Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Potong hambatan investasi untuk percepat pertumbuhan ekonomi daerah

Kunjungan DPRD Banten ke PPID Batam, Kunci Kolaborasi Daerah dan Global

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama International Business Association (IBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian daerah. Salah satu bentuk komitmen ini adalah dengan memfasilitasi kunjungan kerja resmi Komisi I DPRD Provinsi Banten ke Pusat Promosi dan Investasi Daerah (PPID) Batam, Kepulauan Riau.

Kunjungan ini bertujuan untuk memangkas hambatan investasi dan mengintegrasikan potensi lokal ke pasar global. PPID yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Januari 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Apkasi dan IBA. Acara ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Provinsi Banten serta diterima langsung oleh Chairman IBA Shan Shan beserta Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya PPID yang digagas oleh Apkasi. Menurutnya, inovasi ini adalah terobosan baru yang belum pernah ia temui di Indonesia. Ia menilai bahwa PPID menjadi instrumen konkret bagi asosiasi pemerintah daerah untuk menjemput bola dalam mencari pembeli dan investor luar negeri melalui satu pintu.

“Kami di DPRD Banten akan segera menginformasikan kepada pemerintah daerah untuk bergabung di PPID. Ini langkah penting bagi daerah untuk memiliki representasi di pusat promosi terpadu seperti ini,” ujar Faizal usai meninjau kantor perwakalan pemerintah daerah di kompleks PPID.

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menekankan bahwa eksistensi PPID bukan sekadar kantor perwakilan, tetapi sebagai instrumen untuk menjawab tantangan keterbatasan akses pasar internasional. Ia yakin bahwa dengan posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, setiap kabupaten memiliki peluang setara untuk memamerkan “permata” ekonominya kepada dunia.

“Apkasi memiliki keyakinan kuat bahwa melalui PPID ini, pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia dapat menciptakan ruang baru untuk menghasilkan PAD yang signifikan,” jelas Sarman.

Fokus utama Apkasi adalah optimalisasi ekspor komoditas unggulan dan pembukaan peluang investasi baru melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang lebih kompetitif di tingkat global.

Chairman IBA Shan Shan menyoroti visi mengenai pentingnya kemandirian daerah melalui pembiayaan alternatif agar tidak terus bergantung pada pagu APBN yang terbatas. Ia menyoroti kendala investor asing yang seringkali kesulitan melirik potensi daerah akibat ketiadaan platform terintegrasi, berdampak pada lamanya proses due diligence.

“Kami di IBA bersama Apkasi sangat peduli pada nasib 416 kabupaten yang memiliki sumber daya alam melimpah tapi belum tergarap optimal. Melalui tiga pilar program kami, mulai dari pembangunan hub promosi permanen, platform ekspor dengan pendampingan sertifikasi, hingga penyiapan lahan investasi yang siap bangun, kami berkomitmen menghadirkan legacy pembangunan berkelanjutan bagi setiap kepala daerah dan pemasukan langsung bagi masyarakat lokal,” ungkap Shan Shan.

Ketua Muda Mudi IBA Indonesia Bobby menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan asosiasi adalah kunci menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ia meyakini PPID akan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi oleh seluruh daerah di Indonesia guna menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *