Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Jateng Menghadapi Kemarau Panjang, Ini 9 Istilah Musim di Solo Raya, Apa Itu Mangsa Ketiga?

Prediksi El Nino 2026 yang Berpotensi Picu Kemarau Panjang hingga 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa fenomena El Nino pada tahun 2026 akan berdampak signifikan terhadap wilayah Jawa Tengah. Fenomena ini diperkirakan akan memicu kemarau panjang yang berlangsung hingga tahun 2027. Dampaknya sangat besar, terutama di kawasan Pantura dan Solo Raya, yang sudah dikenal rentan terhadap krisis air selama musim kemarau.

Puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus, dengan kondisi paling kering terjadi pada Agustus hingga Oktober. Wilayah seperti Jepara, Pati, Sragen, dan Wonogiri menjadi daerah yang paling rawan menghadapi kekeringan ekstrem. BMKG juga menyoroti bahwa beberapa daerah di kawasan Pantura, termasuk Rembang, Kudus, Grobogan, Blora, Demak, dan Semarang, juga berpotensi mengalami dampak serius dari El Nino.

Perkembangan Awal Musim Kemarau

Awal musim kemarau di Jawa Tengah diperkirakan mulai terjadi sejak Mei 2026. Meskipun awalnya kondisi masih normal, mulai Mei hingga Juli, intensitas El Nino diprediksi meningkat dari lemah hingga moderat. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus, namun dampaknya bisa berlangsung lebih lama hingga Oktober. Dalam skenario tertentu, dampak El Nino bahkan disebut bisa berlanjut hingga awal 2027 karena sifatnya yang fluktuatif.

Seberapa Kuat El Nino 2026?

BMKG menyebutkan kemungkinan munculnya El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang sering disebut sebagai “El Nino Godzilla”. Namun, kejadian ini sangat langka. Dalam 45 tahun terakhir, hanya tiga kali terjadi El Nino dengan intensitas ekstrem, yaitu pada periode 1982–1983, 1997–1998, dan 2015–2016. Meski begitu, El Nino dengan intensitas sedang tetap berpotensi menimbulkan dampak signifikan, terutama bagi wilayah yang bergantung pada sumber air alami.

Dampak terbesar dari El Nino adalah pada sektor pertanian. Berkurangnya debit air irigasi meningkatkan risiko gagal panen, terutama pada tanaman pangan yang membutuhkan banyak air. Selain itu, kekeringan juga dapat memicu krisis air bersih di daerah-daerah yang sudah rawan setiap musim kemarau. Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga meningkat seiring kondisi lingkungan yang kering dan suhu udara yang tinggi.

Dampak Kesehatan dan Imbauan untuk Warga

Kondisi cuaca yang panas dan kering juga berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat. Dehidrasi, kelelahan, dan gangguan pernapasan menjadi risiko yang perlu diwaspadai. BMKG mengimbau warga untuk mulai melakukan langkah antisipasi, seperti menghemat penggunaan air bersih serta menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama puncak musim kemarau. Kesadaran sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak El Nino, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan.

Istilah Musim dalam Budaya Jawa

Di kawasan Solo Raya, Jawa Tengah, masyarakat memiliki pengetahuan tentang berbagai musim yang dikenal dalam budaya Jawa. Istilah-istilah ini merujuk pada kondisi cuaca pada waktu tertentu dalam setahun. Berikut adalah beberapa istilah musim dalam Bahasa Jawa:

  • Mangsa Labuh

    Mangsa labuh merupakan musim penghujan yang menjadi waktu menanam kali pertama. Dalam arti lain, mangsa labuh juga diartikan sebagai musim sebelum mangsa rendheng.

  • Mangsa Rendheng

    Mangsa rendheng adalah musim hujan.

  • Mangsa Mareng

    Mangsa mareng adalah musim sebelum mangsa ketiga atau setelah mangsa rendheng.

  • Mangsa Ketiga

    Mangsa ketiga adalah musim kemarau atau musim di mana tidak ada hujan.

  • Mangsa Bedhiding

    Mangsa bedhiding adalah pertengahan mangsa ketiga, di mana pagi hari terasa sangat dingin.

  • Mangsa Pagering

    Mangsa pagering adalah musim di mana banyak orang jatuh sakit.

  • Mangsa Pagebluk

    Mangsa pagebluk adalah musim di mana banyak orang terkena penyakit menular.

  • Mangsa Paceklik

    Mangsa paceklik adalah musim makanan langka dan mahal.

  • Mangsa Panen

    Mangsa panen adalah musim untuk memanen tanaman.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *