertugas menangani pengungsi Palestina (UNRWA) dan mengecam undang-undang Israel yang melarang pekerjaan badan tersebut di Tepi Barat dan Gaza.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa resolusi gencatan senjata secara umum mengulangi isi dari rancangan yang sebelumnya diblokir oleh AS di DK PBB bulan lalu.

“Kembali lagi, Majelis Umum PBB-lah yang mengambil langkah penting dalam mengatasi eskalasi kekerasan dan pertumpahan darah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik Arab-Israel,” kata kementerian tersebut, seperti dilansir oleh Russia Today, Sabtu (14/12/2024).

“Seruan untuk gencatan senjata dan akses ke bantuan kemanusiaan adalah sebuah kewajiban moral dalam situasi bencana seperti ini,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyoroti bahwa DK PBB, sebagai badan utama yang bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan internasional, masih tetap lumpuh karena seringnya AS menggunakan hak veto-nya (sebanyak enam kali sejak awal krisis saat ini).

“DK PBB masih belum bisa bergerak karena penggunaan hak veto oleh Washington,” papar kementerian tersebut melalui situs web resminya.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *