Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
News  

“Karya Spektakuler Tercipta dari iPhone 15 Pro Max dalam Waktu 28 Tahun”

"28 Tahun Menghasilkan Karya Spektakuler dengan iPhone 15 Pro Max"

beritagowa.com – HOLYWOOD – Memproduksi film dengan smartphone bukanlah hal yang mustahil jika ada bakat dengan memanfaatkan aksesoris tertentu. Danny Boyle dan Alex Garland tampil di Film 28 Years yang direkam dengan menggunakan iPhone 15 Pro Max yang dilengkapi dengan aksesori profesional dan mendukung perekaman Log 4K ProRes 60FPS. Banyak film Hollywood yang dibuat dengan iPhone, disutradarai oleh Steven Soderbergh atau Zack Snyder. Film ini adalah 28 Years Later yang merupakan film ketiga setelah 28 Weeks Later. Danny Boyle dan Alex Garland kembali untuk film ini setelah kesuksesan film pertamanya, 28 Days Later.

Menurut laporan WIRED, Boyle menggunakan beberapa unit iPhone 15 Pro Max yang dipilih karena para pembuat film menyukai hasil rekaman Log dari perangkat ini. Namun tentunya untuk film ini mereka tidak hanya mengandalkan iPhone saja. IPhone 15 Pro Max yang digunakan disambungkan dengan bingkai khusus yang dilengkapi dengan lensa kamera profesional seperti dari ARRI.

Pengembangan film 28 Years Later juga menggunakan beberapa kamera aksi yang dipasang pada hewan, kemungkinan besar GoPro, yang dijuluki sebagai GoatPro. Bagi yang penasaran tentang proses dan cara pembuatan film ini, iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max sudah mendukung perekaman video 4K ProRes 60FPS Log. Selain itu, untuk perekaman jangka panjang, file dapat disimpan langsung ke penyimpanan eksternal melalui koneksi USB-C pada perangkat.

Dengan anggaran sebesar USD75 juta, film 28 Years Later menjadi film Hollywood dengan anggaran tertinggi yang seluruh pengambilan gambarnya menggunakan ponsel pintar. Sebuah prestasi yang menunjukkan bahwa memproduksi film dengan smartphone bukanlah hal yang mustahil jika dilakukan dengan bakat dan memanfaatkan aksesoris yang tepat.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *