Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Piala ASEAN U-17 2026 – Siap Tantang Garuda? Kisah Melelahkan Tim Vietnam dari Hanoi ke Surabaya!



Perjalanan panjang yang dilalui oleh skuad Timnas U-17 Vietnam bawah asuhan Cristiano Roland akhirnya membawa mereka ke panggung ASEAN Cup U-17 2026 di Surabaya.

Genderang perang turnamen ASEAN Cup U-17 2026 (sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF U-17) resmi berbunyi. Salah satu kandidat kuat juara, Timnas Vietnam U-17, telah tiba di Tanah Air, tepatnya di Kota Surabaya, Jawa Timur. Mereka datang dengan ambisi besar untuk persiapan menuju Piala Dunia U-17 mendatang.

Skuad muda yang memiliki julukan The Golden Star Warriors ini menempuh perjalanan yang cukup menguras fisik sebelum akhirnya memulai persiapan perdana.

Transisi dari Dinginnya Hanoi ke Panasnya Surabaya

Perjalanan skuad asuhan pelatih kepala Vietnam dimulai dari Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi. Rombongan penuh terdiri dari pemain, staf pelatih, hingga tim medis. Mereka terbang dengan penerbangan internasional sebelum melanjutkan penerbangan domestik ke Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Transisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi para penggawa muda Vietnam. Jika di Hanoi mereka sempat merasakan suhu yang relatif lebih sejuk, setibanya di Surabaya, mereka disambut dengan terik matahari khas Jawa Timur yang menyentuh angka 32-34 derajat Celsius. Namun, hal ini tampaknya sudah diantisipasi oleh tim kepelatihan guna menyesuaikan intensitas fisik para pemain.

Penyambutan Hangat dan Akses Cepat ke Hotel

Setibanya di Bandara Juanda, rombongan Vietnam U-17 mendapatkan pengawalan serta koordinasi yang apik dari panitia lokal PSSI. Proses keimigrasian dan pengambilan bagasi berlangsung efektif, memungkinkan para pemain segera menuju bus tim yang telah bersiap di area penjemputan.

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju Hotel Movenpick tempat menginap yang terletak di pusat kota Surabaya, para pemain tampak menikmati pemandangan kota. Meski terlihat kelelahan setelah menempuh perjalanan udara total hampir 8 jam, raut optimisme terpancar dari wajah para talenta muda Vietnam. Fasilitas hotel yang representatif menjadi prioritas mereka untuk segera memulihkan kondisi (recovery) sebelum terjun ke lapangan hijau.

“Setelah hampir seharian perjalanan, seluruh tim tiba di lokasi kompetisi,” tulis media Vietnam, TheThao247.vn. “Setibanya di sana, tim menerima dukungan yang luar biasa dari panitia penyelenggara, dengan para sukarelawan yang antusias.”

“Dan sistem transportasi yang komprehensif, termasuk bus, van untuk perjalanan, dan truk khusus untuk mengangkut peralatan,” imbuh mereka.

Latihan Perdana: Fokus Adaptasi dan Pemulihan Fisik

Setelah beberapa jam melakukan relaksasi di hotel, keesokan harinya staf pelatih menginstruksikan sesi latihan ringan di lapangan pendukung yang telah disediakan.

Sesi latihan perdana di Surabaya ini difokuskan pada beberapa poin seperti adaptasi lapangan, guna mengenal karakteristik rumput dan pantulan bola di stadion latihan. Lalu recovery training dengan melakukan peregangan dinamis untuk menghilangkan asam laktat pasca-penerbangan jauh. Dan tactical briefing, sebagai penajaman strategi untuk menghadapi fase grup yang diprediksi akan berjalan sengit.

Target Tinggi di ASEAN Cup U-17 2026

Kehadiran Vietnam di Surabaya bukan sekadar pelengkap, dengan rekam jejak pembinaan usia muda yang impresif dalam beberapa tahun terakhir. Vietnam diprediksi akan menjadi batu sandungan besar bagi tuan rumah Indonesia dan Thailand, ambisi mereka jelas. Yakni untuk menguasai fase grup dan memastikan diri melangkah ke babak gugur demi asa menuju panggung dunia.

Kini, dengan kondisi fisik yang mulai kembali bugar, Timnas Vietnam U-17 siap memberikan tontonan berkualitas bagi para pencinta sepak bola di Jawa Timur dan seluruh Asia Tenggara. Persaingan di Grup ASEAN Cup U-17 2026 pun dipastikan akan berlangsung sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *